Program Makan Bergizi Gratis Dipandang Sebagai Kunci Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Rabu, 18 Februari 2026
JAKARTA - Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) jauh lebih dari sekadar upaya menyediakan makanan tanpa biaya. Menurutnya, program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto itu merupakan sebuah strategi ekonomi penting dan kebijakan pembangunan manusia yang mampu memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional.
MBG Sebagai Investasi Bangsa, Bukan Beban Fiskal
Arief Poyuono menyampaikan bahwa apabila program MBG hanya dipahami sebagai belanja rutin pemerintah, maka hal itu akan dipandang sebagai beban fiskal biasa. Namun, bila MBG ditempatkan dalam kerangka investasi pembangunan sumber daya manusia, maka perspektif terhadap program ini berubah total. Ia menilai MBG sesungguhnya memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui peningkatan kualitas generasi mendatang.
Baca JugaMendagri Apresiasi Program BSPS, Dinilai Bantu Warga Kurang Mampu
Dalam paparannya, Arief menekankan bahwa investasi negara pada MBG bukan sekadar meningkatkan angka belanja, tetapi justru memperbesar komponen investasi dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Ia juga menambahkan bahwa program tersebut memiliki peran penting dalam pembangunan manusia, yang kemudian berdampak pada kualitas kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas generasi yang terus berkembang.
Meningkatkan Produktivitas Melalui Gizi yang Lebih Baik
Arief menjelaskan bahwa penyediaan makanan bergizi bagi anak sekolah memiliki efek yang jelas terhadap kesehatan dan kemampuan belajar mereka. Dengan gizi yang memadai di masa sekolah, konsentrasi belajar meningkat, kehadiran di kelas meningkat, dan perkembangan kognitif siswa menjadi lebih baik. Sebagai dampaknya, produktivitas tenaga kerja di masa mendatang akan lebih tinggi, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.
Lebih jauh lagi, apabila tenaga kerja yang lebih produktif terbentuk dari kualitas gizi yang lebih baik, maka pendapatan masyarakat pun diperkirakan akan meningkat. Ketika pendapatan meningkat, daya konsumsi rumah tangga pun mengalami dorongan. Peningkatan konsumsi rumah tangga dipandang sebagai salah satu faktor utama dalam menggerakkan ekonomi, sehingga menciptakan efek berantai yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Dampak MBG Terhadap Konsumsi dan Pertumbuhan Ekonomi Desa
Pandangan Arief Poyuono ini sejalan dengan penegasan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti peran MBG dalam mendorong konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi hingga ke desa-desa. Presiden menyatakan bahwa program tersebut telah membantu memperkuat kegiatan ekonomi di lapisan bawah masyarakat dan turut serta menurunkan tingkat kemiskinan serta tren pengangguran terbuka.
Di sisi lain, berbagai data yang dirilis pemerintah menunjukkan bahwa MBG telah mulai memberikan dampak nyata di berbagai daerah. Misalnya, data menunjukkan bahwa program tersebut telah menjangkau jutaan penerima manfaat, termasuk pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Selain itu, operasional unit-unit penyedia makanan bergizi juga membuka peluang kerja dan melibatkan penggerak ekonomi lokal seperti petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
Perdebatan Pandangan Ekonomi dan Fiskal
Meskipun banyak pihak melihat MBG sebagai investasi strategis, tidak sedikit juga yang mengingatkan perlunya pengukuran dampak secara terukur dan evaluasi terus-menerus terhadap efektivitas program. Sebuah kajian akademik menunjukkan bahwa potensi ekonomi program ini sangat besar, tetapi implementasinya menghadapi tantangan dalam hal data, pengawasan, dan pencapaian manfaat optimal di lapangan.
Para pengkritik juga menekankan bahwa tanpa tata kelola yang baik dan sistem monitoring yang kuat, program semacam ini berisiko tidak mencapai tujuan jangka panjangnya, termasuk dalam konteks kontribusinya terhadap pertumbuhan produktivitas nasional. Namun demikian, pemerintah terus berupaya memperbaiki mekanisme pelaksanaan dan integrasi program MBG dalam strategi pembangunan yang lebih luas guna mencapai hasil yang diharapkan.
MBG dalam Kerangka Kebijakan Ekonomi yang Lebih Luas
Pemerintah Indonesia juga menempatkan MBG sebagai salah satu prioritas dalam strategi ekonomi 2026 yang lebih luas, yang mencakup berbagai sektor penting lainnya seperti pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan penguatan sektor UMKM. Menteri terkait mempertegas bahwa MBG bukanlah program terpisah, melainkan bagian integral dari upaya memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Di samping itu, sejumlah lembaga internasional dan penelitian lintas negara menunjukkan bahwa investasi dalam program makan sekolah yang bergizi memiliki tingkat pengembalian ekonomi yang signifikan, terutama melalui peningkatan kesehatan, pendidikan, dan produktivitas. Hal ini memberi argumen tambahan bagi pendukung MBG sebagai instrumen ekonomi strategis yang layak dikembangkan dalam jangka panjang.
Fery
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pink Moon April 2026 Muncul Rabu Malam, BRIN Jelaskan Waktu dan Cara Melihatnya
- Selasa, 31 Maret 2026
Ditjenpas Siap Terapkan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat Secara Bertahap
- Selasa, 31 Maret 2026
Garuda Indonesia Setop Rute Jakarta Bengkulu, Ini Alasan Resmi Kemenhub
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Ditjenpas Siap Terapkan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat Secara Bertahap
- Selasa, 31 Maret 2026
Garuda Indonesia Setop Rute Jakarta Bengkulu, Ini Alasan Resmi Kemenhub
- Selasa, 31 Maret 2026
BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Meski ASN Terapkan WFH
- Selasa, 31 Maret 2026
Siap Hadapi TKA 2026 SD dan SMP, Mendikdasmen Tegaskan Sanksi Tegas bagi Kecurangan
- Selasa, 31 Maret 2026











.jpg)