JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi mengumumkan rencana pembelian kembali saham (shares buyback) dengan alokasi dana jumbo mencapai Rp 5 triliun.
Langkah ini diambil sebagai strategi perseroan untuk menjaga stabilitas pasar modal serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Berikut adalah poin-poin penting terkait rencana tersebut:
Baca JugaPanduan Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Beserta Syarat Pengajuan Lengkap
Jadwal dan Periode Pelaksanaan
Aksi korporasi ini tidak langsung berjalan, melainkan harus melewati prosedur formal organisasi:
Persetujuan RUPST: Direncanakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 12 Maret 2026.
Durasi: Berlaku selama 12 bulan terhitung sejak tanggal persetujuan RUPST (Maret 2026 hingga Maret 2027), kecuali diakhiri lebih cepat oleh perseroan.
Alokasi Dana dan Batasan Saham
BCA telah menetapkan batas atas untuk proses transaksinya guna memastikan akuntabilitas keuangan:
Anggaran Maksimal: Rp 5 triliun (sudah termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya terkait lainnya).
Jumlah Saham: Maksimal 10% dari modal yang disetor perseroan.
Dampak terhadap Kondisi Keuangan
EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa investor tidak perlu mengkhawatirkan fundamental bank akibat pengeluaran dana ini:
Permodalan Aman: Rasio modal dipastikan tetap berada di atas batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).
Kinerja Operasional: Tidak ada dampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha harian BCA.
Prinsip GCG: Aksi ini dijalankan dengan kepatuhan penuh pada prinsip Good Corporate Governance.
Mengapa Perusahaan Melakukan Buyback?
Secara umum, buyback saham dilakukan untuk beberapa alasan strategis yang menguntungkan investor:
Sinyal Positif: Menunjukkan bahwa manajemen percaya harga saham perusahaan saat ini masih tergolong murah (undervalued).
Meningkatkan Earning Per Share (EPS): Dengan berkurangnya jumlah saham yang beredar di pasar, nilai laba per saham secara otomatis akan meningkat.
Stabilitas Harga: Membantu menahan kejatuhan harga saham saat pasar sedang mengalami volatilitas tinggi.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pink Moon April 2026 Muncul Rabu Malam, BRIN Jelaskan Waktu dan Cara Melihatnya
- Selasa, 31 Maret 2026
Ditjenpas Siap Terapkan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat Secara Bertahap
- Selasa, 31 Maret 2026
Garuda Indonesia Setop Rute Jakarta Bengkulu, Ini Alasan Resmi Kemenhub
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Belanja Online Ramadan 2026: Fashion Menjadi Primadona dan Produk Premium
- Selasa, 31 Maret 2026
Bank Jatim Catat Pertumbuhan Kinerja dan Laba Menguat Sepanjang Tahun 2025
- Selasa, 31 Maret 2026
5,5 Juta Wajib Pajak Belum Lapor SPT, Ini Panduan dan Contoh Isi Coretax
- Selasa, 31 Maret 2026













.jpg)