Kamis, 02 April 2026

Koperasi Dorong Pemberdayaan Ekonomi Penyandang Disabilitas

Koperasi Dorong Pemberdayaan Ekonomi Penyandang Disabilitas
Koperasi Dorong Pemberdayaan Ekonomi Penyandang Disabilitas

JAKARTA - Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan peran penting koperasi dalam mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

Menurutnya, koperasi tidak hanya mengorganisir usaha komunitas, tetapi juga meningkatkan daya saing anggotanya di pasar.

“Dengan koperasi, penyandang disabilitas bisa lebih mandiri dan berdaya saing,” kata Ferry, Senin (8/12/2025) di Jakarta.
Semangat kesetaraan menjadi landasan penting dalam membangun akses ekonomi bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Baca Juga

PGN Dorong Penggunaan BBG untuk Kendaraan Harga Stabil Rp 4500 Per Liter

Kesetaraan dan Akses Ekonomi

Menkop Ferry menekankan bahwa semua orang memiliki hak yang sama untuk mengembangkan bakat dan kehidupan.
“Semua orang dilahirkan di dunia dalam keadaan yang sama. Ini membuat kita sadar untuk saling membantu,” ujarnya.

Ia berharap koperasi dapat menjadi wadah yang memberikan akses lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan kemampuan mereka.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong inklusi ekonomi bagi semua lapisan masyarakat.

Contoh Inspiratif Koperasi Tunanetra

Ferry menyoroti koperasi penyandang tunanetra yang memproduksi Alquran braille dan menyumbangkannya ke masjid-masjid sebagai contoh keberhasilan berbasis komunitas.

Menurutnya, model seperti ini menunjukkan bagaimana komunitas disabilitas bisa bersinergi dengan banyak pihak melalui koperasi.

“Beberapa waktu lalu kami didatangi koperasi penyandang tunanetra. Mereka memproduksi Alquran braille dan menyumbangkannya ke masjid. Basis komunitas seperti ini cocok bila punya koperasi,” jelas Menkop Ferry.

Koperasi sebagai Motor Ekonomi Inklusif

Ferry menekankan bahwa koperasi berbasis komunitas dapat menjadi motor penggerak ekonomi inklusif.
Dengan dukungan kementerian terkait, produk-produk yang dihasilkan komunitas disabilitas bisa dikembangkan lebih luas dan bermanfaat bagi masyarakat umum.

“Apa yang dilakukan koperasi tunanetra itu bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua. Basis komunitas bisa didorong untuk punya koperasi agar produk yang dihasilkan teman-teman disabilitas dapat berkembang,” tambahnya.

Koperasi ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana ekonomi, tetapi juga platform sosial yang memperkuat solidaritas dan kemandirian komunitas penyandang disabilitas.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kementerian PKP Percepat Pembangunan Rusun Senen dan Tanah Abang, Target Juni 2026 Rampung

Kementerian PKP Percepat Pembangunan Rusun Senen dan Tanah Abang, Target Juni 2026 Rampung

Pertamina Hulu Mahakam Onstreamkan Dua Sumur Baru, Target Produksi 20 MMscfd

Pertamina Hulu Mahakam Onstreamkan Dua Sumur Baru, Target Produksi 20 MMscfd

Aturan Rusun Subsidi Terbaru: Harga Disesuaikan, Cicilan Diperpanjang hingga 30 Tahun

Aturan Rusun Subsidi Terbaru: Harga Disesuaikan, Cicilan Diperpanjang hingga 30 Tahun

Harga BBM Pertalite & Pertamax 1 April 2026 Tak Berubah, Bagaimana Harga di SPBU BP dan Vivo?

Harga BBM Pertalite & Pertamax 1 April 2026 Tak Berubah, Bagaimana Harga di SPBU BP dan Vivo?

Pemerintah Tegaskan Harga BBM Bersubsidi Tidak Akan Naik Tahun Ini

Pemerintah Tegaskan Harga BBM Bersubsidi Tidak Akan Naik Tahun Ini