Breaking

IHSG Tertekan Aksi Jual Asing, Net Sell Capai 537,25 Miliar Rupiah

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 29 Juni 2026
IHSG Tertekan Aksi Jual Asing, Net Sell Capai 537,25 Miliar Rupiah
Ilustrasi: IHSG melemah 1,72% pada penutupan Jumat akibat aksi jual asing senilai Rp 537,25 miliar. (Gambar: NET)

JAKARTA – Aksi jual investor asing di pasar saham domestik terus berlanjut hingga penutupan perdagangan akhir pekan lalu. IHSG ditutup melemah 1,72% pada Jumat (26/6) seiring dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp 537,25 miliar di seluruh pasar.

Saham BMRI dan EMAS menjadi emiten yang paling banyak dilepas oleh investor asing, sebagaimana dilansir dari sumber berita. Kedua saham tersebut mencatatkan nilai net sell terbesar pada Jumat, menunjukkan tekanan jual asing belum mereda.

Daftar saham dengan net sell tertinggi pada Jumat lalu meliputi BMRI sebesar Rp 173,95 miliar dan EMAS sebesar Rp 152,82 miliar. Selain itu, terdapat ASII senilai Rp 87,46 miliar, BRPT sebesar Rp 56,13 miliar, serta TLKM sebesar Rp 54,65 miliar.

Di sisi lain, saham BBCA dan DSSA mencatatkan nilai beli bersih (net buy) tertinggi pada akhir pekan lalu. Saham dengan net buy terbesar meliputi BBCA Rp 429,71 miliar, DSSA Rp 95,51 miliar, BBRI Rp 75,14 miliar, AMMN Rp 39,05 miliar, dan ANTM Rp 32,47 miliar.

Tekanan jual asing tercatat cukup besar secara akumulasi selama sepekan perdagangan terakhir. IHSG terkoreksi sebesar 4,55%, sementara investor asing membukukan net sell mencapai Rp 6,09 triliun di seluruh pasar.

Sepanjang pekan tersebut, BMRI dan EMAS kembali menjadi saham dengan aksi jual asing terbesar. Meskipun BBRI sempat diborong asing pada hari Jumat, saham tersebut tetap masuk dalam jajaran net sell terbesar selama satu minggu.

Saham dengan net sell tertinggi sepanjang pekan lalu adalah BMRI Rp 951,08 miliar, BBRI Rp 405,35 miliar, TPIA Rp 272,81 miliar, EMAS Rp 219,25 miliar, dan AADI Rp 202,21 miliar. Sementara itu, saham yang paling banyak diborong asing meliputi BREN Rp 358,87 miliar, BBCA Rp 293,53 miliar, ANTM Rp 224,94 miliar, TINS Rp 105,18 miliar, dan DSSA Rp 99,22 miliar.

Daftar net sell dan net buy tersebut merupakan gambaran aliran dana pada periode tertentu dan tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar keputusan investasi. Investor disarankan untuk tetap mempertimbangkan analisis fundamental, valuasi, kondisi pasar, serta profil risiko masing-masing sebelum bertransaksi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua