Green Refinery Cilacap: Transformasi Energi oleh Subholding BUMN Kilang Pertamina Internasional
- Kamis, 11 Juli 2024
JAKARTA - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus maju dengan proyek "Green Refinery Cilacap", yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan target produksi biofuel sebesar 6.000 barel untuk mendukung target pemerintah mencapai 23% bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) pada tahun 2025.
Isnanto Nugroho, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis KPI, menyatakan bahwa KPI secara aktif mencari mitra strategis untuk Green Refinery Cilacap. Proyek ini terus berjalan sesuai rencana, dengan KPI saat ini sedang melakukan proses seleksi mitra strategis, termasuk bank, lembaga kredit ekspor, dan lembaga multilateral. Paparan Isnanto ini disampaikan dalam acara "Opportunities Matching – Green Refinery Cilacap" pada Pertamina Investor Day bulan Juni yang lalu, menarik perhatian ratusan investor domestik dan internasional.
Isnanto juga menjelaskan keunggulan Green Refinery Cilacap sebagai investasi, termasuk statusnya sebagai Proyek Strategis Nasional yang didukung oleh kerangka kebijakan yang kuat, serta lokasinya di lahan yang sudah dimiliki oleh Pertamina.
Baca JugaZulhas Tegaskan Operasional Kopdes Dimulai Usai Fisik Bangunan Rampung
Hermansyah Y Nasroen, Sekretaris Perusahaan KPI, menambahkan bahwa Green Refinery Cilacap memiliki nilai strategis yang besar sebagai investasi, dengan kemampuannya untuk memproduksi Hydrotreated Vegetable Oil, Sustainable Aviation Fuel, dan Bionafta, yang merupakan produk ramah lingkungan. Proyek ini juga dianggap memberikan nilai tambah bagi Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya biofuel yang melimpah, didukung oleh pengalaman dan keahlian KPI dalam bisnis kilang dan petrokimia.
Green Refinery Cilacap, yang akan meningkatkan kapasitas produksi dari 3.000 barel menjadi 6.000 barel, akan fokus pada pengolahan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), Sustainable Aviation Fuel (SAF), dan Bionafta dari Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah. Fasilitas baru ini akan dilengkapi dengan infrastruktur termasuk Palm Oil Treater, Faractionator, dan fasilitas Offsite.
Sebagai bagian dari komitmen KPI terhadap prinsip ESG (Environment, Social & Governance), anak perusahaan Pertamina ini terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan menerapkan Sepuluh Prinsip Universal dari UNGC dalam operasionalnya. KPI bertekad untuk terus menjalankan bisnis secara profesional demi mencapai visinya sebagai perusahaan kilang minyak dan petrokimia kelas dunia yang berwawasan lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, dan memiliki tata kelola perusahaan yang baik.
Redaksi
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dinamika Sembako Kehidupan: Ramalan Zodiak Hari Ini Fokus Evaluasi Rencana
- Kamis, 05 Februari 2026
Dinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
- Kamis, 05 Februari 2026
IFEX 2026 Jadi Ajang Promosi Daya Saing Industri Mebel Indonesia Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
BPS Laporkan Pekerja Bertambah dan Pengangguran Menurun Secara Nasional
- Kamis, 05 Februari 2026
Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
IKN Kembangkan Pariwisata Berbasis Alam dengan Keterlibatan Warga Lokal
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026
- 05 Februari 2026
2.
3.
Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia
- 05 Februari 2026
4.
Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026
- 05 Februari 2026
5.
Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China
- 05 Februari 2026












