Breaking

Harga Saham Alfamart Tertekan, Morgan Stanley Lakukan Aksi Borong

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 04 Juni 2026
Harga Saham Alfamart Tertekan, Morgan Stanley Lakukan Aksi Borong
Ilustrasi raksasa perbankan investasi asal Amerika Serikat, Morgan Stanley and Co. (Foto: NET)

JAKARTA – Harga saham perusahaan ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) masih dalam tekanan hingga awal Juni 2026. Di tengah koreksi harga yang terakumulasi anjlok hingga 31 persen sejak awal tahun, raksasa perbankan investasi asal Amerika Serikat, Morgan Stanley and Co. International Plc, justru memborong saham pengelola jaringan toko Alfamart tersebut.

Pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, harga saham AMRT ditutup pada Rp 1.350, turun 2,17 persen atau 30 poin secara harian. Sejak awal tahun 2026, harga saham AMRT tersebut telah merosot 31,99 persen atau 635 poin.

Di saat harga melemah, investor asing kelas kakap tersebut melakukan aksi beli jutaan saham AMRT. Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu (3/6/2026), Morgan Stanley membeli 179.137.756 saham AMRT dengan harga pelaksanaan Rp1.151 per saham.

Dengan harga tersebut, nilai transaksi pembelian mencapai sekitar Rp206 miliar. Aksi korporasi itu dilakukan pada Jumat (29/5/2026). Namun, pada hari yang sama, Morgan Stanley juga menjual 1.293.000 saham AMRT dengan harga Rp1.346 per saham, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,74 miliar.

Manajemen AMRT menyatakan bahwa tujuan transaksi pembelian dan penjualan saham tersebut adalah untuk investasi, dengan status kepemilikan langsung. Usai transaksi, jumlah saham AMRT yang dimiliki Morgan Stanley bertambah menjadi 3.827.302.196 saham dari sebelumnya 3.649.457.440 saham.

Peningkatan kepemilikan ini mengindikasikan bahwa Morgan Stanley masih melihat prospek jangka panjang AMRT sebagai salah satu pemain utama di sektor ritel modern Indonesia melalui jaringan Alfamart.

Dari sisi fundamental, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja pada kuartal I-2026. Merujuk pada laporan keuangan perseroan, penjualan bersih AMRT mencapai Rp35,24 triliun pada tiga bulan pertama 2026. Realisasi ini meningkat 7,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp32,77 triliun.

Pertumbuhan penjualan ini turut mendongkrak laba bersih. Pada kuartal I-2026, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,07 triliun. Capaian tersebut meningkat 10,29 persen secara tahunan dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp975,11 miliar.

Kinerja yang masih tumbuh di tengah tekanan terhadap konsumsi masyarakat menjadi salah satu faktor yang terus dipantau investor terhadap prospek saham AMRT sepanjang tahun 2026.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua