Jumat, 06 Februari 2026

Dorong Investasi Asing, Bank Mandiri Promosikan sektor IT ke Investor Hongkong

Dorong Investasi Asing, Bank Mandiri Promosikan sektor IT ke Investor Hongkong
Bank Mandiri

Jakarta - Bank Mandiri terus memperkuat daya saing Indonesia dengan mendorong investasi langsung (direct investment) ke tanah air. Terkait komitmen itu, Bank Mandiri memboyong 55 penanam modal yang berbasis di Hongkong untuk mendapatkan paparan mengenai potensi berinvestasi di Indonesia, khususnya sektor teknologi informasi (IT).

Senior Executive Vice President (SEVP) International Banking & Financial Institutions Bank Mandiri Abu Santosa Sudradjat mengungkapkan, pihaknya berkolaborasi dengan Indonesia chamber of commerce in Hong Kong (INACHAMHK) dalam mendatangkan investor asing yang bergerak di sektor informasi dan teknologi tersebut.

“Kami juga mempertemukan mereka dengan perwakilan Kementerian Investasi/BKPM untuk mendapatkan update perkembangan kebijakan terkini, terutama menyangkut sektor usaha terkait dengan IT. Harapannya, event ini dapat meningkatkan ketertarikan dan pemahaman tentang potensi dan kemudahan berinvestasi di Indonesia,” kata Abu Santosa pada event bertajuk Investor Gathering Bank Mandiri - INACHAMHK, di Jakarta, Jumat (10/1).

Baca Juga

BCA Memperkuat Strategi Mitigasi untuk Menekan Risiko Kredit KPR

Tak hanya itu, terdapat agenda business matchmaking dengan berbagai nasabah eksisting Bank Mandiri dari seluruh segmen bisnis, mulai segmen wholesale, segmen commercial, hingga SME.

“Matchmaking event ini merupakan upaya Bank Mandiri untuk menjalankan fungsi sebagai fasilitator dan pendukung investasi ke Indonesia dari negara lain guna memacu pertumbuhan ekonomi domestik. Bank Mandiri memiliki competitive advantage dengan strategic overseas presence di pusat-pusat keuangan dunia,” ujar Abu Santosa.

Bank Mandiri berharap kerjasama ini akan mendorong investasi di sektor-sektor unggulan di Indonesia. Sebab, bank bersandi saham BMRI ini telah memiliki kapabilitas menyeluruh di berbagai sektor industri dari hulu hingga hilir yang dapat membantu calon investor untuk membangun footprint, menemukan local partner yang tepat serta mengembangankan invetasinya di Indonesia.

Dia menambahkan, Bank Mandiri memiliki jaringan ekstensif dengan institusi keuangan global dengan lebih dari 900 hubungan koresponden di lebih dari 70 negara.  Hal ini menjadi nilai tambah untuk mengoptimalkan potensi business matchmaking mengingat basis nasabah global calon investor asal Hongkong tersebut.

“Keberadaan kantor luar negeri turut memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan di luar negeri yang dapat dilakukan secara langsung. Hal ini meliputi hubungan yang kami bina dengan nasabah wholesale di luar negeri (global principal), organisasi multilateral, lembaga pembiayaan ekspor, pemerintah asing dan perwakilan Pemerintah Indonesia di luar negeri,” pungkasnya.

Guna mengoptimalkan komitmen ini, Bank Mandiri juga melibatkan Mandiri Capital Indonesia (MCI) sebagai perusahaan anak yang bergerak di bidang modal ventura guna mencari peluang kerja sama dan investasi di sektor teknologi. Keberadaan MCI juga dapat mengakomodir investor yang mengincar industri rintisan yang potensial di Tanah Air.

Afied

Afied

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi KUR BRI Katalis Pertanian dan Ketahanan Pangan Nasional 2026

Strategi KUR BRI Katalis Pertanian dan Ketahanan Pangan Nasional 2026

Medco Energi Amankan Kredit Rp8 Triliun dari BNI untuk Strategi Korporasi Masa Depan

Medco Energi Amankan Kredit Rp8 Triliun dari BNI untuk Strategi Korporasi Masa Depan

Penurunan Drastis Harga dan Buyback Emas Antam Hari Ini

Penurunan Drastis Harga dan Buyback Emas Antam Hari Ini

Harga Emas Perhiasan 6 Februari 2026: Koreksi Tajam di Level Rp2,415 Juta

Harga Emas Perhiasan 6 Februari 2026: Koreksi Tajam di Level Rp2,415 Juta

Permintaan Emas Dunia 2025 Cetak Rekor, Perubahan Pola Investor Global

Permintaan Emas Dunia 2025 Cetak Rekor, Perubahan Pola Investor Global