Transaksi E Commerce Saat Sahur Ramadan Melonjak Tinggi Didukung Live Streaming Konsumen
- Kamis, 02 April 2026
JAKARTA - Lonjakan aktivitas belanja daring selama Ramadan kembali mencuri perhatian.
Asosiasi E-Commerce Indonesia mencatat peningkatan signifikan transaksi e-commerce saat waktu sahur. Momentum dini hari tersebut kini menjadi periode penting bagi pelaku platform digital. Strategi promosi yang tepat membuat aktivitas belanja meningkat tajam.
Fenomena ini menunjukkan perubahan pola konsumsi masyarakat selama Ramadan. Waktu sahur yang sebelumnya identik dengan persiapan ibadah kini juga dimanfaatkan untuk berbelanja. Konsumen memanfaatkan waktu tersebut untuk mencari produk dengan penawaran menarik. Platform e-commerce pun mengoptimalkan peluang tersebut.
Baca JugaKunjungan Prabowo ke Korea Selatan Bawa Investasi Rp173 Triliun ke Indonesia
Lonjakan Transaksi Saat Waktu Sahur
Kepala Bidang Komunikasi Publik idEA, Reancy Triashari, mengungkapkan peningkatan transaksi mencapai 15 kali lipat. Lonjakan ini terjadi dibandingkan hari normal di luar Ramadan. Waktu sahur menjadi periode dengan aktivitas tertinggi. Platform memanfaatkan momentum ini sebagai strategi utama.
Menurut Reancy, festival belanja Ramadan berperan besar dalam mendorong peningkatan tersebut. Berbagai promosi disiapkan khusus pada waktu sahur. Kampanye ini membuat konsumen lebih aktif berbelanja. Aktivitas transaksi pun meningkat signifikan.
Momentum sahur dinilai efektif karena konsumen lebih fokus. Mereka memiliki waktu luang sebelum memulai aktivitas harian. Hal ini membuat interaksi dengan platform lebih intens. Kondisi tersebut mendorong konversi penjualan.
Live Streaming Jadi Katalis Utama Penjualan
Salah satu fitur yang dioptimalkan platform adalah live streaming. Fitur ini menjadi alat penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen. Interaksi langsung membantu calon pembeli memahami produk. Transparansi menjadi nilai tambah.
Reancy menyebut live streaming memungkinkan validasi kualitas produk. Konsumen dapat bertanya secara real-time. Penjual juga dapat menunjukkan detail barang. Hal ini meningkatkan keyakinan pembeli.
“Fitur live streaming sekaligus berfungsi sebagai sarana hiburan informatif sembari menunggu waktu imsak,” kata dia kepada Kontan, Rabu (1/4/2026) malam. Pernyataan ini menunjukkan fungsi ganda fitur tersebut. Selain belanja, konsumen juga mendapatkan hiburan.
Live streaming juga memperkuat hubungan antara penjual dan pembeli. Komunikasi dua arah meningkatkan engagement. Konsumen merasa lebih percaya. Dampaknya terlihat pada peningkatan transaksi.
Perubahan Perilaku Konsumen Semakin Terlihat
idEA juga mencatat perubahan perilaku belanja masyarakat. Konsumen kini lebih selektif dalam memilih produk. Pergeseran terjadi dari belanja impulsif ke belanja terencana. Faktor ekonomi turut memengaruhi keputusan pembelian.
Reancy menjelaskan konsumen tidak lagi mudah tergiur flash sale. Mereka lebih mempertimbangkan kebutuhan. Nilai produk menjadi pertimbangan utama. Hal ini menunjukkan kedewasaan perilaku belanja.
“Tren ini menunjukkan pergeseran dari sekadar berburu diskon menjadi belanja yang lebih terencana, selektif, dan berbasis komunitas. Tekanan ekonomi membuat konsumen lebih kritis dalam menilai value sebuah produk,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan perubahan signifikan. Konsumen kini lebih rasional.
Pergeseran ini juga memengaruhi strategi platform. Penawaran harus lebih relevan. Produk yang ditawarkan harus sesuai kebutuhan. Pendekatan komunitas menjadi penting.
Pertumbuhan Ramadan Lebih Moderat
Reancy menambahkan transaksi e-commerce tetap meningkat dibanding tahun lalu. Namun, pertumbuhan tidak seagresif sebelumnya. Aktivitas belanja masih menunjukkan tren positif. Ramadan tetap menjadi periode penting bagi e-commerce.
Kendati demikian, sikap belanja yang lebih selektif membuat pertumbuhan moderat. Konsumen lebih berhati-hati dalam pengeluaran. Hal ini berdampak pada volume transaksi. Pertumbuhan tetap ada namun tidak ekstrem.
Perubahan perilaku konsumen menjadi faktor utama. Selain itu, kondisi ekonomi juga memengaruhi. Konsumen lebih fokus pada kebutuhan. Pengeluaran impulsif berkurang.
Strategi Platform Menyesuaikan Dinamika Ekonomi
Platform e-commerce kini menyesuaikan strategi pemasaran. Fokus tidak hanya pada diskon besar. Penawaran harus relevan dengan kebutuhan konsumen. Pendekatan berbasis nilai menjadi penting.
“Selain adanya pergeseran perilaku konsumen, hal ini juga seiring dengan dinamika perekonomian saat ini,” imbuh Reancy. Pernyataan ini menunjukkan faktor ekonomi turut berperan. Strategi pemasaran harus adaptif.
Pelaku e-commerce memanfaatkan fitur interaktif. Live streaming, komunitas, dan promosi tematik menjadi andalan. Pendekatan ini diharapkan menjaga pertumbuhan. Ramadan tetap menjadi momentum penting.
Secara keseluruhan, lonjakan transaksi saat sahur menunjukkan perubahan pola belanja digital. Konsumen semakin aktif memanfaatkan waktu tersebut. Platform e-commerce menyesuaikan strategi dengan perilaku baru. Pertumbuhan tetap terjaga meski lebih moderat.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kunjungan Prabowo ke Korea Selatan Bawa Investasi Rp173 Triliun ke Indonesia
- Kamis, 02 April 2026
Prabowo Perkuat Kepercayaan Investor Jepang dan Korea Selatan Secara Signifikan
- Kamis, 02 April 2026
Cara Aktifkan Rekening Dormant BCA, BRI, dan Mandiri dengan Mudah dan Cepat
- Kamis, 02 April 2026
Akses Tol Baru Perkuat Daya Tarik dan Investasi Kawasan Paramount Petals
- Kamis, 02 April 2026
Berita Lainnya
Cara Aktifkan Rekening Dormant BCA, BRI, dan Mandiri dengan Mudah dan Cepat
- Kamis, 02 April 2026











