JAKARTA - Tekanan di pasar saham domestik langsung terasa sejak bel pembukaan perdagangan Rabu, 4 Maret 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan tidak mampu bertahan di zona hijau dan justru bergerak turun tajam pada awal sesi. Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali menimbang strategi, termasuk mencermati saham-saham yang dinilai masih menarik untuk dikoleksi.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG berada di posisi 7.896,377. Mengacu data RTI hingga pukul 09.23 WIB, indeks langsung melemah 185,588 poin atau setara 2,34 persen ke level 7.754,178. Sepanjang awal sesi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 7.897,812 dan terendah 7.736,918.
Baca Juga
Pelemahan tersebut memperpanjang tren negatif setelah pada Selasa, 3 Maret 2026, IHSG ditutup turun 0,96 persen. Tekanan jual yang terjadi sehari sebelumnya masih membayangi pergerakan indeks hari ini.
Arus Dana Asing Dan Saham Tertekan
Riset harian dari BNI Sekuritas mencatat bahwa pada perdagangan kemarin terjadi net sell asing sebesar Rp1,17 triliun. Aksi jual tersebut turut memberi tekanan tambahan terhadap indeks.
Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain ANTM, BBRI, AADI, MDKA, dan INCO. Deretan saham ini menjadi kontributor utama pelemahan IHSG dalam beberapa sesi terakhir.
Kondisi arus dana asing masih menjadi perhatian penting bagi pelaku pasar. Ketika aliran dana keluar cukup besar, volatilitas indeks biasanya meningkat dan memicu aksi profit taking di sejumlah sektor.
Tekanan Dari Bursa Global
Sentimen negatif juga datang dari pasar global. Indeks-indeks saham Wall Street kembali mengalami penurunan pada Selasa, 3 Maret 2025, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Meskipun sempat turun signifikan, pernyataan Presiden AS Donald Trump sedikit meredakan kepanikan investor menjelang penutupan pasar. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,83 persen, S&P 500 terkoreksi 0,94 persen, dan Nasdaq Composite turun 1,02 persen.
Di kawasan Asia, tekanan juga terasa merata. Bursa-bursa utama kompak melemah seiring konflik Iran yang memasuki hari keempat tanpa tanda-tanda mereda. Harga minyak bahkan melanjutkan kenaikan setelah muncul laporan Iran telah menutup Selat Hormuz.
Indeks Kospi di Korea Selatan anjlok 7,2 persen, memimpin pelemahan di Asia. Di Jepang, Nikkei 225 turun 3,1 persen dan Topix melemah 3,2 persen. S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 1,3 persen, Hang Seng Hong Kong turun 1,1 persen, Taiex Taiwan berkurang 2,2 persen, dan indeks di daratan China kompak turun lebih dari satu persen.
Proyeksi IHSG Dan Level Penting
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, dalam risetnya menyampaikan, “IHSG masih berpotensi melemah kembali dengan tes support 7.900. Hati-hati jika break 7.900, potensi koreksi hingga 7.450. Diperkirakan support IHSG: 7.650-7.750 dan resistance IHSG: 8.000-8.050.”
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya level 7.900 sebagai area krusial. Jika level itu ditembus ke bawah, ruang koreksi dinilai masih cukup terbuka hingga kisaran 7.450.
Investor jangka pendek biasanya menjadikan area support dan resistance sebagai acuan dalam menentukan titik masuk dan keluar. Oleh sebab itu, pergerakan indeks hari ini akan sangat menentukan arah selanjutnya.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Di tengah tekanan pasar, terdapat sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati. AMRT direkomendasikan Buy on Weakness dengan area beli di Rp1.560-Rp1.600, cutloss di bawah Rp1.540, dan target dekat di Rp1.640-Rp1.670.
MEDC mendapat rekomendasi Spec Buy dengan area beli Rp1.860-Rp1.900, cutloss di bawah Rp1.850, serta target dekat Rp1.920-Rp1.990. PGAS juga direkomendasikan Spec Buy di area Rp2.320-Rp2.400 dengan cutloss di bawah Rp2.240 dan target Rp2.450-Rp2.500.
BUVA masuk daftar Spec Buy pada rentang Rp1.200-Rp1.240 dengan cutloss di bawah Rp1.200 dan target Rp1.300-Rp1.360. Sementara ASII direkomendasikan Buy on Weakness di Rp6.175-Rp6.275, cutloss di bawah Rp6.050, dan target Rp6.425-Rp6.500.
KLBF juga masuk daftar dengan rekomendasi Buy on Weakness di area Rp1.020-Rp1.035, cutloss di bawah Rp1.020, serta target dekat Rp1.045-Rp1.085.
Dengan IHSG yang masih berada di bawah tekanan, disiplin dalam menerapkan strategi trading menjadi kunci. Investor perlu mencermati sentimen global, pergerakan dana asing, serta level teknikal penting sebelum mengambil keputusan di tengah volatilitas pasar yang tinggi.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Rekomendasi Saham dan Prediksi Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 4 Maret 2026
- Rabu, 04 Maret 2026
Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Selasa, 4 Maret 2026
- Rabu, 04 Maret 2026













