Sektor Hunian Kuat, Summarecon Agung Bidik Rp5,2 Triliun Tahun Ini

ILUSTRASI, Summarecon Agung (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 17 Juni 2026 | 14:20:49 WIB

JAKARTA – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berhasil melampaui target penjualan pemasaran (marketing sales) sepanjang tahun 2025. Perusahaan ini membukukan marketing sales sebesar Rp5,53 triliun, mencatatkan kenaikan sebesar 27% secara tahunan sekaligus melewati target awal yang dipatok pada angka Rp5 triliun. Pencapaian tersebut menjadi bukti kuatnya permintaan di pasar hunian segmen menengah dan menengah ke atas, yang bertindak sebagai motor utama penyokong pertumbuhan pendapatan Summarecon di tengah situasi tantangan ekonomi saat ini.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Presiden Direktur Summarecon Agung, Adrianto P. Adhi, menegaskan bahwa pasar hunian menengah dan menengah atas masih menunjukkan daya tahan yang baik.

"Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih berlangsung, pasar hunian menengah dan menengah atas tetap menunjukkan permintaan yang cukup baik terhadap produk-produk Summarecon," ujarnya.

Realisasi prapenjualan yang solid ini turut mendorong performa keuangan perseroan. Sepanjang tahun 2025, Summarecon berhasil meraup total pendapatan sebesar Rp8,77 triliun dengan perolehan laba bersih mencapai Rp1,20 triliun.

Sektor pengembangan properti tetap menjadi kontributor dana terbesar bagi pendapatan total perseroan.

Lini bisnis ini menyumbang pendapatan sebesar Rp5,51 triliun atau setara dengan 63% dari total pendapatan, yang bersumber dari hasil penjualan rumah, properti komersial, hingga unit apartemen di berbagai kawasan pengembangan terpadu milik Summarecon.

Di sisi lain, sektor investasi dan manajemen properti menyumbangkan pendapatan senilai Rp2,28 triliun, atau tumbuh sebesar 6% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya pendapatan sewa dari pusat perbelanjaan yang tumbuh sekitar Rp113,85 miliar. Kontribusi dari sektor ini mencapai kisaran 26% dari keseluruhan pendapatan perusahaan.

Sementara itu, unit bisnis lainnya membukukan perolehan pendapatan senilai Rp981,12 miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 1% secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan pada sektor ini utamanya ditopang oleh performa bisnis perhotelan yang terus menunjukkan tren positif.

Memasuki tahun 2026, Summarecon menetapkan target marketing sales sebesar Rp5,2 triliun. Target baru tersebut akan didukung oleh penjualan berbagai produk properti yang tersebar di sembilan kawasan kota terpadu milik perseroan, antara lain Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, dan Tangerang.

Sinyal positif untuk merealisasikan target tersebut pun telah terlihat sejak awal tahun berjalan. Hingga kuartal I-2026, Summarecon mencatatkan penjualan properti sebesar Rp1,2 triliun, melesat hingga 37% apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Reporter: Gemilang Ramadhan