IHSG Diproyeksi Naik Terbatas, Simak Pilihan Saham Hari Ini 21 Mei 2026
- Kamis, 21 Mei 2026
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) didapati kembali terjerembap di zona merah pada sesi transaksi Rabu (20/5/2026), di kala kepungan sentimen dalam negeri dan luar negeri masih membayangi bursa.
Merujuk pada data Bursa Efek Indonesia, IHSG anjlok sebesar 0,82% atau turun 52,18 poin ke level 6.318,50. Penurunan pasar disebabkan oleh pelbagai aspek, beranjak dari agenda rebalancing MSCI, kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI), hingga kekhawatiran para investor perihal arah kebijakan otoritas mengenai ekspor kekayaan alam.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menerangkan pergerakan IHSG sempat berjalan fluktuatif pada paruh pertama sesi transaksi saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam sidang paripurna DPR.
Baca JugaPerkuat Transformasi dan Digitalisasi KAQI Angkat Direktur Baru
Pada momen yang sama, nilai mata uang rupiah malah menguat ke posisi Rp 17.685 per dolar AS pasca BI menaikkan suku bunga acuan ke angka 5,25% untuk menjaga konsistensi nilai tukar. Kendati demikian, lewat hitungan teknikal laju IHSG dipandang tetap terjebak dalam tren pelemahan.
Herditya menyebutkan bursa masih dihantui oleh tekanan dari kegiatan rebalancing MSCI serta sentimen regulasi di bidang pertambangan.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menambahkan bahwa sentimen dunia ikut memberatkan laju bursa saham Asia, termasuk pula Indonesia.
Para penanam modal masih mencermati ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama kemelut Iran yang belum juga mereda.
"Kondisi ini mendorong harga minyak tetap tinggi dan berpotensi menjaga tekanan inflasi global, sehingga membuka peluang bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat," ujar Nico.
Dari sektor domestik, para pelaku niaga juga bersiap menyimak pidato Presiden Prabowo terkait rancangan anggaran 2027, khususnya rencana pengelolaan ekspor kekayaan alam lewat sistem satu pintu melalui BUMN.
Berdasarkan analisis Nico, kebijakan itu menimbulkan kekhawatiran investor mengenai potensi menebalnya intervensi pemerintah serta dampaknya pada efisiensi ataupun manajemen perusahaan.
Menatap sesi perdagangan Kamis (21/5/2026), Nico memprediksi IHSG akan bergerak variatif dalam rentang 6.150 hingga 6.400. Sementara itu, posisi 6.100 dianggap sebagai titik penting yang mesti diawasi oleh investor.
Di lini lain, Herditya menaksir IHSG memiliki potensi untuk merangkak naik secara terbatas dengan batas support di posisi 6.184 dan resistance di level 6.388.
Sejumlah saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan pada perdagangan hari ini di antaranya mencakup AMRT di area Rp 1.555–Rp 1.635, HRTA pada kisaran Rp 2.240–Rp 2.370, serta MBMA di posisi Rp 478–Rp 520 tiap lembar sahamnya.
Ibtihal
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026












