Peluang Usaha Ayam Petelur untuk Pemula, Berapa Modal Awal yang Harus Disiapkan?
- Rabu, 25 Februari 2026
JAKARTA - Telur ayam merupakan salah satu bahan pangan yang hampir tidak pernah absen dari konsumsi masyarakat Indonesia.
Mulai dari kebutuhan dapur rumah tangga, warung makan, usaha kuliner rumahan, hingga industri makanan berskala besar, semuanya membutuhkan pasokan telur dalam jumlah stabil setiap hari. Kondisi inilah yang menjadikan usaha ayam petelur sebagai salah satu sektor peternakan dengan permintaan pasar yang relatif aman dan berkelanjutan.
Tidak heran jika banyak orang tertarik untuk mengetahui peluang usaha ayam petelur sekaligus mempertanyakan berapa besar modal awal yang harus disiapkan. Terutama bagi pemula, perhitungan modal menjadi hal krusial karena usaha ini melibatkan biaya kandang, bibit ayam, pakan, vaksin, serta operasional harian yang tidak sedikit. Tanpa perencanaan yang matang, usaha berpotensi tersendat di tengah jalan.
Baca JugaRagam Tradisi Menyambut dan Mengisi Bulan Ramadan di Indonesia
Oleh karena itu, sebelum memulai, penting untuk memahami potensi usaha ayam petelur, jenis ayam yang sesuai untuk pemula, rincian modal berdasarkan skala usaha, hingga biaya operasional dan strategi agar usaha bisa berjalan stabil dan berkembang dalam jangka panjang.
Mengapa Usaha Ayam Petelur Dinilai Menjanjikan
Permintaan telur ayam di Indonesia cenderung stabil sepanjang tahun karena dikonsumsi oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Berbeda dengan komoditas musiman yang bergantung pada tren atau waktu tertentu, telur tetap dibutuhkan setiap hari karena harganya terjangkau dan kandungan proteinnya tinggi. Bahkan saat kondisi ekonomi melemah, telur masih menjadi pilihan utama sumber protein.
Keunggulan lain dari usaha ayam petelur adalah adanya pemasukan rutin setiap hari setelah ayam memasuki masa produksi. Hal ini membuat arus kas lebih lancar dibandingkan usaha ternak yang harus menunggu masa panen tertentu. Dibandingkan ayam pedaging yang dipanen berkala, ayam petelur menawarkan kontinuitas pendapatan yang membantu menjaga kestabilan keuangan usaha.
Selain itu, usaha ayam petelur dapat dijalankan secara fleksibel. Skala usaha bisa dimulai dari puluhan ekor di pekarangan rumah hingga ribuan ekor dengan sistem kandang modern. Fleksibilitas ini membuat usaha ayam petelur cocok bagi pemula yang ingin belajar dari skala kecil sebelum memperbesar kapasitas produksi.
Jenis Ayam Petelur yang Cocok untuk Pemula
Pemilihan jenis ayam petelur sangat berpengaruh terhadap produktivitas dan efisiensi biaya pakan. Setiap strain ayam memiliki karakteristik berbeda, baik dari sisi produksi telur, ketahanan tubuh, maupun adaptasi terhadap lingkungan.
Salah satu jenis yang banyak direkomendasikan untuk pemula adalah ayam petelur coklat seperti ISA Brown. Ayam ini dikenal memiliki produktivitas tinggi dan daya tahan tubuh yang baik terhadap kondisi iklim tropis. Telur berwarna coklat yang dihasilkan juga lebih mudah diterima pasar tradisional.
Selain itu, terdapat ayam petelur putih seperti Hy-Line yang terkenal efisien dalam penggunaan pakan dan konsisten dalam produksi telur. Namun, jenis ini umumnya membutuhkan manajemen kandang yang lebih terkontrol agar performanya tetap optimal. Telurnya banyak digunakan untuk kebutuhan industri makanan dan hotel.
Pemula juga perlu menentukan apakah akan membeli DOC dengan harga lebih murah namun membutuhkan waktu hingga siap bertelur, atau memilih pullet siap produksi yang harganya lebih tinggi tetapi bisa langsung menghasilkan telur. Keputusan ini perlu disesuaikan dengan kemampuan modal dan kesiapan manajemen.
