Investasi Logistik Lampung: Proyek Tol Pelabuhan Panjang–Lematang Diusulkan Masuk PSN
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi mengusulkan proyek Jalan Tol Pelabuhan Panjang–Lematang di Provinsi Lampung untuk ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Langkah ini diambil untuk memperkuat konektivitas antara jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) dengan infrastruktur pelabuhan guna menekan biaya logistik nasional.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menyatakan bahwa proyek ini telah masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Umum Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) periode 2025-2029.
Baca JugaResep Buncis Bawang Putih Praktis Lezat Dari Rumahan Hingga Ala Restoran
“Jalan tol ini telah masuk dalam Renstra PU 2025-2029 dan Rencum KPBU 2025-2029, serta saat ini sedang dalam proses pengajuan Proyek Strategis Nasional,”.
Spesifikasi Teknis dan Konektivitas
Jalan tol yang dirancang sepanjang 11,68 kilometer ini akan menjadi urat nadi baru yang menghubungkan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar langsung menuju area pelabuhan. Pembangunannya akan dibagi menjadi dua tahap konstruksi:
Tahap I: Konstruksi at grade (di atas permukaan tanah) sepanjang 6,76 kilometer.
Tahap II: Konstruksi elevated (layang) sepanjang 4,92 kilometer.
Proyek ini akan dilengkapi dengan satu Interchange (simpang susun) Lematang dan satu On/Off Ramp Soekarno, dengan kecepatan rencana kendaraan mencapai 80 kilometer per jam.
Efisiensi Distribusi Logistik dan Alternatif Simpul Ekonomi
Kehadiran Tol Pelabuhan Panjang–Lematang diproyeksikan mampu menyerap potensi permintaan logistik sebesar 500 hingga 800 truk per hari, terutama dari klaster industri Lematang–Tanjung Bintang. Selama ini, arus truk logistik di wilayah tersebut sangat bergantung pada Pelabuhan Bakauheni.
Dengan adanya tol ini, Pelabuhan Panjang berpeluang besar berfungsi sebagai simpul logistik alternatif yang lebih efisien untuk distribusi barang menuju Banten dan Jabodetabek. Saat ini, pemerintah tengah merampungkan dokumen perencanaan dasar serta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Dampak Ekonomi bagi Lampung Bagian Barat
Akademisi dan Wakil Ketua MTI Pusat, Djoko Setijowarno, menilai pembangunan tol ini akan menjadi katalisator kemajuan ekonomi bagi empat kabupaten di Lampung bagian barat, yakni:
Lampung Barat: Mempercepat distribusi komoditas padi, kopi, karet, dan lada.
Tanggamus: Mendukung pengiriman hasil bumi melimpah seperti kakao, hasil laut, dan peternakan.
Pringsewu: Memudahkan akses bagi komoditas hortikultura dan perikanan air tawar yang memiliki luas lahan signifikan.
Pesisir Barat: Mendorong sektor pariwisata pantai serta distribusi hasil hutan dan tambang (granit).
"Hasil pertanian dari beberapa kabupaten di Lampung akan lebih mudah diangkut ke Banten dan Jabodetabek dengan menggunakan jaringan konektivitas JTTS," ungkap Djoko.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Eksperimen Tanpa Batas: Jennie BLACKPINK dan Tame Impala Siap Gebrak Musik Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Revolusi Latihan Hybrid: adidas Dropset 4 Hadir Sebagai Jawaban Fitness Multidimensi
- Kamis, 05 Februari 2026
Lapas Kotabaru Produksi Tas Sasirangan Berkualitas untuk Kemandirian Warga Binaan
- Kamis, 05 Februari 2026
Kemenag Bengkulu Salurkan Donasi Seratus Juta untuk MIS Nurroniah Mukomuko
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Cara Membuat Keripik Sosis Renyah Gurih Praktis Untuk Ide Jualan Camilan
- Kamis, 05 Februari 2026
Resep Sambal Goreng Tahu Tempe Nusantara Praktis Favorit Keluarga Indonesia
- Kamis, 05 Februari 2026
Resep Telur Puyuh Kecap Pedas Korea Sederhana Gurih Manis Favorit Rumahan
- Kamis, 05 Februari 2026
Resep Camilan Tepung Hemat Minyak Renyah Lezat Cocok Untuk Usaha Rumahan
- Kamis, 05 Februari 2026
Cara Membuat Salad Alpukat Tomat Segar Sehat Praktis Untuk Menu Harian
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Pemerintah Gaet Investor Australia Untuk Percepatan Proyek Jalan Tol
- 05 Februari 2026












