Phintraco Sekuritas Prediksi IHSG Menuju Level 6.400 Hari Ini

Ilustrasi IHSG Menuju Level 6.400 Hari Ini. (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 17 Juni 2026 | 14:19:56 WIB

JAKARTA - Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks harga saham gabungan (IHSG) akan mengarah ke level 6.400 pada transaksi Rabu (17/6/2026).

Pergerakan IHSG hari ini diestimasi berada dalam rentang resistance 6.400, pivot 6.280, dan support 6.150. Phintraco Sekuritas menyarankan lima saham yang patut diperhatikan, salah satunya adalah BMRI.

Phintraco Sekuritas memaparkan, IHSG berakhir melonjak di posisi 6.254,97 (4,12%) pada transaksi Senin (15/6/2026).

Penurunan harga minyak mentah dunia menjadi sentimen positif lantaran meredakan tekanan inflasi serta risiko pembengkakan defisit APBN.

Di samping itu, sambung Phintraco Sekuritas, mata uang rupiah berakhir menguat 0.85% ke posisi Rp 17.709 per dolar AS pada hari Senin.

Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas menjabarkan, IHSG berakhir di atas level MA20 dan MACD meneruskan pembentukan kenaikan histogram positif. Akan tetapi, Stochastic RSI berisiko memicu Death Cross pada zona overbought.

“IHSG hari ini diprediksi pada bergerak pada rentang 6.150-6.400,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (17/6/2026).

Respons Panda Bonds

Phintraco Sekuritas menyatakan, pemerintah Indonesia berniat merilis Panda Bonds sekitar akhir Juni atau awal Juli 2026, oleh sebab itu Pemerintah bakal memantau terlebih dahulu bagaimana respon dan minat investor terhadap rencana penerbitan obligasi tersebut.

“Tujuan penerbitan Panda Bonds ini antara lain untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS dan memperkuat nilai tukar Rupiah,” papar Phintraco Sekuritas.

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas mengungkapkan, BI mencatat utang luar negeri Indonesia menyentuh US$ 439,8 miliar pada April 2026, meningkat 1,9% YoY dari bulan Maret yang naik 1% YoY.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menerangkan, pemerintah sudah menghimpun setoran pajak senilai Rp 23,5 triliun dari program perluasan basis pajak sampai 31 Mei 2026. Kebijakan ini ditempuh lewat penambahan wajib pajak baru dari sektor potensial.

Bukan cuma itu, Pengusaha kena pajak baru, hingga menarik pajak dari wajib pajak yang tadinya tidak aktif.

Capaian penerimaan pajak menyentuh Rp834.4 triliun per 31 Mei 2026, meningkat 22,1% YoY. Pemerintah membidik capaian penerimaan pajak bisa menyentuh Rp 2.357,7 triliun pada akhir tahun 2026.

“Penambahan utang dan penambahan wajib pajak dapat memperlebar ruang fiskal negara dan meningkatkan penerimaan negara, namun di sisi lain dapat membebani perusahaan atau masyarakat,” jelas Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas menyarankan lima saham yang layak dicermati, yakni BMRI, BBCA, MYOR, UNVR dan ANTM.

Reporter: Ibtihal