Breaking

Harga Minyak Merosot 3 Persen Imbas Kemajuan Damai AS-Iran

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 23 Juni 2026
Harga Minyak Merosot 3 Persen Imbas Kemajuan Damai AS-Iran
Ilustrasi Alat pengangkat minyak dari dalam tanah. (Foto: KabarBursa)

JAKARTA - Nilai minyak dunia berakhir melandai di atas 3 persen pada sesi perdagangan Senin (22/6/2026).

Penyusutan tajam itu berlangsung sejalan dengan menyusutnya kecemasan terhadap hambatan ketersediaan barang sesudah statement Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance yang menyebutkan adanya perkembangan positif dalam dialog bersama Iran dan akses Selat Hormuz tetap beroperasi.

Kontrak berjangka (futures) minyak mentah jenis Brent ditutup merosot 3,31 persen ke posisi USD77,90 per barel.

Pada sesi awal transaksi, nilai minyak sempat merangkak naik hingga menyentuh USD82,30 per barel pasca Presiden AS Donald Trump melayangkan ancaman untuk menggulirkan kembali konflik militer dengan Iran, sementara pihak Teheran mengumumkan pemblokiran kembali akses Selat Hormuz.

Nilai minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS yang tuntas pada perdagangan Senin berakhir tergelincir 2,32 persen menuju level USD74,82 per barel. 

Di sisi lain, kontrak yang bergerak lebih aktif untuk tenggat pengiriman Agustus menyusut USD1,99 menjadi USD73,86 per barel.

Jajaran delegasi tingkat tinggi AS dan Iran telah merampungkan sesi putaran pertama dari dialog mereka di Swiss pada Senin, merujuk laporan pihak penengah, disadur dari Reuters. 

Pembahasan tersebut bergulir semenjak Minggu bersandarkan pada nota kesepahaman yang disepakati pekan lampau demi memperpanjang masa gencatan senjata yang rentan sejak April untuk kurun waktu minimal 60 hari mendatang.

Pihak AS pada Senin meluncurkan restu bagi aktivitas perdagangan minyak Iran. Izin umum yang dipublikasikan oleh Departemen Keuangan AS itu memfasilitasi niaga minyak mentah, komoditas petrokimia, beserta produk turunan minyak bumi dari Iran sampai dengan tanggal 21 Agustus.

Sementara itu, pihak Iran tidak membicarakan proyek nuklir mereka serta tidak menyetujui adanya beban kewajiban baru dalam dialog bersama AS di Swiss pada Minggu, ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei kepada badan pemberitaan resmi IRNA.

Stok minyak mentah dalam simpanan darurat otoritas AS menyusut 9,05 juta barel pada pekan lalu, yang menjadi rekor penurunan terdalam ketiga sepanjang sejarah. 

Pemangkasan cadangan tersebut merupakan bagian dari mufakat AS demi mengalirkan 172 juta barel dari depo penyimpanan guna menolong penurunan nilai komoditas bahan bakar.

Pengamat dari UBS Giovanni Staunovo mengutarakan bahwa Iran sudah mengalirkan kembali ekspor minyaknya sesudah sebelumnya aktivitas distribusi tersebut sempat mandek imbas pemblokiran sektor laut oleh AS pada awal bulan ini.

ANZ memproyeksikan berkisar 2 juta hingga 3 juta barel per hari volume pasokan minyak Iran dapat mengalir lagi ke pasar global dalam jangka waktu empat pekan perdana.

Walau begitu, jalan pemulihan ketersediaan pasokan masih membentur rintangan. ANZ memprediksi tambahan berkisar 2 juta hingga 3,5 juta barel per hari berpeluang pulih pada kuartal III-2026, bergantung pada tingkat stabilitas keadaan. 

Di waktu yang sama, sekitar 1 juta hingga 2 juta barel per hari volume pasokan minyak rawan lenyap secara permanen ataupun semi permanen.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua