Drife Raih Mitra Platinum UiPath Guna Perkuat Bisnis AI
JAKARTA - Drife yang berada di bawah naungan IDstar Group sukses memperoleh predikat resmi sebagai UiPath Platinum Partner sekaligus UiPath Agentic Automation Fast Track Partner. Prestasi ini semakin mempertegas kapasitas perusahaan dalam menyodorkan solusi intelligent automation bagi sektor korporasi yang tengah memacu transformasi digital serta implementasi kecerdasan buatan (AI).
Apresiasi tersebut diberikan langsung oleh UiPath, korporasi global yang bergerak di lini business orchestration dan automation. Kedudukan baru ini merepresentasikan peningkatan kemampuan Drife dalam menyediakan jalan keluar otomatisasi menyeluruh (end-to-end) bagi pasar enterprise.
CEO IDstar Group Ferdinand Prasetyo menyampaikan bahwa perolehan ini menjadi momentum krusial bagi Drife dan IDstar Group dalam menyokong transformasi digital korporasi di tanah air, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
“Pencapaian sebagai UiPath Platinum Partner dan UiPath Agentic Automation Fast Track Partner merupakan tonggak penting bagi Drife dan IDstar Group dalam membantu enterprise di Indonesia mempercepat perjalanan transformasi digital mereka,” ujarnya dalam keterangannya Senin (23/6/2026).
Ferdinand memaparkan, keperluan korporasi terhadap solusi otomatisasi sekarang ini kian berkembang. Bukan cuma demi mengurus pekerjaan yang berulang, namun juga untuk memadukan data, sistem, manusia, robot, serta AI agents ke dalam satu alur kerja yang jauh lebih pintar, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
“Dengan dukungan ekosistem UiPath, kami kini memiliki kapabilitas yang lebih kuat untuk membantu organisasi membangun automation yang scalable, terukur, dan berdampak bagi operasional bisnis,” tambahnya.
Pengakuan ini diperoleh seiring melonjaknya minat dunia usaha terhadap teknologi agentic AI. Merujuk pada UiPath 2025 Agentic AI Report, berkisar 90% eksekutif teknologi informasi (IT) memandang terdapat proses bisnis di internal perusahaan mereka yang dapat dimaksimalkan melalui agentic AI.
Sementara itu, ada sekitar 77% responden yang menyatakan kesiapan mereka untuk menggelontorkan investasi pada teknologi tersebut pada tahun ini.
Lewat predikat Platinum Partner, Drife dinilai telah menunjukkan peningkatan kompetensi dalam eksekusi automation, investasi pada aspek teknis, serta portofolio nyata dalam menghadirkan solusi UiPath guna menjawab ragam kebutuhan bisnis skala besar.
Di samping itu, status Agentic Automation Fast Track Partner disematkan kepada mitra terpilih yang memperoleh hak akses awal pada teknologi agentic automation milik UiPath, berhak mengikuti pelatihan eksklusif, merancang use case potensial, serta berkontribusi dalam memformulasikan solusi berbasis agentic automation.
Agentic automation sendiri merupakan sebuah pendekatan mutakhir yang mengombinasikan AI, automation, dan orchestration, sehingga AI agents dapat menunjang proses perencanaan, eksekusi, sampai membantu pengambilan keputusan dalam sebuah proses bisnis dengan kendali yang tetap dipegang oleh manusia.
Teknologi ini diyakini mampu memperluas spektrum otomatisasi, dari yang awalnya terbatas pada tugas mandiri menjadi pengelolaan rantai proses bisnis secara utuh atau end-to-end.
Berbekal pencapaian tersebut, Drife bersama IDstar Group bersiap melebarkan implementasi automation di berbagai lini bisnis, mulai dari sektor keuangan dan akuntansi, penanganan dokumen, operasional pelanggan, manajemen sumber daya manusia, kepatuhan, pelaporan, hingga proses lintas sistem yang membutuhkan orkestrasi dengan tingkat kerumitan lebih tinggi.
Regional Vice President and Managing Director Southeast Asia UiPath Amit Khandelwal memberikan penilaian bahwa agentic automation bakal bertindak sebagai salah satu penggerak utama dalam transformasi bisnis korporasi selama beberapa tahun mendatang, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
“Agentic automation merupakan peluang signifikan bagi organisasi yang ingin mentransformasi cara kerja mereka. AI agents diproyeksikan mampu menghasilkan nilai ekonomi hingga US$ 450 miliar pada 2028,” ujarnya.
Dia juga menambahkan bahwa kolaborasi strategis bersama Drife ini akan mendorong percepatan adopsi business orchestration dan automation di Indonesia, sekaligus membuka peluang peningkatan efisiensi, fleksibilitas operasional, serta penciptaan nilai bisnis baru bagi korporasi.