Breaking

Hasil Tinjauan MSCI 2026: Indonesia Tetap dalam Kelompok Emerging Market

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 19 Juni 2026
Hasil Tinjauan MSCI 2026: Indonesia Tetap dalam Kelompok Emerging Market
Ilustrasi: MSCI mempertahankan Indonesia dalam kelompok Emerging Market pada Global Market Accessibility Review 2026. (Foto: NET)

JAKARTA – Morgan Stanley Capital International (MSCI) tetap mempertahankan Indonesia dalam kelompok Emerging Market berdasarkan hasil tinjauan Global Market Accessibility Review 2026 yang dirilis Jumat dini hari (19/6/2026). Dengan demikian, bursa RI terhindar dari penurunan status ke Frontier Market.

Berdasarkan dokumen resmi MSCI, Indonesia mendapat sejumlah keunggulan pada aspek keterbukaan pasar, namun tetap diberikan catatan untuk perbaikan. Untuk aspek keterbukaan terhadap kepemilikan asing, Indonesia memperoleh nilai “++” pada persyaratan kualifikasi investor, batas kepemilikan asing, dan ketersediaan foreign room.

Pada indikator kesetaraan hak investor asing, Indonesia hanya memperoleh nilai “+” yang menunjukkan adanya ruang untuk penyempurnaan. Terkait kemudahan arus modal, Indonesia mendapatkan nilai “++” pada indikator pembatasan arus modal, namun memperoleh nilai “-” untuk liberalisasi pasar valuta asing.

Dalam efisiensi kerangka operasional, Indonesia meraih nilai “++” pada proses registrasi investor dan pembukaan rekening. Sementara itu, pada aspek organisasi pasar, Indonesia mendapatkan nilai “++” untuk regulasi pasar, namun mendapat nilai “-” pada indikator arus informasi.

Untuk infrastruktur pasar, Indonesia memperoleh nilai “+” pada sistem kliring dan penyelesaian transaksi. Layanan kustodian, registrasi, penyimpanan efek, serta aktivitas perdagangan berhasil meraih nilai tertinggi, yaitu “++”.

MSCI juga memberikan nilai “+” pada aspek transferabilitas saham, transaksi peminjaman saham, dan short selling. Terkait ketersediaan instrumen investasi, Indonesia memperoleh nilai “++”, sedangkan untuk stabilitas kerangka kelembagaan, Indonesia mendapatkan nilai “+”.

Dalam pengumuman tersebut, MSCI menyampaikan bahwa Bulgaria tidak termasuk dalam laporan Global Market Accessibility Review 2026 yang dirilis hari ini. Informasi mengenai pasar Bulgaria dijadwalkan akan dipublikasikan pada 23 Juni 2026 bersamaan dengan Annual Market Classification Review 2026.

“MSCI Global Market Accessibility Review bertujuan untuk menilai dan memantau perkembangan aksesibilitas di masing-masing pasar. Selain itu, kajian ini juga menjadi sarana untuk memberikan masukan kepada otoritas pasar terkait berbagai aspek yang menurut investor institusional global masih belum memenuhi standar internasional dan memerlukan perbaikan,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

MSCI memberikan penilaian rinci berdasarkan lima kriteria utama aksesibilitas pasar yang meliputi keterbukaan kepemilikan asing, kemudahan arus modal, efisiensi kerangka operasional, ketersediaan instrumen investasi, dan stabilitas kerangka kelembagaan. Kelima kriteria tersebut mencerminkan aspek yang menjadi perhatian utama investor institusional ketika menilai aksesibilitas suatu pasar.

Aspek tersebut mencakup perlakuan setara bagi investor, kebebasan arus modal, biaya investasi, penggunaan data pasar saham yang tidak dibatasi, hingga risiko spesifik pasar. MSCI menggunakan 18 ukuran aksesibilitas berbeda untuk menilai kriteria tersebut yang dirinci dalam laporan terbaru.

Aksesibilitas pasar, perkembangan ekonomi, serta ukuran dan likuiditas pasar menjadi faktor utama penentuan klasifikasi pasar ke dalam kategori Developed, Emerging, Frontier, atau Standalone Market. Klasifikasi ini menjadi komponen krusial dalam proses penyusunan indeks yang akan diumumkan hasil akhirnya pada 23 Juni 2026.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua