Breaking

MGLV Beralih ke Data Center dan AI, Ini Profil dan Kinerjanya

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 10 September 2026
MGLV Beralih ke Data Center dan AI, Ini Profil dan Kinerjanya
Ilustrasi MGLV berencana mengembangkan high-density data center, yakni fasilitas pusat data yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komputasi dan pemrosesan data dengan kepadatan tinggi. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Intip profil emiten MGLV yang tengah menjadi sorotan. PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV), sebelumnya bernama PT Panca Anugrah Wisesa Tbk, sedang menjalankan transformasi bisnis besar.

Emiten tersebut mulai mengalihkan fokus dari bisnis furnitur dan perdagangan peralatan rumah tangga menuju sektor infrastruktur digital, data center, cloud computing, serta kebutuhan komputasi berbasis artificial intelligence (AI).

Transformasi ini terjadi setelah PT Nextier Datamate Center (NDC) menjadi pengendali baru MGLV pada Februari 2026. Selanjutnya, perseroan mengubah nama menjadi PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk pada Juli 2026.

Perubahan arah bisnis MGLV semakin terlihat setelah perseroan pada September 2026 melakukan divestasi terhadap 13 anak usaha lama dan mempersiapkan akuisisi entitas yang bergerak dalam bisnis data center serta GenAI.

Pergantian nama tersebut juga diikuti perubahan kegiatan usaha yang telah memperoleh persetujuan pemegang saham. MGLV memperluas cakupan usahanya ke penyediaan infrastruktur komputasi dan hosting, perusahaan induk, serta konsultasi manajemen.

MGLV berencana mengembangkan high-density data center, yakni fasilitas pusat data yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komputasi dan pemrosesan data dengan kepadatan tinggi.

Fasilitas tersebut akan diarahkan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan, meliputi:

  • Artificial Intelligence (AI)
  • Cloud computing
  • Penyimpanan data
  • Pengelolaan dan pemrosesan data
  • Infrastruktur komputasi digital
  • Hosting dan layanan terkait data center

Perseroan menilai pertumbuhan ekonomi digital, pemanfaatan cloud computing, serta perkembangan AI menjadi peluang yang dapat meningkatkan kebutuhan infrastruktur pusat data di Indonesia.

Sebagai bagian dari transformasi bisnisnya, MGLV bersama NDC menyiapkan transaksi yang mencakup pengambilalihan saham dan piutang PT Nextier Askara Center (NAC) serta PT Nextier GenAi Center (NGC).

Rencana tersebut telah masuk dalam agenda transaksi material yang memperoleh persetujuan melalui RUPSLB September 2026.

Dengan langkah tersebut, MGLV tidak hanya mengubah bidang usaha secara administratif, tetapi juga mempersiapkan aset dan entitas yang berhubungan langsung dengan bisnis data center serta GenAI.

Berdasarkan data IPOT sesi 1 Kamis (10/9), saham MGLV berada di level Rp14.975 per saham, naik 30,22% atau Rp3.475 dalam periode 5 hari terakhir.

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi menarik selengkapnya.

Setelah transformasi bisnis, lini usaha MGLV dapat dibagi ke dalam tiga kelompok utama.

Infrastruktur komputasi dan hosting

Salah satu kegiatan usaha utama yang baru ditambahkan adalah penyediaan infrastruktur komputasi dan hosting. Perseroan dapat mengembangkan infrastruktur komputasi, layanan hosting, serta fasilitas yang mendukung operasional pusat data.

Data center dan AI

MGLV menargetkan pembangunan dan pengembangan high-density data center untuk memenuhi kebutuhan AI, cloud computing, penyimpanan, serta pemrosesan data.

Fokus tersebut menjadi penting karena kebutuhan komputasi AI membutuhkan kapasitas server, jaringan, penyimpanan, dan fasilitas data center yang lebih besar dibandingkan kebutuhan komputasi konvensional.

Holding dan konsultasi manajemen

Selain mengembangkan infrastruktur digital, anggaran dasar MGLV juga diperluas sehingga mencakup kegiatan perusahaan induk (holding) dan konsultasi manajemen.

Di sisi lain, bisnis lama MGLV yang sebelumnya berfokus pada furnitur dan perdagangan peralatan rumah tangga mulai ditinggalkan melalui restrukturisasi dan divestasi sejumlah anak usaha.

Pada 8 September 2026, MGLV mengumumkan penjualan seluruh kepemilikannya pada 13 anak usaha kepada PT Trijaya Wisesa Makmur.

Sejalan dengan masuknya pengendali baru, susunan manajemen MGLV turut mengalami perubahan.

Direksi

  • Ahmad Zulfikar — Direktur Utama
  • Putra Batee — Direktur
  • Ma Da — Direktur
  • Afin Mauchant — Direktur
  • Dewan Komisaris
  • Suriyanto — Komisaris Utama
  • Glenn Sugita — Komisaris
  • Ridwan Hassan — Komisaris Independen
  • Widjono — Komisaris

Susunan tersebut merupakan struktur manajemen terbaru yang ditampilkan NexAI setelah terjadi perubahan pada tingkat komisaris pada September 2026.

Merangkum data BEI, laporan keuangan terbaru untuk periode semester I 2026 masih mencerminkan kondisi bisnis lama, sebelum transformasi menuju data center memberikan kontribusi material.

Pada 6M26, MGLV membukukan pendapatan Rp26,1 miliar, turun 74,6% dibandingkan Rp102,7 miliar pada periode yang sama 2025. Laba kotor juga mengalami penurunan menjadi Rp4,9 miliar dari Rp40,6 miliar.

  • Kinerja 6M 2026 | 6M 2025 | Perubahan
  • Pendapatan | Rp26,1 miliar | Rp102,7 miliar | -74,6%
  • Laba kotor | Rp4,9 miliar | Rp40,6 miliar | -87,9%
  • EBITDA | -Rp13,2 miliar | Rp13,4 miliar | -198,5%
  • Laba bersih | -Rp14,1 miliar | Rp9,5 miliar | -248,4%

Margin kotor MGLV pada semester I 2026 berada di sekitar 18,8%, sementara margin EBITDA tercatat -50,6%. Dengan kondisi tersebut, perusahaan masih mencatatkan kerugian dari kegiatan operasional pada periode tersebut.

Dari sisi neraca, total aset MGLV pada kuartal II 2026 tercatat sekitar Rp184 miliar, dengan ekuitas sebesar Rp114,2 miliar. Sementara itu, posisi kas berada di sekitar Rp1,3 miliar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua