Breaking

Prediksi Rupiah Hari Ini: Bergerak di Rentang Rp 17.800-Rp 17.950

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 15 Juni 2026
Prediksi Rupiah Hari Ini: Bergerak di Rentang Rp 17.800-Rp 17.950
Rupiah Bergerak di Rentang Rp 17.800-Rp 17.950(Foto: dok KabarBursa)

JAKARTA — Dinamika pergerakan nilai tukar rupiah atas dolar AS diprediksikan bakal bergulir secara fluktuatif namun membawa risiko berakhir di zona merah pada kisaran Rp17.800 hingga Rp17.950 dalam sesi perdagangan hari ini, Senin (15/6/2026). 

Menilik rilis data dari TradingView, pada penutupan transaksi akhir pekan kemarin, Jumat (12/6), mata uang rupiah sejatinya berhasil bertengger di zona hijau lewat capaian apresiasi 0,62% menuju posisi Rp17.865 per dolar AS.

Pengamat pasar dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengutarakan bahwa penguatan nilai rupiah tersebut dipicu oleh pulihnya iklim investasi baik di kancah dunia maupun domestik, terutama berkat meningkatnya asa atas tercapainya rekonsiliasi antara pihak AS dan Iran. 

Ia berpandangan, rasa optimis terhadap prospek perdamaian di teritori Timur Tengah menjadi stimulus utama yang mendongkrak performa mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.

 Meredanya eskalasi geopolitik tersebut dinilai sanggup memitigasi gejolak di pasar finansial global sekaligus membuka ruang bagi mengalirnya kembali arus modal masuk ke instrumen aset berisiko.

Apabila ditinjau dari aspek domestik, atmosfer sosial serta politik yang terhitung aman dan kondusif turut menjadi pilar penyokong laju rupiah. 

Gelombang aksi unjuk rasa yang bergulir belakangan ini masih terpantau berlangsung damai, sehingga tidak memicu kepanikan yang masif bagi para penanam modal.

"Untuk pekan depan, rupiah diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan selama sentimen positif terkait upaya perdamaian AS-Iran tetap terjaga. Namun, pasar tetap mewaspadai kemungkinan perubahan sikap atau perkembangan geopolitik yang dapat mengubah ekspektasi investor secara cepat," ujar Lukman, Jumat (12/6/2026).

Di samping imbas dari eksternal, perhatian para pelaku pasar juga bakal terfokus pada agenda pertemuan Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada pekan ini. 

Otoritas moneter dalam negeri tersebut diestimasikan kembali mengerek suku bunga acuan mereka demi mengawal stabilitas nilai tukar rupiah serta memitigasi imbas negatif dari ketidakpastian global. 

Kebijakan pengetatan moneter dari BI ini berpotensi mendongkrak daya tarik aset finansial domestik sekaligus mempertebal sentimen positif bagi mata uang Garuda di tengah volatilitas pasar internasional.

Melalui perpaduan antara iklim global yang semakin kondusif serta sokongan dari instrumen kebijakan moneter dalam negeri, kurs rupiah diproyeksikan bergulir di rentang Rp17.800-Rp17.950 per dolar AS pada hari ini, Senin (15/6), disertai kans untuk menguat lebih jauh apabila optimisme perdamaian di Timur Tengah terus terjaga.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua