Hasil Liga Italia: Drama VAR Paksa AC Milan Rasakan Kekalahan Perdana Dalam 183 Hari
- Senin, 23 Februari 2026
JAKARTA - Laju impresif AC Milan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Italia, Serie A, akhirnya harus terhenti secara dramatis. Setelah melewati catatan gemilang tanpa tersentuh kekalahan selama 183 hari, skuat asuhan Paulo Fonseca harus rela pulang dengan tangan hampa dalam laga terbaru mereka.
Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi publik San Siro, terutama karena hasil akhir pertandingan sangat dipengaruhi oleh serangkaian keputusan krusial dari teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang tidak berpihak pada tim tamu.
Kegagalan mempertahankan tren positif ini sekaligus memutus rekor tak terkalahkan yang sudah dibangun susah payah sejak tahun lalu. Pertandingan ini menjadi bukti betapa dinamisnya persaingan di Liga Italia, di mana sebuah momen kecil yang ditinjau melalui layar monitor bisa mengubah drastis jalannya sejarah dan posisi di klasemen.
Baca JugaStack Dating Jadi Tren Kencan Gen Z Efisien Praktis Minim Drama
Terhentinya Rekor Panjang Rossoneri Setelah Setengah Tahun Tak Terkalahkan
AC Milan memasuki lapangan dengan kepercayaan diri tinggi mengingat rekor panjang 183 hari tanpa kekalahan yang mereka pegang. Namun, catatan statistik mentereng tersebut seolah runtuh saat mereka menghadapi lawan yang tampil sangat disiplin dan efektif dalam memanfaatkan celah. Pertahanan Milan yang biasanya tampil solid kali ini harus mengakui keunggulan strategi lawan yang mampu memberikan tekanan sejak menit awal.
Kekalahan ini merupakan yang pertama bagi Rossoneri dalam waktu sekitar enam bulan di kompetisi domestik. Periode panjang tanpa hasil negatif tersebut sempat membuat Milan menjadi salah satu tim yang paling ditakuti di Serie A. Kini, tugas berat menanti tim pelatih untuk segera membangkitkan mentalitas para pemain agar tidak terpuruk lebih dalam usai rekor prestisius mereka resmi terhenti.
Keputusan VAR Yang Menentukan Nasib Pertandingan di Liga Italia
Sorotan utama dalam kekalahan perdana Milan ini tak lepas dari peran teknologi VAR yang beberapa kali menganulir momen krusial. Keputusan-keputusan yang diambil setelah peninjauan video tersebut dinilai memberikan dampak besar pada psikologis para pemain di lapangan. Beberapa insiden di kotak penalti dan posisi offside tipis menjadi titik balik yang merugikan bagi Milan, sekaligus memberikan angin segar bagi tim tuan rumah.
Meski teknologi ditujukan untuk menciptakan keadilan, kubu Milan merasa keputusan tersebut sangat "menyakitkan" dan mengubah momentum yang sedang mereka bangun. "Disakiti" oleh VAR menjadi narasi yang berkembang usai laga, mengingat ada beberapa situasi yang dianggap masih dalam wilayah perdebatan namun akhirnya diputuskan merugikan Rossoneri, yang pada akhirnya menentukan skor akhir di papan piala.
Evaluasi Performa Lini Depan dan Tengah AC Milan di Lapangan
Selain faktor eksternal seperti VAR, performa individu pemain AC Milan juga menjadi bahan evaluasi serius. Lini depan yang biasanya produktif terlihat kesulitan dalam membongkar barikade pertahanan lawan yang sangat rapat. Kreativitas di lini tengah pun seolah terkunci, membuat aliran bola menuju ujung tombak menjadi tersendat. Efektivitas penyelesaian akhir yang rendah menjadi salah satu penyebab mengapa Milan gagal membalas kedudukan.
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa meski Milan mendominasi penguasaan bola, mereka kalah dalam hal akurasi tembakan ke arah gawang. Lawan tampil lebih klinis dan mampu memanfaatkan setiap peluang sekecil apa pun menjadi gol. Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa di Liga Italia, penguasaan bola saja tidak cukup untuk mengamankan poin jika tidak disertai dengan penyelesaian akhir yang mematikan.
Dampak Kekalahan Terhadap Persaingan Klasemen Papan Atas Serie A
Hasil negatif ini membawa dampak langsung pada posisi AC Milan di klasemen sementara Liga Italia. Kehilangan tiga poin krusial membuat jarak mereka dengan pemimpin klasemen kembali melebar, sekaligus memberikan kesempatan bagi rival-rival di bawahnya untuk mendekat. Persaingan menuju zona Liga Champions dan perburuan gelar Scudetto pun menjadi semakin terbuka dan sulit diprediksi.
Pasca kekalahan 183 hari ini, AC Milan dituntut untuk segera melakukan pembenahan total. Fokus utama saat ini adalah memulihkan kondisi fisik dan mental skuat sebelum laga berikutnya tiba. Liga Italia musim 2025/2026 masih menyisakan banyak pertandingan, dan bagaimana Milan merespons kekalahan menyakitkan ini akan menjadi penentu apakah mereka masih layak disebut sebagai kandidat kuat juara atau justru mulai kehilangan tajinya.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menteri PU Pastikan Infrastruktur Jalan Tol Arus Balik Lebaran Aman Lancar
- Minggu, 29 Maret 2026
Minggu Ini Layanan SIM Keliling Hanya Beroperasi Di Jakarta Timur Barat
- Minggu, 29 Maret 2026
Arus Balik Kereta Api Lebaran Memuncak Penjualan Tiket Tembus Seratus Persen
- Minggu, 29 Maret 2026
Kereta Api Joglosemarkerto Jadi Favorit Penumpang Selama Libur Lebaran Tahun 2026
- Minggu, 29 Maret 2026
Berita Lainnya
Resep Sambal Matah Tanpa Minyak Kelapa Lebih Sehat Segar Pedas Praktis Rumahan
- Sabtu, 28 Maret 2026
Resep Bakwan Daun Bawang Renyah Tahan Lama Gurih Praktis Mudah Dibuat
- Sabtu, 28 Maret 2026
Cara Membuat Pentol Kriwil Tanpa Daging Sapi Lezat Kenyal Hemat Praktis
- Sabtu, 28 Maret 2026
Tempat Makan Dekat Solo Safari Paling Enak Nyaman Lengkap Harga Terjangkau
- Sabtu, 28 Maret 2026
Cara Membuat Sambal Terasi Mentah Awet Seharian Lezat Praktis Tahan Lama
- Sabtu, 28 Maret 2026












