Kamis, 02 April 2026

Wisata Industri Otomotif 2026: Roda Bisnis AUTO dan DRMA Menggelinding Kencang di Jalur Pemulihan

Wisata Industri Otomotif 2026: Roda Bisnis AUTO dan DRMA Menggelinding Kencang di Jalur Pemulihan
Wisata Industri Otomotif 2026: Roda Bisnis AUTO dan DRMA Menggelinding Kencang di Jalur Pemulihan

JAKARTA - Memasuki kuartal pertama tahun 2026, geliat industri otomotif tanah air menunjukkan sinyal positif yang signifikan.

Setelah melewati periode tantangan daya beli pada tahun sebelumnya, awal tahun ini menjadi momentum "wisata" pertumbuhan bagi para pelaku pasar modal yang melirik sektor manufaktur

 Penjualan kendaraan bermotor yang mulai "ngebut" di bulan Januari dan Februari 2026 memberikan dampak langsung pada performa dua raksasa komponen otomotif, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dan PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), yang kini tengah melaju kencang di jalur ekspansi.

Baca Juga

Mendagri Apresiasi Program BSPS, Dinilai Bantu Warga Kurang Mampu

Akselerasi Penjualan: Katalis Utama di Balik Optimisme Pasar

Data terbaru menunjukkan adanya perbaikan volume penjualan kendaraan domestik, didorong oleh pelonggaran kebijakan fiskal dan munculnya berbagai model kendaraan listrik (EV) baru. Fenomena ini menciptakan efek domino yang menguntungkan bagi penyedia komponen:

Pemulihan Permintaan Domestik: Meningkatnya indeks kepercayaan konsumen di awal 2026 mendorong angka wholesales kendaraan roda empat dan roda dua melampaui ekspektasi awal tahun.

Gairah Kendaraan Listrik (EV): Adopsi material ringan dan komponen khusus baterai menjadi mesin pertumbuhan baru bagi emiten yang telah melakukan diversifikasi ke segmen ramah lingkungan.

Dharma Polimetal (DRMA): Target Pendapatan Rp6,5 Triliun dan Ekspansi Global

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) menjadi salah satu emiten yang paling menonjol dalam perjalanan wisata bisnis otomotif tahun ini. Strategi akuisisi dan fokus pada komponen plastik serta material ringan telah membuahkan hasil:

Target Ambisius: DRMA mematok target pendapatan sebesar Rp6,5 triliun pada tahun 2026, naik dari estimasi Rp6 triliun di tahun sebelumnya.

Kontrak Ekspor Baru: Volume ekspor diprediksi tumbuh hingga 50% di tahun 2026F, berkat kontrak pasokan baru untuk model EV global di pasar Amerika Serikat.

Pemain Baru di Indonesia: Munculnya berbagai pabrikan otomotif baru (OEM) yang memulai operasional di Indonesia pada kuartal I-2026 menjadi peluang emas bagi DRMA untuk memperluas portofolio klien domestiknya.

Astra Otoparts (AUTO): Resiliensi Ekosistem dan Dominasi Pasar

Sebagai bagian dari Grup Astra, AUTO tetap menunjukkan dominasi yang kokoh melalui jaringan distribusi yang luas dan ketergantungan pada pasar aftermarket yang stabil:

Keunggulan Aftermarket: Di saat penjualan unit baru sedang berakselerasi, segmen suku cadang pengganti (aftermarket) milik AUTO tetap menjadi bantalan arus kas yang kuat.

Kesiapan Infrastruktur EV: Melalui pengembangan jaringan pengisian daya (charging station) dan komponen khusus kendaraan listrik, AUTO memposisikan diri sebagai pemimpin pasar yang siap menghadapi transisi energi.

Regan

Regan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Ditjenpas Siap Terapkan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat Secara Bertahap

Ditjenpas Siap Terapkan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat Secara Bertahap

Garuda Indonesia Setop Rute Jakarta Bengkulu, Ini Alasan Resmi Kemenhub

Garuda Indonesia Setop Rute Jakarta Bengkulu, Ini Alasan Resmi Kemenhub

BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Meski ASN Terapkan WFH

BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Meski ASN Terapkan WFH

Kemenhaj Siapkan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah untuk Layani Jemaah Haji 2026

Kemenhaj Siapkan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah untuk Layani Jemaah Haji 2026

Siap Hadapi TKA 2026 SD dan SMP, Mendikdasmen Tegaskan Sanksi Tegas bagi Kecurangan

Siap Hadapi TKA 2026 SD dan SMP, Mendikdasmen Tegaskan Sanksi Tegas bagi Kecurangan