Pertamina Patra Niaga Aktifkan Satgas Nataru 2024 2025 untuk Pastikan Ketersediaan Energi
- Rabu, 18 Desember 2024
BALIKPAPAN - PT Pertamina Patra Niaga kembali mengaktifkan Posko Satuan Tugas Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Satgas Nataru). Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan stok dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM), LPG, serta avtur menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Hal ini disampaikan oleh Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Alexander Susilo, dalam konferensi pers di Balikpapan.
Menurut Alexander, Satgas Nataru akan mulai beroperasi efektif dari 16 Desember 2024 hingga 9 Januari 2025. "Satgas NATARU di kantor Regional dan seluruh lokasi suplai poin BBM dan LPG di wilayah Kalimantan akan mulai mengawal dan memantau pasokan serta kelancaran distribusi BBM dan LPG," ujar Alexander.
Interaksi masyarakat yang lebih intensif selama libur akhir tahun diperkirakan meningkatkan konsumsi BBM dan LPG. Diproyeksikan konsumsi BBM jenis gasoline, seperti Pertamax Turbo, Pertamax, dan Pertalite, akan meningkat hingga 3,7%, sementara BBM jenis gasoil, seperti Dex Series dan Biosolar, meningkat sebanyak 1,1%. Konsumsi LPG juga direncanakan naik sebesar 4,5%, serta avtur naik 0,4% dibandingkan rata-rata harian normal di wilayah Kalimantan.
Di Provinsi Kalimantan Utara, ekspektasinya lebih tinggi dengan kenaikan konsumsi gasoline sebesar 7,6% dan gasoil sebesar 3%. Kenaikan konsumsinya mencapai 391 kiloliter per hari untuk gasoline dan 46 metrik ton untuk LPG. "Pertamina sudah siap mengantisipasi peningkatan permintaan energi selama periode Satgas Nataru 2024-2025 di Kalimantan," tambah Alexander.
Pertamina juga menyiapkan 90 SPBU Siaga dan 246 Agen LPG Siaga yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan, termasuk di jalur padat kendaraan seperti di Kalimantan Timur, Barat, Tengah, Utara, dan Selatan. SPBU Siaga akan beroperasi 24 jam dengan persiapan stok dimulai sejak H-14.
Pertamina memastikan bahwa kuota dan stok BBM, LPG, dan avtur di Kalimantan dalam keadaan aman. Ketahanan stok diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga 18 hari untuk BBM, 5 hari untuk LPG, dan 12 hari untuk avtur.
"Kami pastikan stok BBM dan LPG aman untuk Nataru. Keterlambatan pasokan biasanya disebabkan oleh kendala teknis seperti cuaca buruk di laut atau jarak distribusi darat yang jauh," jelas Alexander.
Selain mengawasi distribusi, Pertamina berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLJAR) untuk memastikan kelancaran distribusi BBM, terutama di daerah rawan macet dan longsor. Koordinasi juga dilakukan dengan Badan Geologi, Jasa Marga, TNI, dan PT Telkom Indonesia untuk mengoptimalkan penyaluran energi.
Pertamina mengundang masyarakat yang membutuhkan informasi terkait dengan Satgas Nataru untuk menghubungi kontak Pertamina di 135 atau melalui aplikasi MyPertamina. Di Regional Kalimantan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Satgas Regional di nomor 08115410135.
"Kami berharap posko Satgas Nataru ini dapat memastikan ketersediaan dan penyaluran BBM, LPG, dan avtur secara optimal. Masyarakat bisa menghubungi nomor layanan untuk informasi lebih lanjut," kata Alexander. Dengan langkah strategis ini, PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen memastikan kelancaran distribusi energi bagi masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pink Moon April 2026 Muncul Rabu Malam, BRIN Jelaskan Waktu dan Cara Melihatnya
- Selasa, 31 Maret 2026
Ditjenpas Siap Terapkan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat Secara Bertahap
- Selasa, 31 Maret 2026
Garuda Indonesia Setop Rute Jakarta Bengkulu, Ini Alasan Resmi Kemenhub
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Ditjenpas Siap Terapkan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat Secara Bertahap
- Selasa, 31 Maret 2026
Garuda Indonesia Setop Rute Jakarta Bengkulu, Ini Alasan Resmi Kemenhub
- Selasa, 31 Maret 2026
BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Meski ASN Terapkan WFH
- Selasa, 31 Maret 2026
Siap Hadapi TKA 2026 SD dan SMP, Mendikdasmen Tegaskan Sanksi Tegas bagi Kecurangan
- Selasa, 31 Maret 2026











.jpg)