Breaking

Bursa Asia Menguat, Indeks Kospi Korea Melonjak 6,3%

AK
Rabu, 15 Juli 2026
Bursa Asia Menguat, Indeks Kospi Korea Melonjak 6,3%
Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 6,3% pada pembukaan bursa Asia Rabu, 16 Juli 2026. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Bursa Asia Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Rabu (16/7/2026). Peningkatan paling tinggi berlangsung di Korea Selatan, sementara bursa Jepang serta Australia pun bergerak di zona hijau.

Menukil dari Sumbernya, dinamika bursa Asia dipicu sentimen positif dari meredanya inflasi Amerika Serikat dan ekspektasi bahwa bank sentral AS tidak akan agresif menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Indeks Kospi melonjak 6,3% pada awal perdagangan, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 4%.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 dan Topix masing-masing menguat 0,9%, sementara indeks acuan Australia S&P/ASX 200 naik 0,6%.

Sentimen pasar membaik setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan yang lebih besar dari perkiraan.

Indeks harga konsumen turun 0,4% pada Juni dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga laju inflasi tahunan melandai menjadi 3,5%.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi ekonom yang disurvei Dow Jones, yang memperkirakan penurunan bulanan sebesar 0,2% dan inflasi tahunan 3,8%.

Data ini mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi pengetatan moneter agresif oleh bank sentral AS.

Berdasarkan FedWatch Tool milik CME Group, probabilitas kenaikan suku bunga pada rapat Federal Reserve bulan Juli turun menjadi 17% dari sebelumnya 42%.

Meski demikian, pasar masih memperkirakan suku bunga akan naik pada akhir tahun ini, dengan probabilitas 63% bahwa suku bunga akan lebih tinggi 25 hingga 50 basis poin setelah pertemuan September.

Pendiri Vital Knowledge, Adam Crisafulli, mengatakan perlambatan inflasi memang banyak dipengaruhi harga energi, tetapi penurunan tekanan harga juga terlihat di berbagai kategori lainnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi investor, meski inflasi masih tergolong tinggi dan kenaikan harga minyak serta perkembangan kecerdasan buatan tetap berpotensi mendorong inflasi.

Pelaku pasar juga menantikan gelombang laporan keuangan emiten besar Amerika Serikat yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat.

Sejumlah perusahaan yang dijadwalkan mengumumkan kinerja kuartalan antara lain United Airlines, Morgan Stanley, Johnson & Johnson, dan BlackRock.

Musim laporan keuangan di Amerika Serikat sejauh ini dimulai dengan hasil yang cukup solid.

Pada perdagangan sebelumnya, JPMorgan Chase, Bank of America, Citigroup, Wells Fargo, dan Goldman Sachs berhasil membukukan kinerja di atas ekspektasi analis.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua