Kamis, 02 April 2026

EMJ Capital Luncurkan Treasury Kripto, Strategi Multi-Aset

EMJ Capital Luncurkan Treasury Kripto, Strategi Multi-Aset
EMJ Capital Luncurkan Treasury Kripto, Strategi Multi-Aset

JAKARTA - Hedge fund EMJ Capital yang dipimpin Eric Jackson bersiap meluncurkan EMJX, perusahaan treasury kripto yang fokus pada investasi bitcoin, Ethereum, dan sejumlah kripto kecil. 

Langkah ini dilakukan di tengah harga bitcoin yang masih jauh di bawah level tertingginya baru-baru ini.

“Batas berikutnya adalah treasury digital yang dikelola risiko,” ujar Jackson. Menurutnya, strategi ini memungkinkan perusahaan meraih keuntungan ketika pasar kripto naik, sekaligus membatasi risiko penurunan besar.

Baca Juga

Cara Bayar PDAM Lewat BRImo dengan Praktis, Anti Ribet!

Strategi Multi-Aset dan Lindung Nilai

Berbeda dengan perusahaan treasury kripto lain, EMJX akan menerapkan strategi multi-aset dan lindung nilai aktif. Ini bertujuan membatasi penarikan besar-besaran dan tetap partisipatif saat harga kripto meningkat.

Uji coba strategi EMJX menunjukkan bahwa investasi treasury ini diproyeksikan naik 31% sepanjang 2025, meski bitcoin dan Ethereum masing-masing turun 3% dan 10%. Sementara itu, saham Strategy Inc milik Michael Saylor merosot 41%.

Teknologi AI dan Transparansi Blockchain

Strategi EMJX mengandalkan model kecerdasan buatan yang dipatenkan untuk memandu lindung nilai. Model ini menggabungkan sinyal dari bitcoin dan Ethereum, bukan hanya fokus pada satu aset.

Pasar kripto memberikan transparansi tinggi karena blockchain mencatat arus masuk dan keluar token secara real-time. Hal ini memungkinkan EMJ menganalisis perilaku investor besar atau whales untuk mengambil keputusan lebih tepat.

Generasi Muda AS Beralih ke Kripto

Fenomena treasury kripto seperti EMJX menarik perhatian generasi muda, terutama di AS, yang kesulitan membeli rumah. Laporan Financial Times mengungkap Gen Z memilih berinvestasi di kripto dan aset berisiko tinggi sebagai alternatif tabungan tradisional.

Dua ekonom, Seung Hyeong Lee dan Younggeun Yoo, meneliti bahwa mereka yang belum atau sulit memiliki rumah cenderung mengambil risiko finansial lebih tinggi, termasuk kripto. Sebaliknya, mereka yang memiliki prospek kepemilikan rumah lebih konservatif dalam berinvestasi.

Kenaikan harga rumah AS 2,2% antara kuartal ketiga 2024 dan kuartal ketiga 2025 memperkuat tren ini. Dalam kondisi ekonomi yang menantang, kripto menjadi pilihan investasi berisiko tinggi namun berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS Dipicu Lonjakan Harga Minyak Global

Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS Dipicu Lonjakan Harga Minyak Global

Bursa Asia Bangkit Dipicu Harapan Damai Iran Amerika Serikat dan Israel

Bursa Asia Bangkit Dipicu Harapan Damai Iran Amerika Serikat dan Israel

Bursa Asia Menguat Pagi Ini Dipicu Harapan Berakhirnya Konflik Iran Global

Bursa Asia Menguat Pagi Ini Dipicu Harapan Berakhirnya Konflik Iran Global

Saldo Minimum Bank Mandiri BRI BNI Terbaru April 2026 Lengkap Terbaru

Saldo Minimum Bank Mandiri BRI BNI Terbaru April 2026 Lengkap Terbaru

BRImo Kian Ramah Pengguna Permudah Transaksi Digital Masyarakat Indonesia Masa Kini

BRImo Kian Ramah Pengguna Permudah Transaksi Digital Masyarakat Indonesia Masa Kini