Breaking

Penjualan SR025 Tiga Tahun Melesat, Kuota Tersisa 15,8 Persen

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 10 September 2026
Penjualan SR025 Tiga Tahun Melesat, Kuota Tersisa 15,8 Persen
Ilustrasi Minat investor terhadap SR025 semakin kuat Hingga 10 September 2026. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Minat investor terhadap Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR025 semakin menguat menjelang berakhirnya masa penawaran. Hingga Kamis (10/9/2026), penyerapan SR025 tenor tiga tahun (T3) di Bibit.id telah mencapai 84,2% dari total kuota yang disediakan.

Mengacu pada data penjualan di Bibit.id, SR025 T3 memiliki kuota sebesar Rp 15 triliun. Dengan tingkat penyerapan tersebut, sekitar 15,8% kuota masih belum terserap.

Di sisi lain, penjualan SR025 tenor lima tahun (T5) baru mencapai 56,1% dari total kuota Rp 5 triliun. Periode penawaran SR025 akan berakhir pada 16 September 2026.

Penjualan kedua tenor tersebut mencatat kenaikan dibandingkan sehari sebelumnya. Penjualan T3 yang pada Rabu (9/9/2026) berada di level 69% meningkat 15,2 poin persentase dalam satu hari. Sementara itu, penjualan T5 naik dari 47,8% menjadi 56,1%.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai penjualan SR025 tenor tiga tahun saat ini berjalan cukup kuat. Sebaliknya, penyerapan tenor lima tahun masih memerlukan dorongan yang lebih besar pada pekan terakhir masa penawaran.

"Untuk T3, laju penjualannya dapat dikatakan cukup kuat, sedangkan T5 masih tergolong moderat dan membutuhkan percepatan pada pekan terakhir," kata Josua kepada Kontan, Kamis (10/9/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski penjualan menunjukkan perkembangan, Josua mengingatkan bahwa data tersebut belum bisa menjadi gambaran penjualan SR025 secara nasional. Sebab, data yang tersedia merupakan tingkat pemanfaatan kuota di Bibit, yang hanya merupakan salah satu dari 33 mitra distribusi SR025.

"Angka tersebut merupakan tingkat pemanfaatan kuota di Bibit, sehingga tidak otomatis sama dengan penjualan nasional," ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Josua melihat peluang kenaikan penjualan SR025 masih terbuka hingga masa penawaran berakhir. Menurutnya, minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) ritel cenderung meningkat ketika batas akhir pemesanan semakin dekat.

Untuk SR025 tenor tiga tahun, Josua memperkirakan penyerapan di Bibit dapat berada di kisaran 90%-100% hingga masa penawaran ditutup. Artinya, T3 masih mempunyai peluang besar untuk menyerap seluruh kuota yang tersedia.

Sementara itu, untuk tenor lima tahun, Josua memperkirakan tingkat penyerapan hingga akhir masa penawaran berada di kisaran 65%-85%.

"Penyerapan 100% tetap mungkin tetapi membutuhkan percepatan sangat besar, pembelian bernilai besar pada hari-hari terakhir, atau perubahan alokasi kuota," jelasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Peningkatan penjualan juga berpotensi datang dari investor dengan nilai pemesanan besar. Pasalnya, batas pemesanan SR025 tenor lima tahun mencapai Rp 10 miliar per investor.

Dengan batas pemesanan tersebut, transaksi dalam nominal besar menjelang penutupan penawaran berpotensi meningkatkan tingkat penyerapan T5 secara signifikan.

Hingga Kamis (10/9/2026), SR025 tenor tiga tahun masih menyisakan 15,8% kuota di Bibit untuk mencapai penyerapan penuh. Sementara itu, tenor lima tahun masih memiliki sisa kuota sebesar 43,9%.

Pergerakan penjualan dalam beberapa hari terakhir hingga 16 September 2026 akan menentukan tingkat penyerapan kedua tenor SR025. Khusus tenor lima tahun, diperlukan percepatan penjualan yang lebih besar agar tingkat penyerapannya dapat mendekati kuota yang telah disediakan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua