Breaking

Laba AKRA Tumbuh 21,25 Persen, Dividen Jadi Perhatian Investor

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 08 September 2026
Laba AKRA Tumbuh 21,25 Persen, Dividen Jadi Perhatian Investor
Ilustrasi Laba bersih AKRA tumbuh 21,25 persen pada semester I-2026 mencapai Rp 1,43 triliun. (sumber foto: NET)

JAKARTA - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memastikan tetap memberikan nilai kepada pemegang saham melalui pembagian dividen.

Corporate Secretary & Head of Legal Division AKR Corporindo, Arum Pawestri mengatakan kebijakan dividen tersebut sejalan dengan ketentuan perseroan yang menetapkan pembagian dividen sekurang-kurangnya 30% dari laba bersih.

"AKR sendiri dalam melakukan pembagian dividen sesuai dengan kebijakan perusahaan di mana pembagian dividen sekurang-kurangnya adalah 30% dari laba bersih dan apabila laba bersih perusahaan melebihi dari Rp 50 miliar," kata Arum dalam public expose, Selasa (8/9/2026). sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dalam penerapan kebijakan tersebut, Arum menjelaskan bahwa keputusan pembagian dividen akan mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk kebutuhan pendanaan, kondisi keuangan, serta persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Perseroan juga berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan pemegang saham dan kebutuhan bisnis melalui penerapan disiplin dalam alokasi modal.

"AKRA tetap berkomitmen untuk memberikan nilai kepada pemegang saham melalui pembagian dividen dengan mempertimbangkan kinerja arus kas, kebutuhan investasi dan kondisi keuangan perseroan," tambahnya. sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai informasi, AKRA mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp 1,43 triliun pada semester I-2026.

Capaian tersebut meningkat 21,25% dibandingkan laba bersih sebesar Rp 1,18 triliun yang dibukukan pada semester I-2025.

Kenaikan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan AKRA selama enam bulan pertama 2026. Total pendapatan perseroan mencapai Rp 30,84 triliun pada semester I-2026.

Angka tersebut meningkat 44% dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 21,41 triliun.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua