Inspiratif Kisah Kepala Desa Bertato Bangun Ekonomi Desa Jadi Contoh
- Selasa, 01 Juli 2025
JAKARTA - Yuni Nugroho, yang lebih dikenal dengan nama "Hoho" Alkaf, kepala Desa Purwasaba di Kabupaten Banjarnegara, menarik perhatian banyak orang bukan hanya karena penampilannya yang nyentrik dan bertato di sekujur tubuhnya, tetapi juga karena visi kepemimpinannya yang luar biasa. Di balik tato dan gaya hidup yang berbeda, Hoho mampu mengubah wajah desanya dengan pemanfaatan dana desa secara efektif dan produktif.
Keberhasilan ini bahkan sampai mendapat pujian dari sosok berpengaruh, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kepemimpinan Hoho membuktikan bahwa penampilan fisik tidak menjadi ukuran kualitas seorang pemimpin desa.
Puji Gubernur Dedi Mulyadi atas Kepemimpinan Hoho
Baca JugaPrediksi UFC Fight Night: Mario Bautista vs Vinicius Oliveira di Kelas Bantam
Dalam kunjungannya ke Desa Purwasaba, Dedi Mulyadi tak dapat menyembunyikan kekagumannya terhadap Hoho. Melalui sebuah video TikTok yang viral, Dedi memberikan pujian yang tulus dan mengapresiasi kerja keras Hoho.
"Saya ini habis dari Purwokerto, Banyumas, sekarang ke sini, ke Purwasaba. Kades ini bukan cuma tampilannya yang bertato dan nyentrik, tapi kepemimpinannya juga keren," ujar Dedi Mulyadi.
Dedi bahkan menegaskan bahwa desa seperti Purwasaba yang dikelola dengan baik layak mendapat dana desa hingga Rp5 miliar per tahun. Hubungan keduanya sudah terjalin lama, terbukti saat Dedi masih menjadi anggota DPR RI, ia pernah membeli 120 ekor sapi dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Purwasaba sebagai bentuk dukungan.
Dana Desa Disulap Jadi Mesin Ekonomi Produktif
Dibawah kepemimpinan Hoho, dana desa tidak sekadar dibelanjakan, melainkan diubah menjadi berbagai unit usaha produktif. Melalui BUMDes, beberapa usaha berhasil dikembangkan, seperti sawah produktif, pembudidayaan ikan, dan peternakan ayam petelur.
Peternakan ayam petelur menjadi salah satu usaha unggulan dengan jumlah 7.000 ekor ayam yang mampu menghasilkan 420 kilogram telur setiap hari. Selain menghasilkan keuntungan yang nyata bagi desa, usaha ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
Rahasia Kesuksesan: Manajemen Modern dan Pendekatan Profesional
Latar belakang Hoho sebagai pengusaha sebelum menjabat kepala desa menjadi kunci utama keberhasilannya. Ia menerapkan prinsip manajemen modern dalam mengelola BUMDes, mulai dari perencanaan matang, pelatihan sumber daya manusia lokal, hingga pengembangan pasar yang berkelanjutan.
“Kita serius kelola, ada perencanaan, ada SDM lokal yang dilatih, dan pasar kita bangun,” ujar Hoho. Dengan target omzet mencapai Rp2 miliar pada akhir 2025, Purwasaba menjadi contoh nyata bagaimana dana desa bisa dimanfaatkan secara profesional dan efektif.
Inspirasi Kepemimpinan untuk Desa-Desa Lain di Indonesia
Kisah Hoho Alkaf dan keberhasilan Desa Purwasaba adalah bukti bahwa penampilan fisik tidak menentukan kualitas seorang pemimpin. Visi, kerja keras, dan manajemen profesional mampu mengubah potensi desa menjadi kekuatan ekonomi yang membanggakan.
Semangat dan inovasi yang ditunjukkan Hoho menjadi inspirasi penting bagi para kepala desa dan pemimpin lokal di seluruh Indonesia agar lebih kreatif dan produktif dalam mengelola dana desa demi kemajuan masyarakat.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Analisis Khabib Nurmagomedov Terkait Kemenangan Angka Umar di UFC 324
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Cari Pengganti Modric-Kroos, Mac Allister Jadi Target Utama
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Hadapi Valencia, Arbeloa Soroti Masalah Konsistensi Pemain
- Jumat, 06 Februari 2026
Pemerintah Siapkan Dana Enam Miliar Dolar Demi Kebangkitan Industri Tekstil Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Jamu Indonesia Kuat dalam Budaya dan Berpeluang Besar Menggerakkan Ekonomi Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026













