Jumat, 06 Februari 2026

Durasi Olahraga Ideal Cegah Serangan Jantung Berdasarkan Temuan Studi Kesehatan Terbaru

Durasi Olahraga Ideal Cegah Serangan Jantung Berdasarkan Temuan Studi Kesehatan Terbaru
Durasi Olahraga Ideal Cegah Serangan Jantung Berdasarkan Temuan Studi Kesehatan Terbaru

JAKARTA - Kesadaran menjaga kesehatan jantung sering kali baru muncul ketika seseorang memasuki usia dewasa atau bahkan saat masalah kesehatan mulai terasa. 

Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pencegahan justru paling efektif dilakukan sejak usia muda. Salah satu faktor penting yang berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung adalah pengendalian tekanan darah, yang sangat dipengaruhi oleh gaya hidup, khususnya aktivitas fisik.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi serius yang dialami miliaran orang di seluruh dunia. Penyakit ini kerap berkembang tanpa gejala jelas sehingga sering disebut sebagai silent killers atau penyakit yang diam-diam mematikan. Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat memicu serangan jantung, stroke, hingga meningkatkan risiko demensia di kemudian hari. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat lebih dari satu dari empat pria dan sekitar satu dari lima wanita di dunia hidup dengan kondisi ini.

Baca Juga

Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Ujian Carrick dan Duel Panas Anfield

Ironisnya, banyak penderita tekanan darah tinggi tidak menyadari bahwa mereka mengidap hipertensi. Kondisi inilah yang membuat upaya pencegahan menjadi sangat penting, terutama melalui kebiasaan yang dapat dilakukan secara konsisten, salah satunya olahraga teratur dengan durasi yang tepat.

Hipertensi Ancaman Serius Kesehatan Global

Tekanan darah tinggi tidak hanya menjadi masalah individu, tetapi juga tantangan besar bagi sistem kesehatan global. Penyakit ini berkaitan erat dengan pola hidup modern yang minim aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, serta tingkat stres yang tinggi. Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat hipertensi semakin umum terjadi, bahkan pada usia yang relatif muda.

Selain berdampak pada jantung dan pembuluh darah, hipertensi juga dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan otak. Oleh karena itu, menjaga tekanan darah tetap normal bukan hanya soal mencegah serangan jantung, tetapi juga menjaga kualitas hidup secara menyeluruh.

Penelitian Panjang Tentang Aktivitas Fisik

Untuk memahami hubungan antara olahraga dan hipertensi secara lebih mendalam, sebuah studi melibatkan lebih dari 5.100 orang dewasa yang dipantau kesehatannya selama tiga dekade. Para peserta menjalani penilaian fisik rutin serta mengisi kuesioner terkait kebiasaan olahraga, status merokok, dan konsumsi alkohol.

Dalam setiap pemeriksaan klinis, tekanan darah diukur sebanyak tiga kali dengan jeda satu menit. Untuk kepentingan analisis, peserta kemudian dikelompokkan ke dalam empat kategori berdasarkan ras dan jenis kelamin. Studi ini dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine dan menjadi salah satu rujukan penting dalam memahami pola aktivitas fisik jangka panjang dan dampaknya terhadap tekanan darah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik cenderung menurun sejak usia 18 hingga 40 tahun. Seiring berjalannya waktu, penurunan aktivitas ini beriringan dengan meningkatnya angka hipertensi, terutama pada dekade-dekade berikutnya.

Masa Dewasa Muda Periode Penentu

Para peneliti menilai masa dewasa muda sebagai periode krusial untuk melakukan intervensi kesehatan. Kebiasaan yang dibangun pada rentang usia ini akan sangat menentukan kondisi kesehatan di usia paruh baya dan lanjut. Ketika aktivitas fisik sudah rendah sejak awal, risiko hipertensi akan meningkat secara signifikan di kemudian hari.

"Hampir separuh peserta kami yang berusia dewasa muda memiliki tingkat aktivitas fisik yang suboptimal, yang secara signifikan terkait dengan timbulnya hipertensi. Ini menunjukkan bahwa kita perlu meningkatkan standar minimum untuk aktivitas fisik," kata penulis utama Jason Nagata, seorang ahli kedokteran dewasa muda dari UCSF, seperti dikutip dari Science Alert.

Temuan ini mempertegas bahwa olahraga bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan kebutuhan dasar untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Upaya promosi kesehatan yang mendorong gaya hidup aktif sejak usia muda dinilai sangat penting untuk menekan angka hipertensi di masa depan.

Durasi Olahraga Berpengaruh Signifikan

Salah satu temuan penting dari studi ini adalah terkait durasi olahraga yang memberikan manfaat nyata bagi tekanan darah. Ketika peneliti mengamati peserta yang rutin melakukan olahraga intensitas sedang selama sekitar lima jam per minggu pada awal masa dewasa, risiko hipertensi terbukti menurun secara signifikan.

Manfaat tersebut menjadi lebih kuat ketika kebiasaan olahraga ini dipertahankan hingga usia lanjut, bahkan sampai usia 60 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa konsistensi berolahraga jauh lebih penting dibandingkan intensitas tinggi yang hanya dilakukan sesekali.

Olahraga dengan intensitas sedang dapat berupa jalan cepat, bersepeda santai, berenang, atau aktivitas lain yang meningkatkan denyut jantung tanpa membuat tubuh terlalu kelelahan. Dengan durasi yang cukup dan dilakukan secara rutin, aktivitas ini membantu menjaga elastisitas pembuluh darah serta menstabilkan tekanan darah.

Pencegahan Lebih Efektif dari Pengobatan

Studi ini memberikan pesan kuat bahwa pencegahan hipertensi sebaiknya dimulai jauh sebelum gejala muncul. Mengandalkan pengobatan saja tidak cukup jika tidak dibarengi perubahan gaya hidup. Aktivitas fisik yang memadai terbukti menjadi salah satu cara paling efektif dan terjangkau untuk menurunkan risiko serangan jantung.

Menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas harian memang membutuhkan komitmen. Namun, manfaat jangka panjangnya jauh lebih besar dibandingkan usaha yang dikeluarkan. Dengan menjaga tubuh tetap aktif sejak usia muda, risiko tekanan darah tinggi dapat ditekan, sehingga peluang hidup sehat hingga usia lanjut semakin terbuka.

Temuan para peneliti ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan jantung bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi juga pilihan setiap individu dalam menjalani gaya hidup sehari-hari. Olahraga dengan durasi yang tepat dan dilakukan secara konsisten dapat menjadi investasi kesehatan paling berharga untuk masa depan.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jadwal Liga Italia Pekan 24: Duel Panas Juventus vs Lazio

Jadwal Liga Italia Pekan 24: Duel Panas Juventus vs Lazio

Juventus Incar 4 Bintang Gratisan dari Man City Hingga Roma

Juventus Incar 4 Bintang Gratisan dari Man City Hingga Roma

Dewa United Resmikan Ivar Jenner, Kalahkan Persija dalam Perburuan Gelandang

Dewa United Resmikan Ivar Jenner, Kalahkan Persija dalam Perburuan Gelandang

Rafael Struick: Sisi Lain di YouTube dan Tantangan Gol Liga Indonesia

Rafael Struick: Sisi Lain di YouTube dan Tantangan Gol Liga Indonesia

Suksesor Pep Guardiola: Manchester City Bidik Legenda Liverpool dan Arsenal

Suksesor Pep Guardiola: Manchester City Bidik Legenda Liverpool dan Arsenal