Sabtu, 28 Maret 2026

Jasindo Tekankan Pentingnya Asuransi Perjalanan Usai Arus Balik Lebaran

Jasindo Tekankan Pentingnya Asuransi Perjalanan Usai Arus Balik Lebaran
Jasindo Tekankan Pentingnya Asuransi Perjalanan Usai Arus Balik Lebaran

JAKARTA - Mobilitas masyarakat meningkat tajam saat Lebaran, tidak hanya di masa mudik, tetapi juga selama arus balik. 

Puncak arus balik identik dengan perjalanan panjang, melelahkan, dan risiko tinggi di jalan. Banyak pemudik mengalami kelelahan fisik, penurunan konsentrasi, dan kurang waspada, yang dapat memicu kecelakaan.

Asuransi perjalanan menjadi salah satu solusi penting untuk mengantisipasi risiko tersebut. Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, menegaskan perlindungan tidak hanya relevan saat mudik, tetapi juga setelah perjalanan kembali ke kota asal. 

Baca Juga

Simulasi Tabel KUR BRI 2026 Plafon Pinjaman, Syarat dan Cara Pengajuan Untuk UMKM

"Setelah berpartisipasi dalam program 'Mudik Nyaman Bersama BUMN' bersama Indonesia Financial Group (IFG) Group, Asuransi Jasindo menilai perlindungan perjalanan tetap krusial, tidak hanya saat mudik, tetapi juga ketika arus balik," ujarnya.

Kondisi kelelahan dan meningkatnya volume kendaraan di jalan menjadikan risiko kecelakaan lebih tinggi. Menurut data Korlantas Polri, Lebaran selalu menjadi periode rawan kecelakaan. Faktor human error menjadi penyebab dominan, termasuk kurang konsentrasi dan kelelahan.

Perlindungan Kecelakaan Diri Jasindo

Sebagai bentuk mitigasi risiko, Asuransi Jasindo memberikan perlindungan selama program mudik bersama IFG Group. Perlindungan mencakup kecelakaan diri dengan nilai pertanggungan hingga Rp 100 juta. Fasilitas ini meliputi risiko meninggal dunia, cacat tetap total, serta biaya perawatan dan pengobatan akibat kecelakaan.

"Dalam kondisi ini, perlindungan asuransi menjadi penting untuk memberikan rasa aman selama perjalanan," jelas Brellian. Dengan pertanggungan yang memadai, masyarakat bisa melakukan perjalanan dengan lebih tenang.

Selain itu, program ini juga menekankan kesadaran masyarakat untuk selalu memasukkan asuransi sebagai bagian dari perencanaan perjalanan, bukan sekadar tambahan opsional. Dengan demikian, risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan panjang dapat diminimalkan.

Faktor Risiko Arus Balik

Arus balik memiliki karakteristik risiko yang berbeda dari arus mudik. Pemudik biasanya mengalami kelelahan fisik setelah beberapa hari berada di kampung halaman, sehingga kewaspadaan menurun. Ditambah lagi, lonjakan kendaraan di jalan tol dan jalur utama meningkatkan peluang kecelakaan.

Brellian menambahkan, kombinasi kelelahan, kurang konsentrasi, dan padatnya volume kendaraan menuntut perlindungan ekstra dari risiko yang mungkin terjadi. "Momentum arus balik menjadi pengingat bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi perjalanan masih perlu terus diperkuat," katanya.

Data statistik menunjukkan kecelakaan lalu lintas selama Lebaran dominan disebabkan faktor human error, bukan faktor teknis kendaraan atau infrastruktur jalan. Oleh karena itu, asuransi perjalanan yang mencakup kecelakaan diri menjadi penting bagi setiap pemudik, sebagai upaya mitigasi risiko finansial akibat kecelakaan.

Literasi Asuransi dan Akses Mudah

Asuransi Jasindo berkomitmen meningkatkan literasi masyarakat terkait pentingnya perlindungan perjalanan. Ke depan, perusahaan berencana menghadirkan solusi perlindungan yang lebih mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan pemudik modern.

"Asuransi seharusnya menjadi bagian dari perencanaan perjalanan, bukan sekadar pilihan tambahan. Dengan perlindungan yang memadai, masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih tenang di tengah berbagai potensi risiko," tegas Brellian.

Peran literasi asuransi ini penting agar masyarakat memahami manfaat dan mekanisme klaim asuransi perjalanan. Dengan pengetahuan yang cukup, pemudik bisa memutuskan produk perlindungan mana yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan mereka.

Manfaat Perlindungan Jasindo untuk Masyarakat

Perlindungan perjalanan dari Jasindo memberikan rasa aman sekaligus keuntungan finansial. Jika terjadi kecelakaan, biaya medis dan perawatan tidak akan membebani keluarga. Nilai pertanggungan hingga Rp 100 juta juga cukup untuk menanggung risiko serius, termasuk cacat tetap total.

Program perlindungan ini juga menunjukkan bagaimana perusahaan asuransi dapat berperan aktif dalam program pemerintah atau BUMN untuk mendukung keselamatan masyarakat. Selain memberikan rasa aman, inisiatif ini meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi perjalanan di masa mobilitas tinggi seperti Lebaran.

Kesadaran ini diharapkan tetap terjaga di periode-periode lain selain Lebaran. Masyarakat semakin memahami bahwa asuransi perjalanan bukan hanya perlindungan sementara, tetapi bagian dari perencanaan perjalanan yang cerdas dan bertanggung jawab.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Tabungan Emas Pegadaian Menjadi Pilihan Tepat Investasi THR Jangka Panjang

Tabungan Emas Pegadaian Menjadi Pilihan Tepat Investasi THR Jangka Panjang

Cek Kurs Transaksi BI Rupiah Terhadap Mata Uang Jumat 27 Maret 2026

Cek Kurs Transaksi BI Rupiah Terhadap Mata Uang Jumat 27 Maret 2026

Harga Emas Antam di Pegadaian Jumat 27 Maret 2026 Stabil, Buyback Terpantau Turun Hari Ini

Harga Emas Antam di Pegadaian Jumat 27 Maret 2026 Stabil, Buyback Terpantau Turun Hari Ini

Harga Emas Perhiasan Jumat 27 Maret 2026 Naik, Tembus Rp2,239.000 per Gram Hari Ini

Harga Emas Perhiasan Jumat 27 Maret 2026 Naik, Tembus Rp2,239.000 per Gram Hari Ini

Update Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 27 Maret 2026

Update Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 27 Maret 2026