TMAS Ekspansi ke Bisnis Energi Bangun Pabrik LNG Lima Juta MMSCFD

ILUSTRASI, TMAS (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 03 Juni 2026 | 14:52:42 WIB

JAKARTA – PT Temas Tbk. (TMAS) saat ini sedang mengepakkan sayap usahanya ke ranah energi lewat pendirian fasilitas liquefied natural gas (LNG) atau gas alam cair. Sarana baru tersebut diestimasikan dapat mulai beroperasi pada paruh kedua tahun 2026.

Direktur Business Development TMAS, Ganny Zheng, menyatakan bahwa langkah ekspansi ke sektor LNG ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang emiten untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus membuka keran laba baru di luar pilar bisnis pelayaran dan logistik, sebagaimana dilansir dari berita sumber “Perseroan juga tengah mempersiapkan operasional pabrik LNG yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II/2026,” ujar Ganny dalam paparan publik, Selasa (2/6/2026).

Ganny mengimbuhkan bahwa infrastruktur LNG ini ke depannya dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan bakar bagi armada kapal TMAS sendiri, yang saat ini mulai bertransisi memakai LNG sebagai pilihan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil konvensional.

Melalui entitas anak usahanya, TMAS kini tengah mendirikan fasilitas liquefaction plant di daerah Surabaya dengan kapasitas produksi mencapai angka 5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). 

Dalam merealisasikan proyek strategis tersebut, emiten pelayaran ini mengucurkan dana investasi atau belanja modal (capex) yang menyentuh kisaran Rp1 triliun.

Pabrik tersebut sengaja disiapkan bukan hanya untuk menyuplai komoditas bahan bakar armada kapal TMAS saja, tetapi juga diposisikan sebagai roda penggerak bisnis energi baru yang siap melayani segala kebutuhan pasar eksternal, sebagaimana dilansir dari berita sumber “Ini memberikan kemungkinan pengembangan bisnis energi bagi perseroan. Fasilitas LNG tersebut dapat memasok kebutuhan kapal-kapal TEMAS dan juga mendukung pengembangan bisnis lainnya,” katanya.

Ganny menjabarkan bahwa keputusan merambah ke bisnis LNG ini menjadi bagian dari cetak biru pembuatan nilai jangka panjang (long-term value creation) yang berkonsentrasi pada pilar ketahanan energi. Menurut penilaiannya, pasokan cadangan gas yang berlimpah di Indonesia mempunyai potensi besar untuk dikonversikan menjadi sumber energi domestik yang memiliki daya saing kompetitif bagi sektor industri maritim.

Pihak manajemen memproyeksikan bahwa penggunaan LNG untuk bahan bakar kapal bakal terus meroket sejalan dengan tuntutan efisiensi kegiatan operasional serta kampanye pengurangan emisi karbon di industri pelayaran.

Selain untuk menyokong aktivitas operasional internal, TMAS menganggap sektor LNG ini sebagai sebuah lini pendapatan baru yang sangat potensial untuk mengawal tren pertumbuhan performa perusahaan selama beberapa tahun ke depan.

Kucuran pendapatan perdana dari proyek strategis ini diperkirakan mulai mengalir pada semester II/2026 dan diproyeksikan bakal memberikan kontribusi yang optimal pada tahun 2027, sebagaimana dilansir dari berita sumber “Kami melihat ini sebagai salah satu peluang penambahan pendapatan. Dengan pengembangan bisnis LNG, kami berharap ada kontribusi baru terhadap pertumbuhan pendapatan perseroan,” ujar Ganny.

Lebih jauh lagi, manuver bisnis ini dianggap berpotensi besar memperkokoh rekam jejak TMAS selaku pelopor yang mengimplementasikan LNG dalam industri maritim domestik.

Ganny menuturkan bahwa peluang pasar LNG bagi pemenuhan bahan bakar kapal masih terbuka sangat lebar di tengah tingginya urgensi global terhadap energi yang ramah lingkungan, sebagaimana dilansir dari berita sumber “Kami melihat ini sebagai industri baru di sektor maritim, khususnya untuk penyediaan bahan bakar kapal. Indonesia memiliki sumber daya gas yang besar sehingga dapat menjadi basis pengembangan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” katanya.

Di samping fokus dalam menggarap lini bisnis LNG, TMAS berkomitmen tetap konsisten memperkuat sektor bisnis utamanya melalui perluasan jangkauan layanan logistik terintegrasi sekaligus menaikkan kapasitas pelabuhan.

Bekerja sama dengan PT Pelindo Terminal Petikemas, pihak perseroan saat ini tengah merampungkan proyek perluasan area dermaga di kawasan Tanjung Priok, yang semula memiliki panjang 340 meter menjadi 485 meter.

Langkah strategis ini diimplementasikan guna memfasilitasi lonjakan volume bongkar muat sekaligus memperlancar seluruh aktivitas logistik dalam jangka panjang.

Reporter: Gemilang Ramadhan