Jumat, 13 Februari 2026

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok: Kesempatan Koleksi atau Sinyal Waspada?

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok: Kesempatan Koleksi atau Sinyal Waspada?
Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok: Kesempatan Koleksi atau Sinyal Waspada?

JAKARTA - Pasar logam mulia domestik mengalami guncangan cukup telak pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026.

Harga emas batangan yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat merosot tajam sebesar Rp43.000, menempatkan harga jual di level Rp2,904 juta per gram. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi harian terdalam dalam beberapa bulan terakhir, setelah sebelumnya emas sempat bertahan di level tertingginya.

Bagi para pelaku pasar, pergerakan ini memicu spekulasi terkait arah tren investasi logam mulia di tengah ketidakpastian kondisi makroekonomi global.

Baca Juga

Jelang Lebaran 2026, Kemenhub Uji Kelaikan 55 Kapal di Lintas Ketapang-Gilimanuk

Rincian Harga Emas Antam Berbagai Fraksi

Harga emas Antam bervariasi tergantung pada bobot batangan yang dipilih. Umumnya, fraksi yang lebih besar memiliki harga per gram yang lebih efisien dibandingkan fraksi kecil. Berikut adalah rincian harga dasar berdasarkan data butik Logam Mulia:

0,5 gram: Rp1.502.000

1 gram: Rp2.904.000

5 gram: Rp14.320.000

10 gram: Rp28.585.000

50 gram: Rp142.545.000

100 gram: Rp285.012.000

Harga Buyback Turun: Apa Dampaknya bagi Investor?

Tidak hanya harga jual, harga buyback (beli kembali) oleh Antam juga mengalami penurunan drastis. Penurunan harga buyback sering kali menjadi indikator bagi investor jangka pendek untuk menghitung ulang potensi keuntungan atau kerugian mereka.

Perlu diingat bahwa setiap transaksi jual kembali emas ke Antam dengan nominal di atas Rp10 juta akan dikenakan potongan pajak sesuai PMK No. 34/PMK.10/2017:

1,5% bagi pemegang NPWP.

3,0% bagi non-NPWP.

Mengapa Harga Emas Bisa Anjlok Begitu Dalam?

Penurunan harga emas domestik sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama yang saling berkaitan:

Harga Emas Global (Spot): Adanya penguatan nilai tukar Dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga menekan permintaan global.

Suku Bunga Bank Sentral: Ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve (AS) cenderung membuat investor beralih dari emas (yang tidak berbunga) ke aset seperti obligasi pemerintah.

Penguatan Rupiah: Di sisi domestik, jika nilai tukar Rupiah menguat terhadap Dolar AS, maka harga emas di dalam negeri secara otomatis akan terkoreksi turun.

Tips Strategi Investasi Saat Harga Turun

Banyak pakar keuangan menyarankan strategi "Buy on Weakness" ketika terjadi penurunan tajam seperti hari ini. Ini adalah momen untuk melakukan akumulasi aset dengan harga yang lebih murah. Namun, pastikan Anda menggunakan dana dingin dan memiliki cakrawala investasi jangka panjang (di atas 5 tahun), karena emas pada dasarnya berfungsi sebagai pelindung nilai (hedging) terhadap inflasi, bukan instrumen spekulasi cepat.

Regan

Regan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Diskopindag Kota Malang: Harga Sembako Menjelang Ramadan 2026 Terus Dipantau Intensif

Diskopindag Kota Malang: Harga Sembako Menjelang Ramadan 2026 Terus Dipantau Intensif

UMKM Indonesia Tembus Pasar Eropa Melalui Strategi Marketing Handholding

UMKM Indonesia Tembus Pasar Eropa Melalui Strategi Marketing Handholding

Panduan Lengkap: Cara Cek Desil Bansos Online Terbaru dan Mudah 2026

Panduan Lengkap: Cara Cek Desil Bansos Online Terbaru dan Mudah 2026

Nilai Tukar Rupiah Jumat Pagi Menguat ke Level Rp16.826 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Jumat Pagi Menguat ke Level Rp16.826 per Dolar AS

Kemenag Aceh Singkil Dorong Pembentukan Baitul Mal Gampong di Desa

Kemenag Aceh Singkil Dorong Pembentukan Baitul Mal Gampong di Desa