Hasil Bursa Transfer Liga Italia AS Roma Gagal Rekrut Senesi Dybala Pindah
- Rabu, 25 Februari 2026
JAKARTA - Dinamika pasar transfer sepak bola Italia kembali memanas dengan serangkaian kejutan yang melibatkan salah satu klub raksasa ibu kota, AS Roma. Memasuki periode krusial di tahun 2026, manajemen Giallorossi harus menghadapi kenyataan pahit dalam upaya mereka memperkuat barisan pertahanan.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa misi perburuan untuk mendaratkan bek tangguh Marcos Senesi ke Stadion Olimpico menemui jalan buntu. Kegagalan ini memicu gelombang spekulasi mengenai rencana cadangan yang akan diambil oleh tim pelatih guna menjaga kedalaman skuat di tengah persaingan Serie A yang semakin ketat dan tidak kenal ampun.
Namun, kejutan di internal Roma tidak berhenti pada sektor pertahanan saja. Kabar yang jauh lebih menggetarkan datang dari lini serang mereka. Bintang utama asal Argentina, Paulo Dybala, dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah emosional untuk meninggalkan Eropa."La Joya" dikaitkan dengan kepindahan menuju klub raksasa Argentina, Boca Juniors.
Baca Juga
Jika rumor ini menjadi kenyataan, maka hal tersebut akan menandai berakhirnya era keemasan Dybala di kompetisi Benua Biru sekaligus menjadi kehilangan besar bagi publik Roma yang selama ini memuja kepiawaiannya dalam mengolah si kulit bundar di lapangan hijau.
Analisis Penyebab Kegagalan Negosiasi AS Roma Dalam Meminang Marcos Senesi
Kegagalan AS Roma untuk mengamankan tanda tangan Marcos Senesi menjadi sorotan tajam bagi para analis sepak bola Italia. Sejak awal bursa transfer dibuka, Senesi dipandang sebagai profil yang sangat ideal untuk menambal kerapuhan di lini belakang Roma.
Dengan kemampuan membaca permainan yang sangat baik serta ketangguhan dalam duel-duel udara, bek asal Argentina tersebut awalnya diproyeksikan sebagai pemimpin baru di barisan pertahanan. Namun, proses negosiasi yang berlarut-larut antara pihak Roma dengan klub pemilik Senesi nampaknya menemui kendala finansial yang cukup signifikan.
Ketidaksepakatan mengenai nilai transfer dan struktur pembayaran menjadi tembok penghalang utama. AS Roma mencoba menawarkan skema peminjaman dengan opsi pembelian permanen, namun pihak lawan bersikeras pada penjualan tunai di angka yang cukup tinggi.
Selain faktor biaya, persaingan dari klub-klub Liga Inggris yang juga meminati jasa Senesi membuat posisi tawar Roma semakin melemah. Kegagalan ini memaksa direktur olahraga Roma untuk bekerja ekstra keras di sisa waktu yang ada, mencari alternatif bek lain yang memiliki kualitas setara namun dengan harga yang lebih rasional dalam anggaran klub.
Dampak Emosional Dan Taktis Kepergian Paulo Dybala Menuju Boca Juniors
Berita mengenai keinginan Paulo Dybala untuk bergabung dengan Boca Juniors bak petir di siang bolong bagi para pendukung setia AS Roma. Dybala bukan sekadar pemain; ia adalah ruh permainan tim yang seringkali menjadi pembeda lewat gol-gol indah dan umpan-umpan visionernya.
Keputusannya untuk kembali ke tanah kelahiran nampaknya didorong oleh keinginan pribadi untuk lebih dekat dengan keluarga serta impian masa kecil untuk mengenakan seragam kebesaran klub di Stadion La Bombonera. Bagi Boca Juniors, mendapatkan pemain sekelas Dybala akan menjadi salah satu transfer paling bersejarah di liga Argentina dalam satu dekade terakhir.
Dari sisi teknis, kehilangan Dybala akan menciptakan lubang besar dalam skema permainan yang telah dibangun selama ini. Pelatih AS Roma harus memutar otak untuk menemukan formasi baru yang tidak lagi bergantung pada kreativitas Dybala di posisi penyerang lubang. Efek domino dari kepergiannya juga menyasar pada moral rekan setim lainnya.
