Laba INCO Naik 32 Persen MIND ID Raih Dividen Rp277 Miliar

ILUSTRASI, mind id (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 03 Juni 2026 | 13:23:06 WIB

JAKARTA – Holding BUMN industri pertambangan MIND ID dipastikan memperoleh kucuran dana hingga ratusan miliar rupiah. Hal ini menyusul keputusan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) untuk membagikan dividen tunai dari tahun buku 2025.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Vale Indonesia telah menyepakati pembagian dividen tunai dengan nilai total US$45,63 juta. 

Angka tersebut mencerminkan rasio pembayaran sebesar 60% dari keseluruhan laba bersih yang didapatkan perseroan selama tahun 2025. Jika dikonversi menggunakan asumsi kurs JISDOR sebesar Rp17.863 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (2/6/2026), maka total nilai dividen tersebut setara dengan Rp815,08 miliar.

Oleh karena itu, MIND ID selaku pemegang saham terbesar dengan kepemilikan mencapai 3.583.533.690 (3,58 miliar) saham atau setara 34% dari jumlah saham beredar Vale Indonesia, diperkirakan akan menerima bagian dividen sekitar Rp277,17 miliar.

Keputusan penentuan dividen ini diambil setelah emiten pertambangan nikel tersebut mencatatkan pertumbuhan performa yang kuat pada 2025. Sepanjang tahun kemarin, INCO sukses membukukan peningkatan laba bersih mencapai 32% secara tahunan. 

Pertumbuhan pada aspek bottom line ini didorong oleh kenaikan pendapatan sebesar 4% secara year on year (YoY) menjadi US$990 juta, pencapaian EBITDA sebesar US$228 juta, serta efisiensi biaya tunai nikel matte yang tetap terjaga dengan baik di tengah situasi volatilitas.

Presiden Direktur Vale Indonesia, Bernardus Irmanto menyampaikan bahwa di tengah tantangan yang dihadapi industri global, perseroan tetap berhasil mempertahankan kinerja operasional yang kokoh, meningkatkan profitabilitas, sekaligus melanjutkan proses transformasi menjadi emiten tambang mineral kritis yang terintegrasi serta berkelanjutan.

“Dividen yang kami tetapkan hari ini dan kemajuan proyek-proyek HPAL [High-Pressure Acid Leach] kami mencerminkan keyakinan perseroan terhadap posisi jangka panjang Indonesia sebagai sumber nikel rendah karbon dan bertanggung jawab bagi transisi energi global,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Selasa (2/6/2026).

Pihak manajemen turut mengumumkan bahwa dividen tunai ini bakal disalurkan kepada para pemegang saham yang namanya sudah terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) atau saat recording date pada tanggal 12 Juni nanti. Di sisi lain, proses pembayaran dividen ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada tanggal 26 Juni 2026.

Sementara itu, sisa dari perolehan laba bersih perseroan di tahun 2025 disepakati untuk ditempatkan sebagai laba ditahan. Dana ini ditujukan demi memperkokoh struktur permodalan sekaligus menyokong rencana ekspansi serta proyek-proyek strategis di masa mendatang.

Bukan hanya menetapkan besaran porsi dividen, agenda RUPST tersebut juga mengesahkan perubahan dalam susunan kepengurusan perusahaan, khususnya pada bagian Dewan Komisaris. 

Para pemegang saham menyetujui pengunduran diri Emily Olson dari posisi Wakil Presiden Komisaris serta Christopher McCleave dari posisi Komisaris. 

Sebagai penggantinya, forum rapat menetapkan Kristina Gauthier sebagai Wakil Presiden Komisaris, serta menunjuk Patricia Renee Pegues dan Adam MacMillan sebagai Komisaris yang baru.

Reporter: Gemilang Ramadhan