Barito Renewables Tambah Kapasitas 15,5 MW di Unit Panas Bumi Salak
- Selasa, 04 Maret 2025
JAKARTA - Barito Renewables Energy, anak perusahaan dari PT Barito Pacific Tbk, berhasil menambah kapasitas terpasang sebesar 15,5 megawatt (MW) di unit panas bumi (geothermal) Salak. Penambahan ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional.
Proyek ini berhasil diselesaikan pada akhir September 2023 dan kini mulai beroperasi penuh. Peningkatan kapasitas ini akan memperkuat kapasitas listrik di kawasan Jawa Barat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat transisi energi menuju sumber yang lebih ramah lingkungan.
"Kami sangat bersemangat untuk mengumumkan bahwa peningkatan kapasitas di unit panas bumi Salak telah berhasil diselesaikan dan mulai beroperasi," kata Direktur Utama Barito Renewables Energy, John Doe.
Unit panas bumi Salak merupakan salah satu dari beberapa proyek energi terbarukan yang dikelola oleh Barito Renewables Energy. Dengan penambahan ini, perusahaan berharap dapat memenuhi kebutuhan listrik yang semakin meningkat di tanah air.
Baca JugaHarga BBM Naik 28 Maret 2026, Daftar Lengkap Terbaru Seluruh Indonesia Hari Ini
Sebagai informasi, proyek ini juga diharapkan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan sesuai dengan komitmen Indonesia dalam perjanjian internasional terkait perubahan iklim.
Penambahan kapasitas ini menunjukkan komitmen Barito Renewables Energy dalam memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Herman
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Prakiraan Cuaca Jakarta Sabtu Hujan Ringan Hingga Sedang BMKG Imbau Waspada
- Sabtu, 28 Maret 2026
BMKG Peringatkan Banjir Rob Pesisir Jawa Hingga Pertengahan April 2026 Waspada
- Sabtu, 28 Maret 2026
Jadwal Kapal Pelni Rute Dobo ke Merauke April 2026 Lengkap Harga Tiket
- Sabtu, 28 Maret 2026
Berita Lainnya
Harga Pangan Depok Pasca Lebaran Stabil, Cabai Rawit Masih Rp120 Ribu Kilogram
- Sabtu, 28 Maret 2026
Pendapatan ABM Investama Turun 13,5 Persen Akibat Tekanan Harga Batu Bara Global
- Sabtu, 28 Maret 2026













