Breaking

Astra ASII Siapkan Rp858 Miliar untuk Tambah Kepemilikan di AUTO

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 10 September 2026
Astra ASII Siapkan Rp858 Miliar untuk Tambah Kepemilikan di AUTO
Ilustrasi PT Astra International Tbk (ASII) memproyeksikan tambahan laba sekitar Rp 115 miliar dari rencana peningkatan kepemilikan saham anak usahanya, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO). (sumber foto: NET)

JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) memproyeksikan tambahan laba sekitar Rp 115 miliar dari rencana peningkatan kepemilikan saham anak usahanya, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO).

Tambahan laba tersebut diperkirakan berasal dari pelaksanaan penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO) yang dilakukan ASII terhadap saham AUTO.

Melalui aksi korporasi tersebut, ASII berencana membeli sebanyak-banyaknya 238,44 juta saham AUTO atau setara 4,94 persen dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.

ASII menawarkan harga sebesar Rp 3.600 per saham dalam VTO. Harga tersebut berada di atas harga saham AUTO yang tercatat Rp 3.340 per saham pada penutupan perdagangan sesi pertama, Kamis (10/9/2026).

Presiden Direktur Astra International, Rudy mengatakan, apabila seluruh saham yang ditawarkan melalui VTO terserap, kepemilikan ASII di AUTO akan meningkat menjadi sekitar 84,95 persen.

Menurutnya, kenaikan porsi kepemilikan tersebut berpotensi memberikan tambahan laba sekitar Rp 100 miliar hingga Rp 115 miliar bagi ASII.

“Kalau kami bisa mengambil semua, kepemilikan kami akan naik ke 84,95 persen, jadi akan naik 4,95 persen. Kali profit Astra Otoparts sekarang sekitar Rp 2,2 triliun, Rp 2,3 triliun, dari itu tambahan sekitar Rp100 miliar, Rp 115 miliar terhadap laba rugi perseroan,” ujar Rudy dalam public expose 2026, Kamis (10/9/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rudy menuturkan, ASII telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 858 miliar untuk meningkatkan kepemilikan saham AUTO.

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan fundamental AUTO yang dinilai kuat, termasuk kondisi arus kas perusahaan yang sehat.

Selain itu, Astra Otoparts dinilai masih memiliki peluang untuk mengembangkan bisnisnya dalam jangka panjang.

“Fundamentalnya bagus, cash flow-nya sehat dan kami melihat ke depan masih banyak potensi pertumbuhan,” paparnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski kepemilikannya ditingkatkan, ASII memastikan AUTO tetap mempertahankan status sebagai perusahaan terbuka. Astra juga akan mempertahankan porsi saham yang beredar di publik atau free float AUTO minimal sebesar 15 persen.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua