Breaking

Daftar 10 Unitlink Pendapatan Tetap Dolar AS Imbal Hasil Tertinggi

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 02 Juni 2026
Daftar 10 Unitlink Pendapatan Tetap Dolar AS Imbal Hasil Tertinggi
Ilustrasi dolar (Foto: NET)

JAKARTA – Mengacu pada data Infovesta secara year to date (ytd), produk unitlink pendapatan tetap dengan basis dolar Amerika Serikat (AS) atau US$ membukukan kinerja yang bervariasi per April 2026.

Apabila dibedah ke dalam urutan 10 besar secara ytd, Star Investama Fixed Income Dollar menjadi produk unitlink pendapatan tetap berbasis dolar AS yang membukukan imbal hasil atau return paling tinggi per April 2026. Produk kepunyaan PT Asuransi Jiwa Starinvestama (Starlife) ini menghasilkan return 3,03%.

Di urutan kedua, diisi oleh produk dari PT Asuransi Jiwa Starinvestama (Starlife), yakni Q-Investa Fixed Income Dollar, yang mengantongi return sebesar 2,87% per April 2026.

Urutan ketiga ditempati oleh produk kepunyaan PT Asuransi Jiwa Starinvestama (Starlife), yaitu Star Premium Fixed Income Dollar, dengan imbal hasil sebanyak 2,83% per April 2026. Kemudian diikuti oleh produk Star Investama Fixed Income Dollar Plus milik PT Asuransi Jiwa Starinvestama (Starlife), dengan return sebanyak 2,32% per April 2026.

Berikutnya, urutan kelima diisi SiJi Fixed Income Fund Dollar kepunyaan PT Asuransi Simas Jiwa, dengan imbal hasil sebanyak 1,79% per April 2026. Urutan keenam ditempati oleh produk High Yield Income Fund milik PT Sun Life Financial Indonesia, dengan imbal hasil sebesar 1,48%.

Pada urutan ketujuh ditempati oleh produk Q-Investa Fixed Income Dollar Plus yang dimiliki oleh PT Asuransi Jiwa Starinvestama (Starlife), dengan return sebanyak 1,32%. Selanjutnya, terdapat produk dari PT Asuransi Simas Jiwa, yaitu SiJi Fixed Fund Dollar, dengan return sebesar 1,11%.

Di urutan kesembilan diisi produk Simas Jiwa Fund Dollar milik PT Asuransi Simas Jiwa, dengan return sebanyak 0,96% per April 2026. Urutan kesepuluh ditempati produk Simas Stabile Dollar Fund milik PT MSIG Life Insurance Indonesia, dengan return sebesar 0,46%.

Mengenai fenomena tersebut, Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menjelaskan, kinerja unitlink pendapatan tetap berbasis Dolar AS rupanya ada juga yang membukukan hasil negatif. Dia menyebutkan kinerja yang bervariasi tersebut tidak lepas dari penempatan pendapatan tetap berbasis dolar AS yang terdapat di dalam obligasi negara berdenominasi US$.

"With inflation higher for longer and higher interest rate as well, bond price drops," kata Wawan, Minggu (31/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua