Breaking

IHSG Diprediksi Naik, Analis Rekomendasikan Lima Saham Potensi Cuan

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 03 Juni 2026
IHSG Diprediksi Naik, Analis Rekomendasikan Lima Saham Potensi Cuan
Ilustrasi saham naik (Gambar: NET)

JAKARTA – Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak lagi pada perdagangan Rabu (3/6/2026). IHSG hari ini diperkirakan bergerak pada rentang resistance 6.300, pivot 6.200, dan support 6.100. Phintraco Sekuritas merekomendasikan intip lima saham bakal cuan, salah satunya AMRT.

Phintraco Sekuritas mengatakan, IHSG kemarin ditutup menguat di level 6.195,43 (1,11%). Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mengatakan, IHSG bertahan di atas level MA5. Penyempitan histogram negatif MACD berlanjut dengan Stochastic RSI yang mengarah ke area pivot.

“With demikian, IHSG hari ini diprediksi melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.220-6.280,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (3/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Phintraco Sekuritas menambahkan, inflasi tahunan menjadi 3,08% YoY di Mei 2026, berakselerasi dari 2,42% YoY. Harga makanan mencatatkan kenaikan terbesar (4,94% vs 3,06%), didorong oleh kenaikan biaya bahan pokok dan biaya distribusi.

Inflasi inti juga meningkat di level 2,59% YoY dari 2,44% YoY. Inflasi ini masih dalam kisaran target BI yang sebesar 1,5%-3,5%. “Namun, jika inflasi berlanjut menguat serta Rupiah masih depresiasi lebih lanjut, diperkirakan BI Rate masih berpotensi naik,” tambah Phintraco Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rentetan Data Penting RI

Sementara itu, lanjut Phintraco Sekuritas, indeks PMI manufaktur naik di level 50 pada Mei 2026 dari level terendah selama sepuluh bulan di 49,1 pada April 2026. Hal ini mengindikasikan kondisi pabrik yang relatif stabil. Pesanan baru meningkat selama dua bulan berturut-turut, namun pesanan ekspor turun karena gangguan konflik di Timur Tengah.

Surplus neraca perdagangan Indonesia berkurang menjadi US$ 0,09 miliar pada April 2026 dari US$ 3,32 miliar pada Maret 2026 serta dari US$ 0,2 miliar pada April 2025. “Ini merupakan surplus perdagangan terkecil sejak April 2020,” papar Phintraco Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hal itu disebabkan oleh kenaikan impor sebesar 22.5% YoY dengan peningkatan impor migas sebesar 85.52% dan impor nonmigas tumbuh 14.11%. Sedangkan ekspor meningkat 21,98% pada April 2026, pulih dari penurunan 3,1% pada Maret 2026, serta merupakan pertumbuhan paling kuat sejak Agustus 2022.

“Kenaikan impor migas antara lain disebabkan oleh kenaikan harga minyak mentah,” jelas Phintraco Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan intip lima saham bakal cuan, yaitu AMRT, ENRG, SMGR, SUPA dan SCMA.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua