Minggu, 22 Maret 2026

Menu Sahur Sehat Menurut Ahli Gizi Agar Energi Tetap Stabil Seharian

Menu Sahur Sehat Menurut Ahli Gizi Agar Energi Tetap Stabil Seharian
Menu Sahur Sehat Menurut Ahli Gizi Agar Energi Tetap Stabil Seharian

JAKARTA - Menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan membutuhkan kesiapan fisik yang baik. 

Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan maupun minuman sejak fajar hingga matahari terbenam. Kondisi ini membuat sahur menjadi waktu yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Pilihan makanan yang dikonsumsi saat sahur berperan besar dalam menentukan tingkat energi sepanjang hari. Jika menu sahur tidak seimbang, tubuh dapat lebih cepat merasa lapar, lelah, atau bahkan kehilangan konsentrasi ketika beraktivitas.

Baca Juga

Cara Beli Paket K-Vision lewat Dana: Panduan Lengkap

Karena itu, para ahli gizi menekankan pentingnya memperhatikan komposisi makanan saat sahur. Menu yang tepat dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus menyediakan energi yang bertahan lebih lama selama puasa.

Dengan pola makan yang tepat, puasa tidak hanya dapat dijalani dengan lebih nyaman tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Sahur yang seimbang dapat membantu menjaga stamina, memperbaiki konsentrasi, dan mendukung aktivitas sehari hari selama Ramadan.

Pentingnya memilih makanan yang melepaskan energi secara perlahan

Menurut ahli gizi, pemilihan makanan saat sahur harus memperhatikan jenis nutrisi yang mampu memberikan energi secara bertahap. Hal ini penting agar tubuh tidak cepat kehabisan energi selama menjalani puasa.

Nindi Sahai, seorang ahli gizi dan diet dari India, menekankan bahwa makanan yang dikonsumsi saat sahur sebaiknya mampu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Ia juga menyarankan agar menghindari makanan yang tinggi karbohidrat olahan atau gula.

Makanan yang terlalu banyak mengandung gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat. Setelah lonjakan tersebut, tubuh biasanya mengalami penurunan energi secara tiba tiba yang membuat seseorang merasa lemas atau mengantuk.

Oleh karena itu, pemilihan makanan yang tepat sangat penting untuk menjaga keseimbangan energi selama berpuasa. Menu sahur yang seimbang dapat membantu tubuh tetap berenergi hingga waktu berbuka tiba.

Karbohidrat kompleks menjadi sumber energi utama saat sahur

Salah satu jenis makanan yang disarankan oleh para ahli gizi adalah karbohidrat kompleks. Jenis karbohidrat ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh.

Alih alih mengonsumsi roti putih atau sereal olahan, Dr. Sahai merekomendasikan makanan seperti oat atau nasi merah. Karbohidrat kompleks tersebut mampu memberikan pelepasan glukosa yang lebih stabil ke dalam aliran darah.

Dengan pelepasan energi yang lebih lambat, tubuh dapat mempertahankan stamina lebih lama selama puasa. Hal ini membantu mengurangi rasa lapar dan kelelahan pada siang hari.

Karbohidrat kompleks juga umumnya mengandung serat yang lebih tinggi. Kandungan serat tersebut membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik serta memberikan rasa kenyang yang lebih lama.

Peran protein untuk menjaga rasa kenyang lebih lama

Selain karbohidrat kompleks, protein juga memiliki peranan penting dalam menu sahur. Nutrisi ini membantu memperlambat proses pencernaan sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama.

Dr. Sahai menyarankan agar menu sahur mengombinasikan karbohidrat kompleks dengan sumber protein. Beberapa contoh makanan yang dapat dikonsumsi antara lain telur, greek yogurt, atau buncis.

"Protein memperlambat pencernaan dan juga membantu melindungi dari kehilangan massa otot selama jam puasa yang panjang," kata Dr. Sahai.

Dengan adanya protein dalam menu sahur, tubuh dapat mempertahankan energi lebih stabil. Selain itu, protein juga penting untuk menjaga kesehatan otot selama menjalani puasa.

Kombinasi antara karbohidrat kompleks dan protein dapat membantu tubuh menjalani puasa dengan lebih nyaman tanpa cepat merasa lelah.

Lemak sehat membantu menjaga kestabilan energi tubuh

Selain karbohidrat dan protein, lemak sehat juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan energi selama berpuasa. Lemak sehat dapat memperlambat proses penyerapan karbohidrat dalam tubuh.

Contoh sumber lemak sehat antara lain kacang kacangan, biji bijian, atau sedikit selai kacang. Makanan tersebut dapat membantu tubuh mempertahankan energi lebih lama.

"Lemak memperlambat seberapa cepat karbohidrat diserap. Itu membantu mencegah rasa lemas di tengah pagi atau sore hari," tuturnya.

Dengan menambahkan lemak sehat dalam menu sahur, tubuh dapat memperoleh sumber energi tambahan yang dilepaskan secara bertahap. Hal ini membantu menjaga stamina selama berpuasa.

Namun, konsumsi lemak tetap perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Pemilihan lemak sehat lebih dianjurkan dibandingkan makanan berlemak yang digoreng.

Buah dan hidrasi penting untuk menjaga keseimbangan tubuh

Buah buahan juga memiliki peran penting dalam menu sahur karena mengandung gula alami, serat, serta berbagai mineral yang dibutuhkan tubuh. Beberapa buah yang dianjurkan antara lain pisang, apel, dan kurma.

Meski demikian, Dr. Sahai tidak menyarankan untuk hanya mengonsumsi buah saja saat sahur. Buah sebaiknya dikombinasikan dengan sumber protein agar kadar gula darah tetap stabil.

"Selalu kombinasikan buah dengan sumber protein. Dengan begitu, Anda menghindari lonjakan gula darah yang cepat diikuti oleh kelelahan mendadak," beber dia.

Selain makanan, hidrasi yang cukup juga sangat penting selama Ramadan. Mengonsumsi air yang cukup saat sahur dapat membantu tubuh tetap terhidrasi selama berpuasa.

Air kelapa juga dapat menjadi pilihan minuman karena membantu mengisi kembali elektrolit tubuh. Sebaliknya, camilan yang digoreng, makanan terlalu manis, serta konsumsi kafein berlebihan sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan dehidrasi dan rasa lesu.

"Makanan yang seimbang, kaya serat, dan berfokus pada protein membuat perbedaan besar. Ketika gula darah Anda tetap stabil, konsentrasi Anda meningkat, suasana hati Anda lebih baik, dan puasa terasa lebih mudah dikelola," pungkasnya.

Perubahan pola makan selama bulan Ramadan memang dapat menjadi tantangan pada awalnya. Namun, dengan memilih menu sahur yang tepat dan seimbang, tubuh dapat beradaptasi dengan baik. Bahkan, dalam beberapa kasus, puasa juga dapat memberikan manfaat kesehatan, termasuk bagi mereka yang memiliki masalah asam lambung.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panduan Lengkap Bengkel Mobil Karanganyar untuk Perawatan & Perbaikan

Panduan Lengkap Bengkel Mobil Karanganyar untuk Perawatan & Perbaikan

Rekomendasi 7 Tempat Outbound Surabaya dengan Fasilitas Paling Lengkap

Rekomendasi 7 Tempat Outbound Surabaya dengan Fasilitas Paling Lengkap

Cara dan Syarat Daftar BPJS Kesehatan Serta Iuran per Maret 2026

Cara dan Syarat Daftar BPJS Kesehatan Serta Iuran per Maret 2026

Cara Bayar Tilang Elektronik: Panduan Lengkap Pengendara di Indonesia

Cara Bayar Tilang Elektronik: Panduan Lengkap Pengendara di Indonesia

Rekomendasi 7 Bakmi Ayam Halal Paling Nikmat di Jakarta untuk Buka Puasa

Rekomendasi 7 Bakmi Ayam Halal Paling Nikmat di Jakarta untuk Buka Puasa