Sinyal Akumulasi Whale dan Arus Masuk ETF Topang Prospek Ethereum
JAKARTA – Harga Ethereum terus diperdagangkan secara mendatar dan berada di kisaran US$1.901 pada hari Jumat, yang memberikan indikasi potensi terjadinya penembusan harga di masa depan. Pada saat yang sama, masuknya dana ke Exchange Traded Funds (ETF) secara konsisten serta meningkatnya akumulasi oleh para pemegang ETH skala besar menandakan adanya potensi dorongan bullish.
Permintaan dari investor institusional terus menunjukkan penguatan yang signifikan. Berdasarkan data dari SoSoValue, ETF spot ETH yang terdaftar di AS berhasil mencatatkan arus masuk dana mencapai US$195,34 juta hingga hari Kamis.
Laporan terbaru CryptoQuant minggu ini memperlihatkan adanya perbedaan pola yang jelas antara pemilik dompet besar dan kecil. Data menunjukkan kelompok pemilik 1.000–10.000 ETH menurun dari puncak 15,6 juta ETH di bulan Januari menjadi 12,9 juta ETH, sedangkan kelompok pemilik 10.000–100.000 ETH justru terus terakumulasi hingga menyentuh rekor tertinggi mendekati 19,6 juta ETH pada hari Rabu.
Di sisi lain, kelompok pemegang status whale dengan kepemilikan di atas 100.000 ETH memimpin akumulasi dengan menambah sekitar 1,8 juta ETH sejak pertengahan 2025. Secara keseluruhan, pergerakan ini mencerminkan fenomena smart money yang sedang menyerap pasokan aset dari dompet-dompet berukuran lebih kecil.
Selain itu, indikator Realized Price Bands menunjukkan Ethereum berada di kisaran US$1.900, atau berada di bawah harga realisasi sebesar US$2.450. Posisi ini menempatkan ETH pada area paling tertekan, yaitu di dekat batas bawah kisaran tersebut.
"ETH memang membentuk dasar pada awal 2025 di level harga dan jarak yang serupa terhadap realized price band bawahnya," tulis analis CryptoQuant sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pergerakan harga Ethereum mencatatkan sedikit kenaikan pada pekan ini di kisaran US$1.901 pada Jumat setelah sebelumnya mengalami penurunan sebesar 3,55 persen. Posisi harga ETH saat ini masih berada di bawah Simple Moving Average (SMA) utama grafik mingguan, meskipun telah menembus ke atas falling parallel channel sejak pertengahan Juli yang menandakan munculnya momentum bullish.
Apabila tren pemulihan terus berlanjut, harga ETH berpotensi naik menuju SMA 200 pekan yang berada di level US$2.484.
Indikator momentum harian menunjukkan adanya sinyal peredaan tekanan bearish di pasar. Relative Strength Index (RSI) tercatat naik menuju angka 42 pada hari Jumat, sementara indikator MACD tetap mempertahankan sinyal bullish crossover sejak awal Juli dengan histogram yang terus menguat.
Namun demikian, jika harga ETH mengalami penurunan, titik support utama diperkirakan berada di kisaran US$1.511.
Pada grafik harian, pergerakan harga ETH terpantau mendatar selama 22 hari terakhir di antara EMA 50-hari di US$1.857 dan EMA 100-hari di US$1.925.
Keberadaan EMA 200-hari di US$2.132 yang berada jauh di atas harga pasar makin memperkuat tren koreksi secara umum. Sementara itu, indikator RSI di level 54 dan MACD yang masih di bawah garis nol menunjukkan bahwa dorongan naik masih terbatas dan berpotensi menghadapi tekanan jual.
Jika terjadi kenaikan, area resistance terdekat berada di US$1.925, diikuti oleh level psikologis US$2.000 dan EMA 200-hari di US$2.132.
Sebaliknya, support awal berada di level US$1.857 dan *support* lanjutan di sekitar US$1.385 apabila terjadi peningkatan tekanan jual. Pergerakan harga diperkirakan akan tetap berada dalam rentang US$1.857–US$1.925 hingga terjadi penembusan yang lebih jelas.