Kamis, 05 Februari 2026

Dua Proyek FSA di Zona 9: Langkah Maju Pengelolaan Migas yang Efisien dari  Subholding Upstream BUMN PHI

Dua Proyek FSA di Zona 9: Langkah Maju Pengelolaan Migas yang Efisien dari  Subholding Upstream BUMN PHI

PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), melalui afiliasi dan anak perusahaannya di Zona 9, berhasil menyelesaikan dua proyek kolaborasi antar wilayah kerja (WK) migas yang dikenal sebagai Facilities Sharing Agreement (FSA). Proyek senilai total USD 12,2 juta ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan aktivitas lifting migas serta menghemat biaya operasional hingga USD 3,2 juta per tahun.

Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menjelaskan bahwa strategi borderless yang diterapkan Zona 9 dalam mengelola WK migas yang saling beririsan dengan WK migas lain milik Grup Pertamina telah terbukti memberikan nilai tambah yang signifikan. Strategi ini memungkinkan optimalisasi penggunaan fasilitas produksi dan infrastruktur pendukung lainnya, sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional.

Kedua proyek FSA yang berhasil diselesaikan ini merupakan bagian dari program inisiatif borderless tahap I untuk lingkup fasilitas-fasilitas di permukaan (surface facilities) yang dimulai sejak April 2022. Proyek ini melibatkan PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field area Anggana dan Sangasanga.

Baca Juga

Zulhas Tegaskan Operasional Kopdes Dimulai Usai Fisik Bangunan Rampung

Pjs General Manager Zona 9, Susan Syahdina, mengungkapkan bahwa keberhasilan penyelesaian proyek ini tidak hanya meningkatkan keandalan operasi, tetapi juga berhasil menekan biaya hingga USD 2,9 juta. "Pencapaian ini berkat hasil optimasi desain engineering dan pemanfaatan material yang sudah bernilai buku nol," jelas Susan.

Selain itu, dengan adanya proyek ini, proses lifting migas dari PEP Sangasanga Field area Anggana dan Sangasanga dapat langsung dialirkan ke jaringan pipa Kalimantan Timur, sehingga memangkas biaya operasional secara signifikan.

Sunaryanto menambahkan bahwa PHI terus berkomitmen untuk menerapkan beragam inovasi dalam kegiatan operasional hulu migas, termasuk dalam kegiatan pengeboran, untuk mencapai target produksi yang lebih efektif, cepat, dan hemat biaya.

Keberhasilan penyelesaian proyek FSA ini merupakan bukti nyata komitmen PHI dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya migas di Indonesia. Dengan terus mendorong sinergi dan kolaborasi antar wilayah kerja, PHI optimis dapat terus menghasilkan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan pemegang saham.

Redaksi

Redaksi

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BPS Laporkan Pekerja Bertambah dan Pengangguran Menurun Secara Nasional

BPS Laporkan Pekerja Bertambah dan Pengangguran Menurun Secara Nasional

Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026

Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026

IKN Kembangkan Pariwisata Berbasis Alam dengan Keterlibatan Warga Lokal

IKN Kembangkan Pariwisata Berbasis Alam dengan Keterlibatan Warga Lokal

Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia

Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia

Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026

Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026