Senin, 30 Maret 2026

Cole Palmer Mulai Tak Betah Di Chelsea Raksasa Eropa Siaga Satu

Cole Palmer Mulai Tak Betah Di Chelsea Raksasa Eropa Siaga Satu
Cole Palmer Mulai Tak Betah Di Chelsea Raksasa Eropa Siaga Satu

JAKARTA - Spekulasi bursa transfer mulai memanas seiring munculnya kabar ketidaknyamanan Cole Palmer di Chelsea. 

Gelandang serang muda milik Timnas Inggris itu disebut tengah mempertimbangkan masa depannya secara serius. Situasi ini membuat sejumlah klub elite Eropa langsung bersiaga untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Ketertarikan terhadap Palmer bukan tanpa alasan. Performanya yang sempat gemilang menjadikannya salah satu aset paling berharga di skuad Chelsea. Namun, perubahan situasi tim musim ini membuat posisinya tidak lagi sekuat sebelumnya.

Baca Juga

Prediksi Keuangan Zodiak Senin 30 Maret 2026 untuk Stabilitas Finansial Anda

Ketertarikan Klub Elite Eropa

Masa depan Cole Palmer di Chelsea mulai menjadi tanda tanya besar. Gelandang serang Timnas Inggris itu dikabarkan semakin tidak nyaman dan membuka peluang hengkang pada bursa transfer musim panas mendatang.

Sejumlah klub elite Eropa seperti Manchester United, Real Madrid, dan Bayern Munich disebut siap bersaing untuk mendapatkan tanda tangan pemain berusia 23 tahun tersebut. Palmer bahkan dilaporkan memiliki nilai transfer yang menyentuh angka £150 juta.

Nilai fantastis tersebut mencerminkan kualitas dan potensi besar yang dimiliki Palmer. Tak heran jika klub-klub besar Eropa mulai memantau situasinya dengan serius.

Persaingan untuk mendapatkan jasanya dipastikan akan berlangsung ketat jika ia benar-benar dilepas.

Perubahan Taktik Pengaruhi Performa

Kondisi ini tak lepas dari perubahan taktik di tubuh Chelsea yang membuat Palmer merasa kurang mendapatkan ruang bermain. Situasi tersebut berdampak langsung pada performanya di lapangan yang tak segarang musim lalu.

Pada musim sebelumnya, eks pemain Manchester City itu tampil impresif dengan mencetak 18 gol dan 14 assist. Namun, musim ini ia kesulitan menemukan ritme terbaik, terlebih setelah dibekap cedera pangkal paha dan jari kaki.

Perubahan peran di lapangan membuat kontribusinya tidak maksimal. Ia tidak lagi sebebas musim lalu dalam mengatur serangan.

Hal ini menjadi salah satu faktor utama munculnya rasa tidak nyaman yang kini ia rasakan.

Kerinduan pada Duet Lama dan Stabilitas Tim

Selain faktor taktik, Palmer juga merindukan duetnya bersama striker Nicolas Jackson. Penyerang asal Senegal itu kini tengah menjalani masa peminjaman di Bayern Munich, setelah Chelsea mendatangkan João Pedro dan Liam Delap pada awal musim.

Kehilangan Jackson dinilai cukup memengaruhi permainan Palmer. Kecepatan dan pergerakan sang striker sebelumnya dianggap mampu membuka ruang sekaligus memaksimalkan kreativitas Palmer sebagai playmaker.

Di sisi lain, performa tim juga belum stabil. Chelsea yang kini ditangani Liam Rosenior masih tertahan di peringkat keenam klasemen Liga Inggris. Posisi tersebut membuat peluang lolos ke Liga Champions UEFA musim depan berada dalam ancaman serius.

Kondisi ini semakin menambah tekanan bagi seluruh skuad, termasuk Palmer.

Hasil Buruk dan Tanda Frustrasi

Kegagalan menembus kompetisi elite Eropa itu diyakini bisa semakin memperbesar peluang Palmer angkat kaki dari Stamford Bridge. Apalagi, The Blues baru saja menelan hasil buruk, termasuk tersingkir dari Liga Champions usai kalah agregat 2-8 dari Paris Saint-Germain serta kekalahan telak 0-3 dari Everton.

Dalam laga terakhir tersebut, Palmer bahkan terlihat menunjukkan gestur frustrasi kepada rekan setimnya, Pedro Neto, yang dianggap menghalangi peluangnya untuk mencetak gol.

Momen itu menjadi sorotan karena menunjukkan tekanan emosional yang sedang ia alami.

Meski demikian, hal tersebut masih dianggap sebagai bagian dari dinamika pertandingan.

Sikap Klub dan Masa Depan Palmer

Meski demikian, sumber internal klub menegaskan bahwa Palmer tetap profesional dan tidak “menyerah” di lapangan. Chelsea sendiri masih menganggapnya sebagai pemain yang tak tersentuh dan mengikatnya dengan kontrak jangka panjang hingga 2033.

Di tengah situasi ini, muncul kabar bahwa Palmer mulai rindu kampung halamannya di Manchester. Ia disebut tidak menutup kemungkinan bergabung dengan Manchester United, klub yang memang sudah ia dukung sejak kecil.

Faktor kedekatan dengan direktur olahraga MU, Jason Wilcox, juga bisa menjadi kunci. Wilcox pernah menangani akademi Manchester City saat Palmer mulai menembus tim utama, dan bahkan sempat menyebut sang pemain berpotensi meraih Ballon d’Or di masa depan.

Namun demikian, Manchester United dikabarkan memiliki prioritas lain pada bursa transfer musim panas nanti, yakni memperkuat lini tengah dan sektor sayap kiri. Kini, keputusan ada di tangan Palmer untuk menentukan langkah berikutnya dalam kariernya

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bezzecchi Menang Dominan MotoGP Amerika 2026 Marc Marquez Gagal Podium Lagi

Bezzecchi Menang Dominan MotoGP Amerika 2026 Marc Marquez Gagal Podium Lagi

Moto3 Amerika 2026 Veda Ega Pratama DNF Pertama Setelah Tampil Menjanjikan

Moto3 Amerika 2026 Veda Ega Pratama DNF Pertama Setelah Tampil Menjanjikan

Prediksi Timnas Indonesia Vs Bulgaria Uji Kualitas Garuda Di Final FIFA Series 2026

Prediksi Timnas Indonesia Vs Bulgaria Uji Kualitas Garuda Di Final FIFA Series 2026

Barcelona Tawarkan Kontrak Baru Lewandowski Masa Depan Masih Tanda Tanya Besar

Barcelona Tawarkan Kontrak Baru Lewandowski Masa Depan Masih Tanda Tanya Besar

Real Madrid Khawatir Vinicius Junior Absen Laga Krusial Karena Risiko Cedera

Real Madrid Khawatir Vinicius Junior Absen Laga Krusial Karena Risiko Cedera