Breaking

Harga Minyak Dunia Melonjak, Pertamax Berpotensi Naik ke Rp20.000

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Senin, 14 September 2026
Harga Minyak Dunia Melonjak, Pertamax Berpotensi Naik ke Rp20.000
Ilustrasi Kenaikan harga minyak dunia (FOTO : NET)

JAKARTA – Kenaikan harga minyak dunia ke atas US$100 per barel membuka ruang bagi BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax, berpeluang mendekati level Rp20.000 per liter apabila tekanan pasokan akibat gejolak geopolitik dan fluktuasi nilai tukar rupiah terus berlanjut.

Mengutip CNBC International pada Minggu (13/9/2026), harga minyak dunia terpantau kembali menembus US$100 per barel pada pekan lalu di tengah perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) tak kunjung usai.

Pada perdagangan akhir pekan, harga minyak jenis Brent ditutup pada level US$104,61 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI), ditutup pada kisaran US$100,05 per barel.

Sepanjang pekan lalu, harga minyak Brent tercatat menguat 8,7%, sedangkan WTI terpantau naik 9,4%.

PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan harga Pertamax berpotensi berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter apabila harga minyak mentah dunia tidak kembali turun ke level US$60—US$70 per barel.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan, perkembangan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga BBM nonsubsidi di dalam negeri. Menurutnya, harga minyak dunia saat ini masih belum stabil di tengah konflik geopolitik yang terjadi di sejumlah wilayah, terutama di Timur Tengah.

"Jadi kalau berharap turun ke US$70 per barel atau US$60 per barel seperti sebelum terjadinya krisis geopolitik. Kami doakan semoga itu bisa terjadi, kalau tidak kondisinya akan berdampak seperti sekarang harga Pertamax itu akan berkisaran antara di atas Rp18.000 sampai Rp20.000,” kata Eko sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Eko menjelaskan konflik di Timur Tengah memberikan dampak yang lebih besar terhadap pasokan dan harga minyak dunia. Kondisi tersebut terutama berkaitan dengan gangguan terhadap jalur distribusi minyak mentah melalui Selat Hormuz.

Saat ini, harga Pertamax masih dipertahankan di level Rp15.950 per liter, sementara BBM jenis bensin nonsubsidi lainnya telah mengalami kenaikan harga sejak awal September 2026.

Harga Pertamax Green 95 kini dipatok Rp19.150 per liter, naik Rp2.500 dari harga sebelumnya Rp16.600 per liter. Lalu, Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.600 per liter, naik dari Rp18.300 per liter pada Agustus 2026.

Harga BBM jenis diesel nonsubsidi juga mengalami kenaikan. Harga Dexlite meningkat menjadi Rp23.700 per liter dari sebelumnya Rp19.700 per liter dan harga Pertamina Dex naik menjadi Rp25.200 per liter dari sebelumnya Rp21.150 per liter.

Praktisi Migas Hadi Ismoyo memperkirakan harga minyak dunia dapat bertahan di kisaran US$100 per barel dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi tersebut berpotensi mendorong harga Pertamax naik signifikan apabila diikuti pelemahan nilai tukar rupiah.

"Faktor geopolitik menjadi penentu paling dominan terhadap pergerakan harga minyak dunia dalam beberapa bulan mendatang. Sejumlah gangguan pasokan berpotensi memperketat keseimbangan pasar minyak global," jelas Hadi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hadi menyebut, setidaknya terdapat tiga faktor signifikan yang perlu diperhatikan. Pertama, penutupan Selat Hormuz yang berpotensi menghilangkan pasokan sekitar 20 juta barel minyak per hari dari jalur perdagangan.

Kedua, penutupan pipa East-West Arab Saudi yang berpotensi menghilangkan sekitar 7 juta barel minyak per hari. Ketiga, gangguan di kawasan Bab el-Mandeb akibat pencegatan oleh kelompok Houthi.

Dengan asumsi harga minyak dunia berada di level rata-rata US$100 per barel, Hadi memperkirakan harga Pertamax dapat berada di kisaran Rp18.700 per liter.

Dia menuturkan, kenaikan tersebut membuka peluang harga Pertamax bergerak semakin dekat dengan level Rp20.000 per liter apabila tekanan terhadap harga minyak dunia dan nilai tukar berlangsung lebih tinggi.

"Jika kurs dolar Rp17.800 dan yield 0,6 maka harga Pertamax seharusnya kembali di kisaran Rp18.700 per liter," kata Hadi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua