Jumat, 06 Februari 2026

Literasi Budaya: Mahasiswa Unand Transformasi Tambo Mungo Jadi Buku Anak

Literasi Budaya: Mahasiswa Unand Transformasi Tambo Mungo Jadi Buku Anak
Literasi Budaya: Mahasiswa Unand Transformasi Tambo Mungo Jadi Buku Anak

JAKARTA - Menanamkan akar sejarah pada generasi alfa menuntut kreativitas yang melampaui metode konvensional. Di tengah gempuran arus informasi digital yang sering kali mengaburkan nilai-nilai lokal, upaya penyelamatan memori kolektif sebuah nagari harus dimulai dari bangku sekolah dasar. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) menyadari bahwa cara terbaik untuk menghidupkan kembali sejarah Nagari Mungo adalah dengan menyederhanakan narasi besar yang kompleks menjadi bisikan cerita yang ramah di telinga anak-anak.

Upaya menjaga memori kolektif masyarakat Nagari Mungo tidak hanya dilakukan melalui arsip formal atau kegiatan seremonial. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler I Universitas Andalas tahun 2026 memilih jalur yang lebih panjang dan mendasar yakni menuliskannya kembali dalam bentuk buku cerita anak-anak. Inovasi ini menjadi jembatan bagi anak usia dini untuk mengenal identitas tanah kelahirannya melalui medium yang visual dan komunikatif.

Digitalisasi Aset: Mendokumentasikan Pengetahuan Lokal untuk Masa Depan

Baca Juga

Jadwal Libur Sekolah Ramadhan 2026 Resmi Ditetapkan Pemerintah Fokus Pendidikan Karakter Nasional

Langkah ini merupakan bagian dari visi besar pengabdian mahasiswa dalam merespons tantangan zaman. Mahasiswa KKN Universitas Andalas secara resmi menyerahkan buku berjudul "Bunga dan Bisikan dari Nagari Mungo" kepada Pemerintah Nagari Mungo pada Rabu 4 Februari 2026. Penyerahan tersebut dilakukan dalam agenda Monitoring dan Evaluasi Program Kerja KKN Reguler I Universitas Andalas 2026, yang dihadiri oleh perangkat nagari serta unsur tokoh adat.

Buku ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja Digitalisasi Aset Nagari, sebuah upaya yang dirancang untuk mendokumentasikan dan mentransformasikan pengetahuan lokal agar tetap relevan dan dapat diakses oleh generasi muda. Secara khusus, buku "Bunga dan Bisikan dari Nagari Mungo" ditujukan sebagai media pengenalan sejarah nagari bagi anak-anak sekolah dasar kelas 1, 2, dan 3. Dengan menyasar kelompok usia tersebut, nilai-nilai adat diharapkan dapat mengendap sejak dini sebagai fondasi karakter mereka.

Tantangan Transformasi: Menyadur Tambo Menjadi Narasi Pembaca Dini

Menerjemahkan teks kuno ke dalam bahasa yang dipahami anak-anak bukanlah perkara mudah. Proses penulisan buku tersebut tidak berlangsung singkat. Mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan penelusuran terhadap sumber sejarah lokal berupa Tambo Nagari Mungo Barih Balobeh Adaik Salingka Nagari Mungo yang selama ini menjadi rujukan utama dalam memahami asal-usul dan perjalanan Nagari Mungo.

Tambo tersebut kemudian dibaca, dicermati, dan disarikan dengan tetap menjaga substansi sejarah dan nilai adat yang terkandung di dalamnya. Tantangan utama terletak pada proses transformasi bahasa. Narasi tambo yang sarat istilah adat dan struktur bahasa orang dewasa harus diolah ulang menjadi cerita yang komunikatif, sederhana, dan sesuai dengan daya tangkap anak-anak. Proses ini menuntut ketelitian agar makna sejarah tidak tereduksi, sekaligus tetap menarik sebagai bacaan awal bagi pembaca usia dini. Kreativitas mahasiswa diuji dalam menjaga keseimbangan antara akurasi sejarah dan kesenangan membaca.

Apresiasi Wali Nagari: Inovasi Pelestarian Budaya yang Berkelanjutan

Pemerintah nagari menyambut hangat karya literasi ini sebagai solusi praktis dalam mendidik generasi muda. Selama ini, transfer pengetahuan sejarah sering kali terkendala oleh keterbatasan media yang menarik bagi anak-anak. Wali Nagari Mungo, Muhammad Suhardi, S.Pi, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut.

Menurut Suhardi, kehadiran buku ini memberikan kemudahan bagi pemerintah nagari, khususnya para niniak mamak, dalam mengenalkan kembali sejarah dan nilai adat Nagari Mungo kepada generasi muda. "Dengan adanya buku ini, pengenalan sejarah nagari dan pelestarian budaya bisa dilakukan secara berkelanjutan, tanpa harus selalu melalui sosialisasi yang berulang-ulang," ujarnya. Melalui format buku, pengetahuan kolektif nagari kini memiliki fisik yang bisa diwariskan secara mandiri dari tahun ke tahun.

Mahasiswa sebagai Jembatan Antar-Generasi di Nagari Mungo

Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat bukan hanya soal pembangunan fisik, melainkan juga pembangunan literasi dan dokumentasi. Lebih dari sekadar produk literasi, buku "Bunga dan Bisikan dari Nagari Mungo" menjadi contoh bagaimana sejarah lokal dapat dihadirkan kembali melalui medium yang kontekstual. Upaya ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya bertumpu pada ingatan lisan, tetapi juga pada kerja dokumentasi dan adaptasi pengetahuan yang serius.

Melalui program KKN, mahasiswa Universitas Andalas tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan pengabdian, tetapi juga sebagai penghubung antara tradisi, ilmu pengetahuan, dan generasi masa depan Nagari Mungo. Karya ini membuktikan bahwa dedikasi intelektual mahasiswa dapat memberikan dampak nyata dalam menjaga eksistensi kearifan lokal di tengah perubahan zaman yang cepat. Nagari Mungo kini memiliki aset literasi berharga yang akan membisikkan kebanggaan akan sejarahnya ke telinga anak-anak mereka selamanya.

David

David

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

DPR Nilai Kinerja Baznas RI Efektif Salurkan ZIS Tangani Masalah Sosial Nasional

DPR Nilai Kinerja Baznas RI Efektif Salurkan ZIS Tangani Masalah Sosial Nasional

AHY Dorong Revitalisasi Infrastruktur Dasar Demi Masa Depan Kawasan Transmigrasi Nasional

AHY Dorong Revitalisasi Infrastruktur Dasar Demi Masa Depan Kawasan Transmigrasi Nasional

Insentif PPN 2026 Perkuat Permintaan Properti Hunian di Kawasan Industri Jawa Barat

Insentif PPN 2026 Perkuat Permintaan Properti Hunian di Kawasan Industri Jawa Barat

Layanan SIM Keliling Jakarta Jumat 6 Februari 2026 Hadir Lima Lokasi

Layanan SIM Keliling Jakarta Jumat 6 Februari 2026 Hadir Lima Lokasi

Indonesia dan Inggris Perkuat Kolaborasi Demi Mutu Pendidikan Tinggi

Indonesia dan Inggris Perkuat Kolaborasi Demi Mutu Pendidikan Tinggi