JAKARTA - Permasalahan sampah di kota-kota besar Indonesia kini kembali menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Di tengah meningkatnya volume limbah perkotaan yang belum tertangani optimal, pemerintah mulai mempercepat langkah strategis dengan memanfaatkan teknologi untuk mengubah sampah menjadi sumber energi. Upaya ini tidak hanya diarahkan untuk mengatasi persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan pengelolaan sampah menjadi energi atau waste to energy (WTE) di kota-kota besar di Indonesia.
Baca JugaMenkeu Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Berlaku Mulai 1 April 2026
Hal tersebut dikatakan Presiden Prabowo saat menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Program WTE Difokuskan di Kota Padat Penduduk
"Kepala Danantara Bapak Rosan Roeslani melaporkan perkembangan program waste to energy atau program pengelolaan sampah menjadi energi di seluruh Indonesia, khususnya yang berada di kota-kota besar dan padat penduduk, seperti DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Bali, dan kota lainnya di Indonesia,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya.
Teddy menjelaskan bahwa program WTE bisa menjadi solusi strategis dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini belum tertangani secara optimal.
Selain itu, program WTE akan mendukung penyediaan energi alternatif yang berkelanjutan.
Arahan Percepatan dan Penanganan Terintegrasi
Ia menyampaikan Presiden Prabowo menginginkan langkah cepat dan terintegrasi dari pemerintah pusat untuk menangani persoalan sampah di daerah.
Kepala Negara berharap agar timbunan sampah yang telah lama menjadi permasalahan dapat segera dibersihkan, dihilangkan, dan dimanfaatkan menjadi sumber energi, khususnya energi listrik.
"Presiden Prabowo menginginkan pemerintah pusat segera mengelola sampah-sampah yang telah lama tidak tertangani dengan baik di daerah untuk segera dibersihkan, dihilangkan, dan dimanfaatkan untuk menjadi energi, terutama energi listrik," kata Teddy.
Dorongan Transformasi Pengelolaan Sampah Modern
Langkah ini menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan sampah modern berbasis teknologi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya domestik yang ramah lingkungan.
Pendekatan ini juga menjadi bagian dari transformasi yang lebih luas dalam pengelolaan limbah, dari sekadar penanganan menjadi pemanfaatan bernilai ekonomi.
Potensi Ekonomi dan Lingkungan dari Waste to Energy
Dengan pendekatan hilirisasi yang terintegrasi, program waste to energy diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong kota-kota di Indonesia menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
InJourney Airports Siapkan Penerbangan Tambahan Arus Balik Lebaran 2026
- Kamis, 26 Maret 2026
KAI Logistik Catat Rekor Pengiriman Barang Selama Ramadan Lebaran 2026
- Kamis, 26 Maret 2026
Berita Lainnya
Purbaya Ungkap Kebijakan WFH Sudah Diputuskan, Segera Diumumkan Pemerintah
- Kamis, 26 Maret 2026
Wacana WFH Dilanjutkan, Mendagri Jamin Layanan Publik Esensial Tetap Beroperasi
- Kamis, 26 Maret 2026
Mendagri Tito Ungkap Kebutuhan Dana Rehabilitasi Bencana Sumatera Rp130 Triliun
- Kamis, 26 Maret 2026
Kemensos Uji Coba WFH ASN, Layanan Publik Aman dan Sekolah Rakyat Tetap Normal
- Kamis, 26 Maret 2026












.jpg)