Rincian Modal Awal Berdasarkan Skala Usaha
Skala kecil dengan 50 ekor ayam biasanya menjadi pilihan awal bagi pemula. Pada skala ini, pengelolaan masih bisa dilakukan secara mandiri tanpa tenaga kerja tambahan. Modal utama dialokasikan untuk pembelian pullet siap bertelur, pembuatan kandang sederhana, serta perlengkapan pakan dan minum. Estimasi modal berada di kisaran belasan juta rupiah tergantung harga bibit dan bahan bangunan di daerah masing-masing.
Untuk skala menengah dengan 100 hingga 300 ekor ayam, kandang umumnya sudah menggunakan sistem baterai agar lebih efisien dan memudahkan pengambilan telur. Investasi kandang menjadi lebih besar karena menggunakan rangka besi atau baja ringan. Kebutuhan pakan meningkat signifikan, sehingga pengelolaan stok menjadi faktor penting. Modal awal pada skala ini dapat mencapai puluhan juta rupiah, sebanding dengan potensi produksi telur yang lebih besar.
Sementara itu, usaha skala besar dengan 1.000 ekor ayam atau lebih memerlukan lahan khusus dan kandang permanen dengan infrastruktur pendukung seperti instalasi listrik, gudang pakan, dan sistem pembuangan kotoran. Modal awal bisa mencapai ratusan juta rupiah, namun potensi omzet bulanan juga jauh lebih tinggi jika manajemen berjalan efektif dan harga telur stabil.
Biaya Operasional dan Risiko Usaha
Dalam usaha ayam petelur, biaya operasional terbesar berasal dari pakan yang dapat menyerap lebih dari separuh total pengeluaran bulanan. Kenaikan harga bahan baku pakan seperti jagung dapat memengaruhi margin keuntungan secara signifikan.
Selain pakan, biaya lain yang perlu diperhitungkan adalah vitamin, vaksin, listrik, air, serta tenaga kerja pada skala menengah dan besar. Peternak juga perlu menyiapkan dana cadangan untuk mengantisipasi risiko seperti kematian ayam, penyakit, atau penurunan harga telur di pasar.
Manajemen kesehatan ayam menjadi faktor krusial karena pencegahan penyakit jauh lebih murah dibandingkan pengobatan. Biosecurity yang baik dan jadwal vaksin rutin dapat membantu menjaga produktivitas tetap stabil.
Tips Sukses Memulai Usaha Ayam Petelur
Agar usaha ayam petelur dapat berjalan optimal, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan sejak awal:
Mulai dari skala kecil untuk memahami manajemen usaha.
Pilih bibit ayam berkualitas dari sumber terpercaya.
Fokus pada pengelolaan pakan karena sangat memengaruhi produksi.
Terapkan biosecurity dan vaksinasi secara rutin.
Bangun jaringan pembeli sejak awal agar hasil produksi cepat terserap.
Lakukan pencatatan keuangan secara detail dan konsisten.
Sisihkan keuntungan untuk pengembangan usaha secara bertahap.
Dengan perencanaan yang matang dan manajemen yang tepat, usaha ayam petelur dapat menjadi sumber penghasilan jangka panjang yang stabil dan berkelanjutan. Jika dikelola dengan baik, usaha ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga peluang ekspansi yang terbuka lebar seiring meningkatnya permintaan pasar.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Jadwal Buka Puasa Medan 24 Februari 2026 Ramadhan 1447 Hijriah Hari Keenam
- Rabu, 25 Februari 2026
Strategi Real Madrid Bangun Kejayaan Baru Tanpa Belanja Instan Berlebihan
- Rabu, 25 Februari 2026
Barcelona Siapkan Plan B Penyerang Manchester City Bursa Transfer Musim Panas
- Rabu, 25 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Ragam Tradisi Menyambut dan Mengisi Bulan Ramadan di Indonesia
- 25 Februari 2026
3.
Tradisi Unik Ramadan di Berbagai Negara, Beda dari Indonesia
- 25 Februari 2026




.jpg)