Dybala dikenal sebagai sosok pemimpin di ruang ganti yang mampu memberikan ketenangan bagi para pemain muda. Manajemen Roma kini berada di persimpangan jalan: apakah mereka akan mencoba membujuk Dybala agar bertahan setidaknya hingga akhir musim, atau segera mencari suksesor baru yang mampu memikul beban ekspektasi sebesar yang ditinggalkan "Sang Permata".
Langkah Antisipatif Manajemen Roma Dalam Menghadapi Krisis Bursa Transfer
Menyikapi dua kabar besar tersebut, manajemen AS Roma dikabarkan langsung mengadakan pertemuan darurat untuk menyusun ulang peta jalan transfer mereka. Dengan kegagalan merekrut Senesi, radar pencarian kini dialihkan ke pasar pemain di Liga Spanyol dan Jerman, di mana terdapat beberapa nama bek tengah potensial yang kontraknya akan segera berakhir.
Roma dituntut untuk tidak melakukan kesalahan kedua kali dalam proses negosiasi, mengingat kebutuhan akan bek baru sudah dalam taraf mendesak guna menghindari kerugian poin di sisa pertandingan musim kompetisi 2026.
Selain itu, upaya untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub menjadi pertimbangan penting dalam aktivitas transfer kali ini. Jika Dybala benar-benar hengkang ke Boca Juniors, Roma kemungkinan akan mendapatkan dana segar atau setidaknya penghematan yang signifikan dari beban gaji sang pemain.
Dana tersebut rencananya akan dialokasikan untuk mendatangkan dua hingga tiga pemain baru yang lebih muda guna melakukan regenerasi skuat. Transformasi ini memang berisiko tinggi, namun dianggap sebagai langkah yang paling logis untuk menjaga keberlangsungan klub dalam jangka panjang di kasta tertinggi Liga Italia.
Proyeksi Masa Depan AS Roma Tanpa Kehadiran Sosok Bintang Argentina
Pertanyaan besar yang kini menghantui benak para Mi Fans dan pecinta Serie A adalah: seperti apa wajah AS Roma di masa depan tanpa kehadiran Dybala? Perubahan ini menandakan pergeseran filosofi tim yang mungkin akan lebih mengandalkan permainan kolektif daripada ketergantungan pada skill individu pemain bintang.
Masa depan Roma akan sangat bergantung pada seberapa cepat para pemain baru yang didatangkan nantinya mampu beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Italia yang sangat mementingkan aspek taktik dan kedisiplinan.
Dukungan suporter di Stadion Olimpico akan menjadi faktor kunci dalam melewati masa transisi yang sulit ini. Meskipun kecewa dengan kegagalan mendapatkan Senesi dan kemungkinan perpisahan dengan Dybala, antusiasme untuk melihat wajah baru Roma tetap tinggi. Musim 2026 ini akan menjadi ujian sejati bagi kepemimpinan manajer dan visi manajemen dalam menavigasi klub keluar dari badai rumor transfer.
Apakah Roma akan bangkit dan membuktikan bahwa mereka tetap menjadi kekuatan yang ditakuti meski tanpa pilar-pilar utamanya, atau justru akan tenggelam dalam persaingan papan tengah? Semuanya akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan seiring ditutupnya jendela transfer musim ini.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Cara Praktis Membuat Arem-Arem Tanpa Daun Tetap Gurih, Rapi, dan Tidak Pecah
- Rabu, 25 Februari 2026
Chelsea Dianggap Mundur Lima Langkah Setelah Tunjuk Rosenior Jadi Pelatih Baru
- Rabu, 25 Februari 2026
Gol Benjamin Sesko Pastikan Manchester United Menang 1-0 Atas Everton 2026
- Rabu, 25 Februari 2026
Fiorentina Keluar Dari Zona Merah Liga Italia Usai Kalahkan Pisa 1-0
- Rabu, 25 Februari 2026
Arsenal Menang Telak Gabriel Magalhaes Ejek Striker Tottenham Hotspur Musim 2026
- Rabu, 25 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Ragam Tradisi Menyambut dan Mengisi Bulan Ramadan di Indonesia
- 25 Februari 2026
3.
Tradisi Unik Ramadan di Berbagai Negara, Beda dari Indonesia
- 25 Februari 2026




.jpg)







