Breaking

Rawan Terkoreksi, IHSG Hari Ini Berpotensi Uji Support di 5.800

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 04 Juni 2026
Rawan Terkoreksi, IHSG Hari Ini Berpotensi Uji Support di 5.800
Ilustrasi IHSG (Foto: NET)

JAKARTA – Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan terkoreksi kembali pada perdagangan Kamis (4/6/2026). IHSG hari ini berpotensi bergerak pada rentang resistance 6.000, pivot 5.900, dan support 5.800. Phintraco Sekuritas merekomendasikan peluang cuan ada di lima saham, salah satunya JSMR.

Phintraco Sekuritas menjelaskan, IHSG kemarin ditutup melemah di level 5.941,07 (4,11%). Tekanan pada IHSG ini antara lain disebabkan oleh berlanjutnya pelemahan rupiah sebesar 0,71% hingga Rp 17.966 per dolar. Harga minyak yang kembali naik juga memicu kecemasan akan inflasi yang meningkatkan peluang bagi BI untuk kembali menaikkan BI Rate pada tahun ini, apalagi jika rupiah berlanjut melemah.

“Secara teknikal, jika IHSG hari ini ditutup di bawah level 5.900, maka berpotensi akan menguji level support berikutnya di 5.750-5.840,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (4/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Moody's menetapkan peringkat PT Danantara Investment Management (DIM) pada Baa2 dengan prospek negatif. Peringkat ini setara dengan peringkat utang Pemerintah Indonesia saat ini, yang mencerminkan keterkaitan kredit yang kuat antara DIM dan Pemerintah.

DIM dianggap memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Pemerintah Indonesia dan berpotensi memperoleh dukungan pemerintah jika diperlukan. Namun, Moody's melihat adanya risiko bahwa peringkat tersebut bisa diturunkan di masa depan apabila kondisi kredit Indonesia atau faktor terkait memburuk.

Sementara S&P Global Ratings menetapkan peringkat kredit jangka panjang pada BBB dan peringkat jangka pendek di A-2 kepada DIM dengan outlook stabil. Sedangkan Fitch Ratings menetapkan peringkat BBB untuk program Global MTN dan obligasi perdana DIM. Ketiga peringkat tersebut menekankan keterkaitan erat antara DIM dengan pemerintah.

Phintraco Sekuritas memaparkan, sejumlah importir China dilaporkan menunda pembelian batu bara dari Indonesia setelah Pemerintah mengumumkan kebijakan sentralisasi ekspor komoditas, termasuk batu bara, melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Phintraco Sekuritas mengatakan, kekhawatiran utama para importir tersebut adalah ketidakjelasan mekanisme kontrak, harga dan proses perdagangan di bawah sistem baru tersebut.

“Hal ini menjadi katalis negatif terhadap saham terkait sampai muncul kejelasan dari sistem baru tersebut dan jika dampaknya tidak berpengaruh negatif secara signifikan terhadap kinerja emiten,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan peluang cuan ada di lima saham, yaitu JSMR, MSIN, ACES, PSAB dan MAPA.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua