BYAN Tertekan, Kabar Akuisisi Saham Haji Isam Jadi Sorotan
JAKARTA - Harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tertekan setelah beredar kabar mengenai rencana akuisisi oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Saham BYAN melemah 3,45% pada perdagangan sesi pertama Kamis (10/9/2026). Hingga pukul 11.53 WIB, saham emiten tambang batubara tersebut berada di level Rp 13.300 per saham.
Tekanan terhadap saham BYAN muncul setelah pemberitaan mengenai rencana pengambilalihan sekitar 62% saham Bayan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengannya. Mengutip Bloomberg, nilai 62% saham BYAN tersebut disebut mencapai sekitar US$ 3 miliar.
Jika angka tersebut menjadi dasar perhitungan, valuasi 100% saham Bayan Resources diperkirakan mencapai sekitar US$ 4,84 miliar.
Berdasarkan struktur pemegang saham, jumlah saham BYAN mencapai sekitar 33,33 miliar saham. Dengan demikian, nilai tersirat dari transaksi tersebut berada di kisaran US$ 0,145 per saham.
Jika menggunakan asumsi kurs Rp 17.500 per dolar AS, nilai tersebut setara sekitar Rp 2.538 per saham. Harga tersebut jauh berada di bawah harga pasar BYAN yang pada Kamis siang mencapai Rp 13.300 per saham.
Dalam keterbukaan informasi sebelumnya pada 18 Agustus 2026, Corporate Secretary Bayan Resources Jenny Quantero menyatakan pihaknya tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi saham seperti informasi yang beredar di media.
Bayan Resources juga menyatakan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan sekitar 62,2% saham oleh Haji Isam maupun pihak yang terafiliasi dengannya. Perseroan menyebut tidak memiliki informasi mengenai pihak yang terlibat, struktur transaksi, jumlah saham yang akan dialihkan, maupun nilai transaksi.
“Perusahaan tidak memiliki informasi mengenai porsi saham yang akan dialihkan dan/atau nilai transaksi sehubungan dengan informasi mengenai rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham tersebut,” tulis Jenny dalam keterbukaan informasi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Hingga saat ini, kepemilikan saham BYAN mayoritas masih berada di tangan Dato' Dr Low Tuck Kwong dengan porsi 40,251%, atau sekitar 13,42 miliar saham.
Pemegang saham besar lainnya yakni Elaine Low dengan kepemilikan 22,002% dan PT Sumber Suryadana Prima sebesar 10%. Sementara itu, masyarakat non-warkat menguasai sekitar 21,287% saham.