Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Rp55.000, Telur Rp31.950
- Selasa, 20 Januari 2026
JAKARTA - Pergerakan harga pangan strategis kembali menjadi perhatian masyarakat pada awal pekan ini.
Berdasarkan pemantauan terbaru, sejumlah komoditas kebutuhan pokok masih bertahan di level harga yang relatif tinggi, terutama cabai rawit merah dan telur ayam ras. Kondisi tersebut tercermin dari data resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia.
Data PIHPS yang dirilis di Jakarta pada Selasa pukul 09.00 WIB menunjukkan bahwa harga cabai rawit merah secara nasional berada di angka Rp55.000 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras tercatat dijual dengan harga Rp31.950 per kilogram di tingkat pedagang eceran. Dua komoditas ini kerap menjadi indikator sensitif bagi daya beli masyarakat karena perannya yang cukup dominan dalam konsumsi harian rumah tangga.
Baca JugaKomdigi Dorong Infrastruktur Telekomunikasi Bersama Dukung Efisiensi Era WFH Nasional
Pemantauan harga pangan secara rutin menjadi penting, baik bagi konsumen maupun pemangku kebijakan, untuk mengetahui dinamika pasar serta potensi tekanan inflasi yang dapat muncul dari sektor pangan.
Bawang dan Beras Bertahan di Berbagai Kualitas Harga
Selain cabai rawit merah dan telur ayam ras, PIHPS juga mencatat pergerakan harga bawang merah dan bawang putih yang masih berada pada kisaran tertentu. Harga bawang merah tercatat sebesar Rp46.350 per kilogram, sementara bawang putih berada di level Rp40.600 per kilogram.
Sementara itu, komoditas beras yang menjadi pangan utama masyarakat Indonesia menunjukkan variasi harga berdasarkan kualitas. Beras kualitas bawah I dan kualitas bawah II sama-sama dibanderol Rp14.400 per kilogram. Untuk beras kualitas medium, harga medium I tercatat Rp15.900 per kilogram, sedangkan medium II berada di angka Rp15.750 per kilogram.
Pada kategori beras kualitas lebih tinggi, PIHPS mencatat harga beras kualitas super I mencapai Rp17.100 per kilogram, sementara kualitas super II berada di level Rp16.650 per kilogram. Variasi harga ini mencerminkan perbedaan mutu dan preferensi konsumen di berbagai daerah, sekaligus menggambarkan kondisi pasokan beras nasional yang masih relatif stabil.
Cabai Merah dan Cabai Hijau Ikut Alami Fluktuasi
Selain cabai rawit merah, sejumlah jenis cabai lain juga tercatat dalam pemantauan harga PIHPS. Cabai merah besar dibanderol Rp39.500 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting tercatat sedikit lebih tinggi di angka Rp40.800 per kilogram.
Adapun cabai rawit hijau, yang juga banyak digunakan dalam kebutuhan dapur sehari-hari, tercatat memiliki harga Rp54.200 per kilogram. Harga ini menunjukkan bahwa komoditas cabai secara umum masih berada pada level tinggi, meskipun terdapat perbedaan antarjenisnya.
Fluktuasi harga cabai kerap dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi cuaca, distribusi, hingga pola permintaan masyarakat. Oleh karena itu, cabai sering menjadi salah satu komoditas yang paling dinamis pergerakan harganya dalam daftar pangan strategis nasional.
Harga Daging Ayam, Daging Sapi, dan Gula Pasir
Pada komoditas protein hewani, PIHPS mencatat harga daging ayam ras berada di angka Rp40.80p per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi kualitas I tercatat Rp142.250 per kilogram, dan daging sapi kualitas II berada di level Rp134.600 per kilogram.
Selain protein hewani, komoditas gula pasir juga masuk dalam daftar pantauan harga. Gula pasir kualitas premium tercatat dijual dengan harga Rp19.800 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di angka Rp18.250 per kilogram.
Harga-harga tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pokok masyarakat masih memerlukan perhatian, terutama bagi rumah tangga dengan tingkat konsumsi tinggi terhadap bahan pangan strategis ini.
Minyak Goreng Masih Beragam di Tingkat Eceran
Komoditas minyak goreng juga tercatat mengalami perbedaan harga berdasarkan jenis dan kemasan. Minyak goreng curah berada di harga Rp18.800 per liter. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek I dibanderol Rp22.550 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II tercatat Rp21.500 per liter.
Perbedaan harga ini mencerminkan variasi kualitas, merek, serta rantai distribusi yang memengaruhi harga jual di tingkat pedagang eceran. Minyak goreng tetap menjadi salah satu komoditas penting yang pergerakan harganya dipantau secara ketat karena berpengaruh langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.
Secara keseluruhan, data PIHPS memberikan gambaran terkini mengenai kondisi harga pangan strategis nasional. Informasi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam mengatur belanja, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kepentingan dalam menjaga
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini Lengkap Lokasi dan Syarat Perpanjangan
- Selasa, 31 Maret 2026
Panduan Lengkap SIM Keliling Jakarta 31 Maret 2026 Lokasi Biaya Terbaru
- Selasa, 31 Maret 2026
Kereta Api Sumut Catat Lonjakan Penumpang Lebaran 2026 Capai Hampir 200 Ribu
- Selasa, 31 Maret 2026
KAI Catat Lonjakan Penumpang Kereta Api Arus Balik Lebaran 2026 Capai Ratusan Ribu
- Selasa, 31 Maret 2026
Perawatan Mobil Listrik Setelah Mudik 2026 Agar Tetap Optimal dan Aman Digunakan
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Harga Pangan Nasional Turun Kompak Cabai Daging Telur Terkoreksi 31 Maret 2026
- Selasa, 31 Maret 2026
Harga Cabai Rawit dan Ayam di PIHPS Menjadi Sorotan Harga Pangan Nasional
- Selasa, 31 Maret 2026
Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam ke Level 115 Dolar Dipicu Krisis Timur Tengah
- Selasa, 31 Maret 2026
Kerja Sama Bilateral RI-Jepang Fokus pada Investasi Energi Terbarukan Masa Depan
- Selasa, 31 Maret 2026










.jpg)

