Breaking

Bursa Asia Menghijau Imbas Sentimen AI, Nikkei Naik Signifikan

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 03 Juni 2026
Bursa Asia Menghijau Imbas Sentimen AI, Nikkei Naik Signifikan
Ilustrasi Bursa Asia Menghijau (Foto: NET)

JAKARTA – Sebagian besar bursa saham di Asia bergerak di zona hijau pada sesi perdagangan Rabu (3/6/2026), seiring dengan melonjaknya gairah pelaku pasar terhadap sektor kecerdasan buatan.

Indeks Nikkei 225 terpantau melesat 1.478,20 poin atau 2,18% menuju level 68.177,44, sedangkan Hang Seng melemah 85,31 poin atau 0,33% ke posisi 25.953,01. Sementara itu, indeks Taiex menguat 708,56 poin atau 1,61% ke 46.292,31.

ASX 200 terkerek naik 22,43 poin atau 0,26% ke level 8.746,80, Straits Times bertambah 37,35 poin atau 0,75% menjadi 5.135,71, dan FTSE Malaysia merangkak naik 4,88 poin atau 0,29% ke 1.687,95.

Pasar saham di kawasan Jepang dan Australia mencatatkan pertumbuhan, di kala bursa saham Korea Selatan sedang berhenti beroperasi akibat hari libur nasional. Di sisi lain, indeks MSCI Asia Pasifik terkerek naik sebesar 0,2%.

Aksi borong yang dilakukan para pemodal terhadap saham-saham yang berafiliasi dengan AS telah mengerek pasar ekuitas global, menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah, di tengah ekspektasi munculnya kesepakatan guna meredam konflik.

"Sektor teknologi terus mendominasi pasar," kata pakar strategi Louis Navellier sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Trennya tetap positif, dengan katalis keuntungan materiil lebh lanjut dimungkinkan dengan resolusi Iran," tambah Navellier sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, harga komoditas minyak terpantau merangkak naik menyusul adanya kabar mengenai gempuran rudal, di mana militer AS dilaporkan sukses melumpuhkan perlawanan musuh. Sebagai bentuk reaksi atas percobaan gempuran dari Iran di kawasan Timur Tengah pada 2 Juni, Komando Pusat AS melepaskan tembakan rudal balistik serta pesawat tanpa awak (drone), di samping melancarkan gempuran pertahanan diri di Pulau Qeshm.

Perhatian pasar di kawasan Asia saat ini juga sedang tertuju pada pergerakan mata uang yen. Hal tersebut terjadi karena para pelaku pasar tengah menantikan pidato dari Gubernur Bank Sentral Jepang, Kazuo Ueda, demi membaca sinyal arah kebijakan suku bunga ke depan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua