Kamis, 02 April 2026

IHSG Hari Ini 4 Desember 2025: Rekomendasi Saham Unggulan

IHSG Hari Ini 4 Desember 2025: Rekomendasi Saham Unggulan
IHSG Hari Ini 4 Desember 2025: Rekomendasi Saham Unggulan

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis, 4 Desember 2025, diperkirakan bergerak terbatas setelah penutupan sebelumnya melemah 0,06% ke 8.611. 

Analis MNC Sekuritas menyebut tekanan jual muncul setelah indeks sempat mencapai area penguatan 8.660.

Meski ruang pelemahan terbatas, risiko koreksi lebih dalam tetap perlu dicermati. Skenario optimistis menempatkan IHSG di area 8.567–8.586 sebelum berpotensi kembali menguat ke 8.709, sementara skenario terburuk memproyeksikan koreksi ke 8.397–8.504.

Baca Juga

Panduan Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Beserta Syarat Pengajuan Lengkap

Level support berada di 8.553 dan 8.491, dengan resistance di 8.660 dan 8.709. Dalam kondisi ini, beberapa saham dinilai layak menjadi perhatian investor.

Saham Unggulan Menjadi Fokus Investor

Salah satu rekomendasi MNC Sekuritas adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Saham emiten milik Prajogo Pangestu ini terkoreksi 0,29% ke level 3.490. Selama harga bergerak di atas 3.350, saham dianggap berada pada awal wave C dari wave (B).

Analis menyarankan speculative buy di rentang 3.400–3.480, dengan target harga 3.640 dan 3.950, serta stop-loss di bawah 3.350. Emiten lain yang menarik perhatian adalah ESSA, saham amonia yang menguat 4,10% ke 635, masih tertahan oleh garis MA200.

Saham tambang nikel INCO turun 1,01% ke 3.920. Selama bertahan di atas 3.770, saham diperkirakan berada pada awal wave B dari wave (B). Strategi speculative buy direkomendasikan di 3.810–3.880 dengan target 4.160–4.290.

TLKM menjadi pilihan lain, naik 0,56% ke 3.580 meski tekanan jual masih muncul. Saham berada di fase awal wave [v] dari wave 5, dengan strategi buy on weakness pada 3.520–3.560 dan target 3.710–3.830.

Pergerakan IHSG dan Indeks Sektoral

Pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, IHSG menguat 0,25% ke posisi 8.633. Mayoritas indeks sektoral dan tematik bergerak hijau, termasuk LQ45 naik 0,52% ke 853,567, IDX30 0,39% ke 439,224, serta KOMPAS100 meningkat 0,43% ke 1.189,816.

Indeks unggulan lain seperti IDX80 naik 0,50%, IDXESGL 0,46%, dan JII 0,64%. Indeks syariah ISSI juga bertambah 0,38% ke 308,017. Sektor industri mencatat kenaikan tertinggi 0,55%, diikuti sektor perbankan dan keuangan 0,24%.

Beberapa sektor melemah, termasuk IDXCYCLIC turun 0,25%, IDXTRANS 0,21%, dan DBX 0,01%. Sektor kesehatan tercatat stagnan di 1.959,660. Tren ini menunjukkan sentimen positif tetap dominan meski tekanan jual tidak sepenuhnya hilang.

Suspensi Saham dan Strategi Investor

BEI menghentikan sementara perdagangan empat saham karena lonjakan harga yang dinilai tidak wajar. Saham yang disuspensi adalah ROCK, INET, PSKT, dan STAR. Langkah ini untuk melindungi investor dan menjaga perdagangan teratur, berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

Tim riset Phintraco Sekuritas optimistis IHSG menguat hari ini. Secara teknikal, histogram MACD masih positif dan Stochastic RSI berada di area pivot, dengan indeks bertahan di atas MA5. Resistance diprediksi di 8.650–8.670.

BRI Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak menguat terbatas dengan support 8.590 dan resistance 8.655. Investor disarankan memantau sentimen global dan pergerakan saham berkapitalisasi besar seperti SCMA, ESSA, dan GTSI.

Faktor Eksternal dan Sentimen Pasar

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menilai IHSG berpotensi menembus 8.650 meski ditutup zona merah. Hal ini disampaikan saat diskusi di BEI terkait revisi UU P2SK, yang juga menjadi momentum mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyebut revisi UU P2SK terkait kewenangan OJK dan LPS, sekaligus menyesuaikan arah ekonomi di bawah Menteri Keuangan baru. Hal ini menjadi perhatian pasar karena kebijakan fiskal dapat memengaruhi sentimen IHSG.

Investor kini mengawasi pergerakan saham unggulan dan indeks sektoral, sambil menunggu publikasi data eksternal seperti indeks PCE Prices dari AS, yang berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga global dan aliran modal.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Belanja Online Ramadan 2026: Fashion Menjadi Primadona dan Produk Premium

Belanja Online Ramadan 2026: Fashion Menjadi Primadona dan Produk Premium

IHSG Selasa 31 Maret 2026 Dibuka Menguat Seiring Sentimen Positif

IHSG Selasa 31 Maret 2026 Dibuka Menguat Seiring Sentimen Positif

Bank Jatim Catat Pertumbuhan Kinerja dan Laba Menguat Sepanjang Tahun 2025

Bank Jatim Catat Pertumbuhan Kinerja dan Laba Menguat Sepanjang Tahun 2025

5,5 Juta Wajib Pajak Belum Lapor SPT, Ini Panduan dan Contoh Isi Coretax

5,5 Juta Wajib Pajak Belum Lapor SPT, Ini Panduan dan Contoh Isi Coretax

Ekonomi RI Kuartal I 2026 Diproyeksi Tumbuh 5,05 Persen, Konsumsi Ramadan Jadi Penopang

Ekonomi RI Kuartal I 2026 Diproyeksi Tumbuh 5,05 Persen, Konsumsi Ramadan Jadi Penopang