Senin, 23 Februari 2026

Dilema Investasi: Para Pembeli Emas Antam Yang Masih 'Gigit Jari' Di Akhir Februari 2026

Dilema Investasi: Para Pembeli Emas Antam Yang Masih 'Gigit Jari' Di Akhir Februari 2026
Dilema Investasi: Para Pembeli Emas Antam Yang Masih 'Gigit Jari' Di Akhir Februari 2026

JAKARTA - Memasuki pekan terakhir Februari 2026, dinamika harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) menyisakan cerita tersendiri bagi sebagian pelaku pasar.

Di balik euforia kenaikan harga yang mencatatkan rekor tertinggi bulanan, terdapat sekelompok investor ritel yang justru masih harus "gigit jari". Fenomena ini terjadi terutama pada mereka yang masuk ke pasar saat harga berada di puncak spekulasi atau bagi investor pemula yang belum mempertimbangkan faktor spread (selisih harga jual dan beli kembali) serta biaya pajak transaksi.

Alih-alih mendapatkan keuntungan instan dari lonjakan harga, mereka kini terjebak dalam posisi floating loss karena harga buyback saat ini belum mampu menutup modal awal pembelian mereka.

Baca Juga

Strategi Investasi Asuransi Umum Pasca Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia 2026

Analisis Faktor Spread Dan Psikologi Pasar Emas Domestik

Penyebab utama rasa kecewa yang dialami sebagian pembeli terletak pada pemahaman mengenai mekanisme spread. Secara historis, emas adalah instrumen investasi jangka panjang (di atas 5 tahun).

Namun, tingginya volatilitas di bulan Februari 2026 memicu banyak orang untuk melakukan aksi spekulasi jangka pendek. Ketika harga jual Antam melonjak tajam, harga buyback (harga beli kembali oleh bank/butik) sering kali tidak naik secepat harga jualnya. Akibatnya, mereka yang baru membeli emas dalam kurun waktu beberapa minggu terakhir belum bisa mencatatkan keuntungan meski grafik harga terlihat "hijau".

Selain faktor teknis, psikologi Fear Of Missing Out (FOMO) berperan besar dalam situasi ini. Banyak masyarakat yang baru berbondong-bondong membeli emas justru saat media memberitakan harga sedang mencetak rekor.

Membeli di pucuk harga tanpa strategi yang matang sering kali berujung pada kekecewaan saat harga mengalami koreksi teknis yang tipis. Para pembeli ini kini hanya bisa menunggu momentum kenaikan berikutnya agar nilai buyback emas mereka setidaknya menyentuh titik impas (break even point).

Beban Pajak Dan Biaya Administrasi Dalam Investasi Logam Mulia

Salah satu variabel yang sering dilupakan oleh pembeli emas adalah kewajiban pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Setiap pembelian emas batangan di Antam dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% bagi yang tidak memiliki NPWP. Biaya ini secara otomatis menambah modal awal per gram emas yang dibeli. Saat hendak menjual kembali, investor kembali dihadapkan pada potongan pajak buyback jika nilai penjualannya melebihi batas tertentu.

Bagi mereka yang "gigit jari", angka-angka di atas kertas menunjukkan bahwa meskipun harga emas Antam naik belasan ribu rupiah dalam sehari, nilai tersebut sering kali habis hanya untuk menutupi biaya pajak dan selisih spread tadi.

Hal ini menjadi pelajaran berharga mengenai pentingnya literasi finansial sebelum terjun ke instrumen aset aman sekalipun.

Proyeksi Dan Strategi Bagi Investor Yang Terjebak Di Harga Tinggi

Bagi investor yang saat ini merasa rugi, langkah terbaik menurut para analis adalah tetap tenang dan tidak melakukan panic selling.

Emas memiliki sifat alami sebagai pelindung nilai terhadap inflasi dan devaluasi mata uang. Sepanjang fundamental ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian kebijakan suku bunga AS dan ketegangan geopolitik di tahun 2026, potensi emas untuk kembali merangkak naik tetap terbuka lebar. Melepas aset dalam kondisi rugi hanya akan mengunci kerugian tersebut secara permanen.

Disarankan bagi pemilik emas untuk beralih ke strategi jangka panjang. Memanfaatkan aplikasi pemantau harga untuk melihat tren rata-rata mingguan dapat membantu meredam kecemasan akibat fluktuasi harian.

 Akhir Februari 2026 ini menjadi momentum refleksi bahwa emas adalah instrumen kesabaran. Keuntungan dalam investasi logam mulia tidak dibangun dalam hitungan hari, melainkan melalui ketekunan dalam menjaga aset melintasi berbagai siklus ekonomi.

Regan

Regan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat: Analisis Proyeksi Dan Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat: Analisis Proyeksi Dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp16.000: Mencetak Rekor Tertinggi Bulan Ini

Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp16.000: Mencetak Rekor Tertinggi Bulan Ini

Harga Emas Antam Tembus Rp3,028 Juta per Gram, Mengukir Rekor Bulan Ini Lagi

Harga Emas Antam Tembus Rp3,028 Juta per Gram, Mengukir Rekor Bulan Ini Lagi

Harga Emas Perhiasan 23 Februari 2026 Tercatat Kokoh di Pasar Meski Volatilitas Terjadi

Harga Emas Perhiasan 23 Februari 2026 Tercatat Kokoh di Pasar Meski Volatilitas Terjadi

Simulasi Tabel KUR BRI Pinjaman 100 Juta Cicilan Rp 2,1 Juta Hingga Rp 8,8 Juta

Simulasi Tabel KUR BRI Pinjaman 100 Juta Cicilan Rp 2,1 Juta Hingga Rp 8,8 Juta